27 Oktober, 2009

Tadi ketika pulang dang sedang menunggu kereta bekasi ekspres datang, gue duduk disebelah seorang karyawan. Dia ngobrol dengan teman yang duduk di sebelahnya. Usianya kira kira 30 tahunan lah. Kayaknya dia lagi nugguin kereta ekspres ke serpong.

Hmm awalnya gue gak sengaja nguping, ya karena mereka duduknya sebelah gue, jelas lah kedengeran. Tapi lama lama, gue mulai pasang kuping.

Mereka ngobrol tentang anak anak mereka. Si ibu sebelah gue, cerita kalo dia punya 3 anak cowo. Dari ceritanya itu, dia menggambarkan kalo anak pertamanya yang kelas 6 SD itu pintar, berprestasi, dan juga tidak pernah dikasih uang jajan (bawa bekal). Kalopun dikasih uang, si anak biasanya simpen itu. Sampe suatu ketika, si anak bilang gini:
Anak: mama, aku mau beli siomay, mama mau gak? Aku yang traktir mama…
Mama: uang darimana kamu nak?
Anak: dari uang yang mama suka kasih. Kan aku kumpulin terus…

Si ibu (berdasarkan nada bicaranya yg gue denger) bangga dan terharu liat anaknya begitu.

Kemudian dia cerita lagi, kalo tiap dia sampe rumah sepulang kerja, kira kira jam setengah 8, tanpa mandi atau ganti baju dulu, ia akan langsung mendampingi anak anaknya belajar. Ketika mereka sudah mengerti, baru si ibu pergi mandi dan ganti baju.

Menurut gue, menjadi seorang ibu benar benar pekerjaan yang sangat mulia. Gak peduli capek cari duit, capek di jalan, begitu sampe rumah, tetep prioritaskan anak. Bagaimana caranya seorang ibu mencari uang, tanpa harus meninggalkan perannya sebagai ibu.

Nyokap gue juga begitu. Walaupun dia gak ngerti komputer, gak begitu paham tentang pegang handphone, tapi dia jauh lebih cerdas dan pintar. Gak pernah ngelewatin masak tiga kali sehari untuk keluarganya, mengatur keuangan dan pemasukan dengan baik dan cenderung ketat hingga Alhamdulillah sampai sekarang kebutuhan keluarganya bisa terpenuhi, bisa mengatur jalannya usaha di bidang tempat tinggal. Dan juga, segala hal yang dulu gue pikir “menyebalkan”, nyusahin, ngerepotin, didikan yang keras, ternyata malah menjadi pelajaran buat diri gue sendiri ketika gue mulai dewasa begini.


 

Dan semakin gede, gue makin ngeh dan percaya kalo omongan orang tua itu selalu BENAR.
Mau secanggih dan semodern apapun kita, kita harus tetap pegang teguh nasihat orang tua. Karena keberhasilan dan pencapaian diri kita semuanya karena bantuan, izin, doa, dan ridho mereka.

gue punya cita cita, harapan, impian, gue juga akan menjadi ibu yang baik bagi anak anak gue nantinya, bisa mengantarkan mereka ke kecerdasan, prestasi, akhlak mulia, dan bermanfaat untuk orang lain. AMIEN... 

Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates