21 Juni, 2010

Hmm... sebenarnya jujur saja, aku bukan orang yang percaya dengan apa itu yang disebut dengan sahabat. Menurutku "cap" sahabat itu konteksnya menya menye, kaku, dan hmm, apa yaa, seperti membuatku "harus ini" dan "harus itu" sebagai seorang "sahabat". Aku lebih suka menyebutnya dengan "teman dekat". Itu bisa berarti teman yang intensitas ketemunya sering, bisa juga teman yang jarang ketemu tapi kita sering keep in touch dan lumayan tau bagaimana kesehariannya. But still, i don't get what a BEST FRIEND means. Best reasons for the BEST one.

Untuk pertanyaanku itu, Tuhan memberikanku jawabannya. Ia perkenalkan aku dengan apa itu yang namanya sahabat, lengkap dengan makna dalamnya. Makna itu ia titipkan dalam hubunganku dengan seorang teman terbaikku. Apa yang kurasakan sungguh jauh dan lebih dalam dari apa yang selama ini kupertanyakan, mengenai apa itu TEMAN. Teman yang benar benar dengan hati, bukan yang bertopeng ataupun dibuat buat. Seseorang yang membuatku berkelana jauh dan sama sama belajar tentang apa itu hati, juga tentang banyak hal yang rasanya sulit untuk menemukan teman membahas yang cocok. Seseorang yang tak pernah menertawakan, malah mendengarkan. Membagi pikiran dan pengalamannya agar dapat kuambil pelajaran dari situ.


Selain itu, arti yang kudapatkan adalah, ini bukan masalah apa yang bisa dia berikan untukku. Bukan tentang seberapa jauh kekerabatan itu. Bukan juga tentang seberapa kenal nya aku dengan dia. Ataupun seberapa seringnya kita bertemu. Tapi ini lebih pada "apalagi yang bisa kuberikan?". "Apa yang bisa kubantu?". "Apa yang bisa aku lakukan untuk kamu?". Aku belajar tentang apa itu ketulusan. Berbuat sesuatu tanpa harap pamrih. Tanpa embel embel apapun. Aku menganggapnya sahabat bukan karena apa yang bisa dia berikan untukku. Tapi karena rasanya aku ingin berbuat sesuatu, semampuku, untuknya.

Dan akupun makin percaya Allah selalu punya jawaban dan cara tersendiri dalam menyikapi berbagai pertanyaan umat-Nya. Alhamdulillah.





Dan Sahabatku Itu....

Merekam jejakmu memang tak habis lima puluh pita kaset.
Apalagi jejak kita yang panjang dan bercerita.
Bila diingat butuh beberapa malam, bahkan minggu, hanya untuk saling menertawakan.
.
Cerita cerita bodoh itu
Perutku selalu saja dibuat mulas dan aku menangis saking aku menikmati tawaku sendiri

Tawa yang sungguhannya hanya bisa kita nikmati berdua saja
Segalanya terasa ringan tanpa beban jadinya.
Apalagi jika aku sedang cengeng atau mulai panik dan cerewet. Ya kamu itu penawarnya!
Maafkan aku karna kadang aku semena mena, padahal kamu juga punya perasaan ya?
.

Kamu tau betapa kuatnya dadaku berdegup saat malam malam kita lewat tengah tengah kuburan.
Kita rasakan hal yang sama ketika kita hampir masuk kecebur kali!
Kamu tahu itu lucu ketika kita berteduh hujan di balik kandang komodo besar.
Atau ketika kamu disangka tembok saat planetarium lagi pekat pekatnya?
Juga ketika aku tendang kakimu ketika aku kesal. Hahaha maaf ya!
Waktu kita makan seafood pinggir jalan dan lupa kalau uang kita kurang.
Ketika kita jatuh dari motor karena unsur magis lagu Armada band.
.
Aduh!
.
Izinkan aku untuk tetap merekamnya di kepalaku ya.
Juga perkenankan aku untuk tetap merasakannya di hatiku.
Karena nanti jika kita bertemu lagi,
Entah besok, lusa, atau berapa tahun lagi,
Kita pasti akan tertawa lagi.


FF


           Note: Terima kasih Cruts! Terima kasih untuk semuamuamuanya!        

5 komentar

wah senangnya punya sahabat kayak flora :)

REPLY

Great sharing ! Datang ntuk menjadi sahabatmu. A deal ?
Salam kenal, aq jga menikmati tulisanmu di Kompasiana :)

REPLY

bangga pernah sepermainan ma kamu :)

REPLY

Waaww....speechless.
Tulisan (termasuk puisinya) tentang sahabat ini bagus banget Flo. Semoga saya bisa punya sahabat,menjelahi setiap lika-liku landai terjal kehidupan seperti kamu dan si cruts. :)

REPLY

mas arif: alhamdulillah, makasih :)

mas gaelby: iya, pertemuan yg seperti sdh di set Tuhan.. salam kompasiana!

Indera: hehe.. udah lama kita ga maen :D

nanto: makasih ya.. pasti suatu hari kamu akan punya deh. :)

REPLY

Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates