12 Februari, 2012



“Kamu itu terlalu banyak berkhayal, Flo!”.

Saya masih ingat betul sms itu dari seorang teman. Ketika itu dia Tanya, saya ada dimana, dan saya balas “di Gramed, baca novel gratis. Hehe”.



Saya memang addict baca novel, khususnya novel urban yang pake perasaan, cinta-cintaan. Heuheueheu… cewek banget ya?. Jamannya saya pengangguran, saya hobi banget mangkal di Gramedia buat baca 1 novel sampe kelar. Butuh sekitar 2,5 jam sampai selesai, sambil nyender di antara tumpukan buku lain. Biasanya saya jalan sendiri, karena semua orang yang saya ajak pasti akan mati kebosanan karena saya cuekin dan betah berdiri sambil baca.
 

Sekarang, untuk namatin satu novel aja butuh berhari-hari. Beli, tentunya. Hahaha.
 

Ada banyak novel yang ninggalin kesan buat saya. Sukses bikin saya ikutan jatuh cinta, senyum-senyum, tapi deg-degan karena konfliknya, sampe ikutan nangis….



Perahu Kertas, Dewi Lestari
 

I can say that… this is the best novel I’ve ever read! 

Tentang dongeng&lukisan cita dan cinta Kugy&Keenan.  Kugy, si pecinta dongeng, pengkhayal, cerdas, dan unik. Cita-citanya adalah menjadi juru dongeng. Namun kembali ke realita, bahwa sepertinya juru dongeng tidak menjanjikan materi. Keenan, siluman kampus, introvert, lukisan adalah hidupnya. Namun ia harus menuruti mau orangtuanya, dan mengubur mimpinya sendiri.

Kugy dan Keenan mesti berputar untuk menjadi sesuatu yang bukan mereka untuk menjadi diri mereka lagi. Mereka harus menjadi ‘orang lain’, untuk akhirnya mewujudkan impian masing masing. Ketika dorongan hidup akan kebutuhan materi, realitas,dan idealisme yang inginnya beriringan, tak bisa selalu sejalan.

Kesempatan. Itu yang selama bertahun-tahun tak mereka punya. Untuk saling jujur, untuk saling bicara. Ketika mereka merasa telah menemukan orang lain yang tepat. Mulai melupakan, walaupun nyatanya setiap ingin melupakan, saat itu juga mereka mengenang. 

Hingga akhirnya bertemu lagi, tertawa bersama lagi, menjadikan kata “sahabat” sebagai payung terakhir yang menaungi. Tapi mereka sadar kalau cinta terdalam mereka ada satu sama lain. Meyakini bahwa rasa sesungguhnya adalah ketika kamu diberikan, tanpa pernah&perlu memintanya. Once again, tanpa pernah dan perlu memintanya. Cinta yang akan menghampirimu, memberikanmu, dan memenuhimu. Tanpa kau minta. Ketika, Kugy bertunangan dengan Remy, dan Keenan kembali ke Bali untuk Luhde. Kugy & Keenan tidak lagi sendiri.

Novel ini luar biasa. S a n g a t.

***********

 Test Pack, Ninit Yunita

 foto: gagasmedia.net
Berkisah tentang Tata dan Rahmat Natadiningrat, sepasang suami isteri yang belum dikaruniai anak hingga tahun ketujuh perkawinan mereka. Hari-hari mereka yang seru dan menyenangkan kemudian diisi dengan kepanikan Tata karena tidak kunjung hamil. Hal ini akhirnya menjadi konflik di rumah tangga mereka yang (tadinya) adem-adem aja.

Poin pertama, menikah adalah karena kita mencintainya, karena ingin menjalani hidup bersama. Poin kedua, hubungan cinta (biasanya) menghasilkan keturunan. Lalu bagaimana jika poin kedua nggak (belum) bisa diwujudkan, apakah poin kesatu harus dilupakan?

Sesekali saya harus menahan airmata saya agar nggak netes di Gramedia yang banyak orang. Hehehe. Membayangkan ketika sudah menghabiskan 7 tahun yang menyenangkan dan super seru bersama-sama, tiba-tiba semuanya (hampir) berakhir karena belum ada keturunan. Complicated banget, karena anak kan pemberian Tuhan, kita hanya bisa ikhtiar. Akhirnya timbul banyak konflik, dan rumah tangga super seru itu di ujung tanduk. Sedih banget, karena mereka sangat cinta satu sama lain.

Pelajarannya adalah… Lo menikah karena memang lo menginginkan dia. Lo cinta dia dan berharap susah seneng lo lewati sama-sama. Lalu bagaimana jika anak –yang mana adalah takdir Tuhan dan kita nggak pernah tau- nggak kunjung datang di perkawinan lo? Haruskah selesai? Lalu kemanakah statement “lo ingin dia, lo cinta dia” itu? Penting banget nih dibahas dengan calon suami/isteri :)


 ******


 Antologi Rasa, Ika Natassa


Saya ambil novel ini tanpa tau bagaimana gaya tulisan penulisnya, tapi karena melihat nama Dewi Lestari dan Ninit Yunita tertulis di belakang novel. Tokoh utamanya adalah empat orang banker super sibuk, Keara, Rully, Harris dan Denise. Berkisah tentang cinta nggak kesampaian antara Harris ke Keara, Keara ke Ruly, Ruly ke Denise, Denise ke suaminya, dan Panji ke Keara. Bingung? Hehehe.

Ini novel tentang cinta. Tentang rumitnya perasaan mereka masing-masing terhadap orang yang dicintai. Dengan latar cerita yang “gaul” banget. Kerja gila-gilaan, cinta, seks, lust, nightlife. Ceritanya dituturkan lewat point of view Keara, Harris dan Ruly. Menggunakan berbagai kalimat dan istilah bahasa Inggris yang cocok banget memperkaya perbendaharaan kata, dan juga penggunaan kata yang oke banget. Lucu, seru, nakal dan ‘kena’!

Keara adalah cewek smart yang tahu betul cara memperlakukan cowok. Lumayan sedih, saat persahabatannya dengan Harris rusak karena dua sahabat kental itu making love saat mabuk. Kemudian saat Keara harus melihat orang yang dia cinta, Ruly, cinta sama orang lain. Juga Harris yang sedih karena Keara selalu sedih gara-gara Ruly. Serta kisah Keara dan cowok pelariannya yang (juga) memuja dia, Panji. Oh ya, satu dialog yang berbekas banget di otak saya, antara Panji dan Keara.

Panji: babe, BBM gue foto lo baru bangun, sekarang, ya?
Keara: Ih, Panji, apaan ah, nggak mau gue.
Panji: Gue janji nggak akan minta yang lain-lain kalau lo ngasih gue yang ini.
Keara: Okay fine, tutup dulu teleponnya, ya.
------
Panji: yang sebenarnya ingin gue bilang adalah ini… Lo tahu lagu Comfortable-nya John Mayer, kan? Gue akhirnya tahu apa makna lirik ‘no make up, so perfect’ itu, babe.”

Errrrrr.

Sayangnya, saya kurang bisa benar-benar ‘masuk’ ke dalam ceritanya. Ketika baca novel, kita akan memihak satu tokoh. Tapi, di novel ini saya nggak ingin memihak siapapun. Sayapun nggak menitikkan air mata, apalagi nangis. Oh ya, gara-gara novel ini, saya jadi doyan banget dengerin John Mayer! :))

 *********

“You do not write a novel for praise, or thinking of your audience. You write for yourself; you work out between you and your pen the things that intrigue you” (Bret Easton Ellis)

Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates