05 Maret, 2012



Hello pantai Balekambang! Akhirnya aku bisa ketempatmu! Pantai Balekambang ini terletak di pesisir selatan Jawa Timur. Dari stasiun Kota Baru Malang, jaraknya sekitar 45 km. Saya dan romobongan naik mobil Elf dengan pemandangan kiri kanan dipenuhi pohon tinggi-tinggi. Walaupun merasa “kok nggak sampe-sampe ya?!”, padahal sudah terlihat pohon kelapa dari kejauhan *berarti harusnya udah deket.hehehe.maksa*


 numpang foto di depan kantor walikota Malang


Tiba di pantainya, woohooo, nggak sabar mau nyemplung! (eh, emang bisa berenang Plo?). Pantai! Pantai! Pantai! Seneng banget saya lihat pantai. Apalagi dengan pasir putih, pemandangan cantik dan satu lagi, sepi! Sayangnya ombak di pantai ini besar, dan ada larangan untuk tidak berenang. Yah, padahal kan saya udah siap-siap mau surfing (di internet). Tapi nggak apa-apa, bisa ketemu pasir, basahin kaki pun udah seneng. hehehe.



Putihnya pasir berpadu dengan air laut yang hijau kebiruan. Bagus, sangat! Ditambah dengan pemandangan Pura Ismoyo yang menjorok ke tengah laut. Mirip-mirip Tanah Lot di Bali, sama-sama bagus pastinya.


Sesampainya di pantai Balekambang, seperti halnya di tempat wisata lain, saya senengnya luar biasa. Sudah sangat lama nggak liat laut, hmm, terakhir sekitar bulan Juli 2011, eh salah, 26 Desember 2011 deng (itupun sebentar). Pantainya sepi, dengan beberapa tukang jajanan. Saya langsung beli pentol, jajanan andalan saya waktu masih di Kediri dulu. Obat kangen gitulah. Ada beberapa ibu-ibu penjual buah alpukat, salak dan sirsak yang sebenernya bikin saya pengen beli. Buahnya segar-segar dan yang terpenting MURAH. Sayangnya saya nggak beli, karena setelah itu masih harus pergi ke Bromo dan Semarang. Bakal terombang-ambing nasib mereka kalau saya beli dan taro di mobil dan ngikutin saya yang sibuk *ceileee*

Jalan ke Pura Ismoyo juga seru, tentunya karena pemandangan super cantik menghampar di depan saya. Menyusuri jembatannya, lalu naik tangga. Pura nya sendiri ditutup, hmm ya saya malah akan heran kalau dibuka, karena itu kan tempat ibadah. Nggak etis lah kalo dimasukin pengunjungnya yang cuma ingin foto-foto. Bersama Asmie, Kiki dan Septhya, saya sempat duduk di bagian paling ujung pulau ini. Melihat batu-batu besar dengan sahutan ombak yang juga besar.


Puas duduk-duduk di pulau itu, kami balik lagi ke bibir pantai. Kali ini ke satu sudut pantai, bersisian dengan uhm, hutan sepertinya. Pasirnya putih namun banyak sampah. Airnya bening semata kaki dengan lumut-lumut licin. Seru di sini. Saya sempet foto Asmie dan Kiki, si pasangan yang sudah pacaran lebih dari 6 tahun. Ya pre-wedding gitulah. Cie. Rasanya kalo suatu hari mereka nikah, nggak perlu ada sesi foto pre-wedding lagi deh, karena mereka punya buanyak banget foto berdua di berbagai tempat liburan. So sweet ya *apus iler*






 Setelah menempuh perjalanan 18 jam dengan kereta ekonomi Jakarta – Malang, bisa dipastikan seperti apa badan saya saat itu. Lepek, gerah, perlu berendem di dalam 7 mata air dengan bubuk abu gosok lah gitu. Akhirnya saya mandi di toilet umum pantai Balekambang. Err, agak awkward sebenernya, ketika elo mandi di toilet umum (yang bisa ditebak kondisinya), dengan bapak-bapak penjaga di depan. Dalam liburan selama 3 hari, mandinya ya sekali itu aja. Hehehe...


Sayangnya setelah itu, cuacanya nggak bersahabat. Tiba-tiba angin kencang berhembus. Rombongan kami langsung masuk ke dalam mobil yang lebih hangat. Selesai sudah liburannya di pantai Balekambang. Setelah sempat jalan-jalan, foto, numpang makan indomie, minum kelapa hijau, mandi, sholat dan makan pentol. Cukuplah 5 jam di pantai Balekambang bikin saya seneng, bahagia dan bilang Alhamduuu lilah :) 

Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates