24 April, 2012


This is such a special moment! Selama bertahun-tahun akrab, jalan-jalan paling jauh itu sebatas pergi ke Bogor! Makanya, nggak kebayang jalan-jalan ke Jogja (naik kereta Ekonomi pula) bisa kesampaian. Saya, Farid, Asmie, Kiki, Cydut dan Anggy (akhirnya!) bisa jalan-jalan bareng :))
Sabtu itu, kita naik motor sejauh 20km ke Candi Prambanan. Wuih, panas terik tapi seru!


Serius, panas! hehehe. Untungnya saya bawa si payung ungu BRI (*disebut loh*) yang pada akhirnya patah juga. Banyak penjaja sewa payung di sekitaran candi Prambanan, Rp.5000 per payung. Kita beli tiket paket candi Prambanan - candi Ratu Boko (Rp. 45.000). Nantinya kita diantar ke candi Ratu Boko naik mobil yang udah standby di dekat pintu masuk plus dapat sebotol air mineral dingin. Kitapun langsung ikut mobil ke Ratu Boko.

*lucunya, di Jogja ini kita malah ketemu orang-orang yang kita kenal di Jakarta/Bekasi. Ketemu rombongan temen SMP di Alun-Alun Selatan, temen kantornya temen di candi Ratu Boko, dan ketemu temen SMP, yang absennya selalu sebelahan sama saya! itu tuh, di foto atas dia paling kanan. What a coincidence!*

Oh ya, Dengan harga tiket lumayan mahal itu, kebersihan dan kenyamanannya memang jempolan banget. Tamannya bersih, tanpa sampah, tanpa tukang dagang wara-wiri, asri, well-managed, dan ini yang paling penting, toiletnya bersih! bahkan bukan hanya bersih, tapi kinclong dengan petugas toilet yang selalu siaga dan juga ramah! Penjual oleh-olehnya diletakkan di bagian pintu keluar, mereka nggak ganggu dan teratur. Asyiklah!


Ini dia gerbang candi Ratu Baka atau Ratu Boko. Letaknya sekitar 3km dari candi Prambanan, dengan melewati daerah pemukiman di Bokoharjo. Ratu Boko yang berarti "Raja Bangau" adalah ayah dari Loro Jonggrang. Karena terletak di ketinggian 200m di atas permukaan laut, jalan menuju candi ini menanjak berkelok, plus pengunjung juga harus naik tangga dulu sebelum mencapainya. 

Karena tinggi, asik juga nih sore-sore nunggu sunset di sini. Sayangnya, candi ini sudah tutup sore hari. Candi ini luasnya sekitar 25ha, dan terdiri dari candi, pendopo, batur paseban, hingga area kemah. Karena bagus, luas dan indah, banyak pasangan yang lagi foto pre-wedding disini! :)



Kawasan candi Ratu Boko ini asri dan bersih banget. Tanpa sampah, tanpa pedagang asongan, dan teratur. Cocok banget buat manjain mata, lupa sejenak sama kerjaan bla bla bla di Jakarta, dan disini sambil haha-hihi bareng temen, menikmati alamnya yang asri. Hampir sekitar 3 jam kita di sini, mengais-ngais air karena panas, dan menikmati angin yang semilir. wusss... wussss... ngantuk deh.




Lalu, apalagi kalo nggak poto-poto? hehehe... Saat kehausan, akhirnya kita nemu beberapa penjual indomie dan minuman di dekat batur paseban. Huoh, seperti ketemu oase! tanpa ba bi bu, kita langsung ambil minum, pesan kelapa muda, menghabiskan sepiring gorengan dan arem-arem juga pesan indomie. Kita duduk lesehan di tengah-tengah kompleks candi, beralas tikar dan ditemenin angin yang berhembus kencang. Asiiik! 

Dan lagi-lagi, karena geng *cieee, geng* kita ini agak ribet orang-orangnya, dari dulu kita selalu ngerencanain piknik. Hasilnya bisa ditebak, nggak jadi-jadi. Eh ini malah jadi piknik spontan, tanpa cang cing cong lagi, kita bisa nikmatin suasana a la piknik -bahkan lebih asik dari itu- bareng-bareng! :)


Sayangnya, pas pulang lagi ke candi Prambanan... malah hujan deras! untungnya payung sakti sewaan kita bawa kemana-mana. Akhirnya kita malah nggak jalan-jalan di kompleks candi Prambanan, cuma foto dan numpang pipis (tetep lho, walaupun pengunjungnya makin sore makin banyak, toiletnya tetep bersihhh!). 

Hmm, seru juga jalan-jalan di April ini. Semoga ada jalan-jalan lainnya bareng mereka! :)

Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates