08 November, 2012




Atas dasar tidak tahu seluk beluk Bandung, akhirnya saya mampir ke Tahu Lembang, tentu tempatnya di Lembang. Lokasinya berada di Jl. Raya Lembang 177. Cocok buat buat Anda yang pengen dateng ke tempat makan sekaligus jalan-jalan, main di playground atau flying fox, numpang sholat, ataupun lihat-lihat doang. Serius deh, nggak punya duit, tanpa tujuan ataupun tanpa beli pun isoke aja, tempatnyapun luas. Dan yang paling menarik, pengunjung di sini bisa melihat proses pembuatan tahu secara langsung. Dari head to toe, eh maksudnya dari mentah sampe siap jual. Konsepnya open kitchen, modern, dan dijamin enggak ada pemandangan pria tanpa busana lagi ngolah kedelai disini!

 *ini mama saya... uhuk uhuk uhuk*

Dari hasil ngobrol saya sama sang Marketing, (saya dateng atas nama pribadi lho, bukan kantor. Tapi serasa liputan, ngobrol lamaaa sama marketingnya), rupanya Tahu Lembang ini dimiliki oleh pengusaha yang juga mengembangkan Rumah Sosis, The Secret, dan destinasi unggulan lain di Bandung. Sebenarnya konsep dasarnya sederhana, yaitu menjual tahu sekaligus memberikan experience pada pengunjung mengenai bagaimana pembuatan tahu.

Tapi kok di sini banyak banget penjual makanan berbahan dasar kedelai? Menurut marketingnya, Tahu Lembang hanya menjual produk tahu mentah dan tahu goreng. Aneka produk yang dijual di sekelilingnya adalah tenant yang menyewa space jualan, dengan spesifikasi sama, yaitu menjual produk olahan kedelai. Seluruh produk tahu yang digunakan pedagang merupakan buatan Tahu Lembang. Jadi di area sebesar itu, fokus utama Tahu Lembang ya itu, tahu mentah dan tahu goreng SAJA. Sisa lokasi disewakan untuk pedagang lain, dengan mengikuti konsep yang ada. Jadilah one stop holiday destination yang komplit di sini. Kereeen....



Apa aja bahan pembuatan tahunya? Ini dia sodara-sodara, bahannya adalah kacang kedelai, susu sapi, mentega, bawang putih, kunyit dan air. Mau nyoba gratis tahu yang sudah dikukus juga bisa, kakak.
  



Kacang kedelai yang sudah direndam selama 4 jam kemudian dicuci bersih, digiling, dan direbus selama 1 jam sampai terus diaduk. Menurut abang Marketing ini, kalau weekend, Tahu Lembang bisa menghabiskan 1 ton kedelai lho!





 
Karena menjual experience, dalam hal ini adalah nyaksiin proses pembuatan tahu, tentu faktor estetika diperhatikan. Nggak ada tuh pria bercucuran keringat tanpa baju di sini. Nggak ada juga proses pengolahan dengan cara diinjak. Oh ya, di sini, tahu diolah dan dimasak dalam tungku besar. Nggak bisa terlalu dekat, karena hawanya panas banget. 



Setelah itu, kedelai yang sudah halus dicampur dengan susu sapi, garam dan mentega. Jika sudah tercampur, kemudian dimasukkan dalam cetakan kayu, lalu dipres. Naaah, tahupun siap dipotong-potong, dan melalui tahap perebusan kembali.




Di sini, tahu yang sudah melalui proses pemasakan lalu dikemas dalam kotak. Tahu Lembang hanya menjual dua pilihan, yaitu tahu goreng (Rp. 10.000) isi 10 tahu, ataupun tahu mentah (Rp. 15.000). Tahu goreng lebih murah karena ukurannya lebih mini. 






Nah, selain dua jenis tahu tersebut, olahannya bukan lagi buatan Tahu Lembang, namun oleh tenant-tenant. Namun semuanya tetap mengikuti pakem yang sama, yaitu menu-menu berbahan dasar kedelai. Oh ya, jangan kaget kalau buat beli tahu aja, Anda mesti antre dan berdesakan!




Lalu gimana rasanya?! Yess, lembut banget! Sayangnya, lidah umami saya *maksutnya apa Plo?* tidak mencecap rasa asin di lidah. Terasa plain. Namun tahu yang ini sangat lembut, halus, dan juga lebih gurih karena menggunakan susu. 






Saya juga sempat mencicipi susu kedelai (Rp. 7000/gelas) yang sayangnya, rasanya hambar, dan juga tahu crispy (Rp. 10.000)/10 potong). Asik juga tempat ini jadi destinasi liburan. Lengkap juga fasilitasnya!

*Btw, melihat saya tertarik banget nanya-nanya, akang marketing itupun memberi saya brosur kecil. “Di sinihhh, teteh juga bisa sakalian ikutan tur. Bisa sama temen, kaluarga, arisan, bisa semuanyahh. Inih paketnyahhh, ada yang duapuluhhh rebu satu orang, ada juga yang enam puluhhh rebuuu, termasuk makan siang. Dapet resep dan sekotak tahu juga lohhh tehhh!!!” <------ Serius, mamang marketing ngomongnya sunda pisaaaan...

Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates