31 Januari, 2013




Wonosobo - Traveling ke Dieng Plateu di Wonosobo, Jawa Tengah tak lengkap tanpa mendaki Bukit Sikunir. Dari sana, Anda bisa menyaksikan terbitnya matahari di depan mata, hingga memandangi kecantikan Danau Cebong dari atas bukit.

Ya, datang ke Dieng Plateau tanpa mendaki bukitnya memang terasa tak afdol. Mumpung di sana, eksplorasi beragam sudutnya jadi keharusan. Ada satu tempat yang harus jadi destinasi utama dalam rencana perjalanan traveler, yaitu Bukit Sikunir.

Udara dingin di dataran tinggi Dieng membuat tidur saya terasa makin pulas. Alarm yang disetel pukul 03.00 WIB pun seakan tak berfungsi. Butuh usaha ekstra hingga akhirnya saya dan teman seperjalanan bangun dan bersiap menuju puncak Sikunir.

Pukul 04.00 WIB, tukang ojek yang sebelumnya kami hubungi sudah menunggu di depan penginapan. Sesuai perjanjian, kami akan diantarkan ke beberapa destinasi, salah satunya bukit Sikunir. Bukit ini bukan bukit sembarangan, karena ketinggiannya mencapai 2.500 mdpl.

Dari penginapan kami di daerah pertigaan Dieng, jarak tempuhnya lumayan dekat, yaitu sekitar 20 menit. Laju motor ojek ini pun tak bisa terlalu kencang, karena rutenya menanjak, menikung dengan kontur jalan yang berlubang. Kabut tebal juga membatasi jarak pandang.

Kami diturunkan di sebuah area parkir sebagai pemberhentian terakhir. Jarak tempuh hingga ke puncak bukit sekitar 20 menit, namun bisa molor lebih lama. Maklum, jalannya cukup terjal dan licin, apalagi kalau datang setelah turun hujan. Selain itu, wisatawan harus ekstra hati-hati juga, karena lokasi pendakian dekat dengan bibir tebing, apalagi dilakukan waktu hari masih gelap.

Setelah 40 menit berlalu, akhirnya kami sampai di spot pemberhentian untuk melihat sunrise. Sayang, hujan yang terus mengguyur Dieng membuat kabut tebal menutup matahari yang bersiap terbit. Saya dan puluhan orang lainnya pun harus bersabar menanti munculnya sang mentari.

Beruntung, beberapa menit kemudian kabut bergeser. Pelan-pelan, cahaya berwarna orange menyembul naik. Awan putih juga jadi 'hiasan' yang menyemarakkan pandangan. Makin dipercantik dengan adanya siluet Gunung Sindoro yang tampak dari kejauhan, ditambah beberapa perkampungan di bawah bukit plus persawahan hijau di sekelilingnya. Keren!

Matahari sudah setengah naik ketika kami memutuskan untuk mendaki puncak teratas Bukit Sikunir. Perjalanan kali ini lebih menantang, karena jalurnya masih banyak yang tertutup rumput, serta harus melewati pohon yang tumbang. Untuk kami yang pemula, butuh waktu sekitar 15 menit untuk mencapai puncak.

Dari atas, pemandangan lebih bagus lagi. Daerah yang bisa dieksplor juga lebih banyak, karena banyak bibir tebing yang bisa dinaiki.

Tak menyia-nyiakan momen, kami pun berjalan ke bagian paling ujung puncak Sikunir. Berdasarkan informasi dari tukang ojek merangkap guide, dari atas sana kita bisa melihat Danau Cebong.

Benar saja, dari atas, Danau Cebong tampak jelas memanjakan mata. Lagi-lagi, tampilannya diperindah dengan undakan perkebunan kentang dan cabai di bukit-bukit seberang, serta siluet gunung. Asyiknya duduk di sini sejenak, sambil diam meresapi indahnya ciptaan Yang Maha Kuasa!

Musim hujan di bulan Januari dan Februari memang tak disarankan untuk mendapatkan kecantikan Dieng secara maksimal. Meski begitu, beragam pengalaman menarik tetap saya dapatkan, dan membuat saya berencana kembali lagi di bulan Juni, saat Dieng sedang di puncak pesona!

Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates