01 Februari, 2013


One and a half years ago, we met at a small village called Pare. We shared laughs, stories, knowledges, even foods and tears. Seriously :P April 2011,satu bulan, kita ketemu, satu tempat tinggal, laper bareng, kesel bareng, curhat bareng, ngakak bareng, bodoh-bodohan bareng, sampe kabur -dalam arti harafiah bareng-. Gue menyebut mereka teman baik. Salah satu yang terbaik.


Buat cewek, pertemanan yang akrab itu terasa lebih nyata, lebih ekspresif. Cuma satu bulan, tapi kita bisa akrab kayak kenal tahunan. Beda kota, latar belakang, cara ngomong, logat, kebiasaan, sifat. Walaupun setelahnya balik lagi jauh, jarang komunikasi dan nggak intens ngobrol, gue, dan kita selalu punya 'benang' yang selalu menghubungkan lagi *hazek*. 



Dan akhir Januari 2013, akhirnya kita ketemuan di Jogjakarta. Yuni dari Tuban, Icha dari Kebumen, Eni dari Jogja, gue dan Esti Lamongan dari (pinggiran) Jakarta. Yuni Alhamdulillah udah ketemu husband to be dan menurut Icha: semoga Yuni membuka keran kejombloan kita (istilah macam apa iniiiii). Cuma 4 jam bareng, cuma makan lumpia di Malioboro, jalan-jalan naik andong, lanjut makan soto ayam dan sholat zuhur bareng. Itu doang. Tapi kangennya kebayar lunasss dan ngakaknya puolll :))) 



Waktu di Pare, 2 hari sebelum balik Jakarta (ralat: jalan-jalan ke Semarang, Jogja, baru pulang ke Bekasi), gue dan temen-temen (yang bahkan sebelumnya gak saling kenal) ke gunung Kelud di Kediri. Pengalaman pertama ke atas gunung, dan sukses pegelinu sampe seminggu! 








Foto-foto (dulu) di alun-alun Pare bareng Icha, Yuni dan Esti (yang motoin). Kita masih unyu, tanpa polesan dan bening-bening. Apa? Gue tampak gendut? ahhh, memangggg... :)))

Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates