01 April, 2013

Kadang, reaksi tubuh terjadi tanpa bisa kita atur. Ya tiba-tiba kulit gatel, tiba-tiba kepala gatel, tiba-tiba merinding, juga tiba-tiba mules. Yeah, mules jadi topik bahasan kita kali ini. Asyiknya, (asyik dari manaa?) mulas jadi salah satu kondisi tubuh yang masih bisa kita tutupin dengan perilaku tertentu. Istilahnya manajemen mulas gitu lah ya. Masalahnya, mulas di waktu dan situasi yang nggak pas seringkali mendatangkan ketidaknyamanan. Nah, saat itulah kita harus pintar-pintar menyiasatinya.

Sebagai karyawan yang salah satu jobdescnya adalah mencicip makanan, saya otomatis seneng makan berbagai jenis makanan. Saya diharuskan untuk mencicip, namun tentu dong saya nggak pernah menyia-nyiakannya. Ya menurut nganaaa? Masa iya biasa menghabiskan semangkok mie ayam gerobak, eh giliran ada yang enak (dan kadang-kadang mahal) malah dicuekin. Enggak dong ya cyin. 
.
Foto: Victoria Plumb

Nah, buat sebagian orang kayak saya, makan menu baru atau yang jarang-jarang dicicip seringkali memicu mulas karena perut agak ‘kaget’. Tiba-tiba perut bergejolak, tapi sayangnya adaaaaa aja halangan untuk segera kabur ke toilet, atau malah toiletnya nggak jelas ada dimana. Ini adalah masalah umum, yang bahkan saya yakin artis sekelas Angelina Jolie sampai Zaskia Itik pernah ngalamin. Agar tak malu, tetap cute dan tak ‘kelepasan’, ini dia beberapa tips yang bisa Anda praktekkan. Semoga mujarab!

  1. Terus ngobrol
Lagi hot-hotnya berbincang sama bos, klien, atau temen, eh tau-tau mules? Ah, nggak usah jaim laaah, pasti kejadian ini pernah Anda alami. YA KAAAANNN???!! *maksa*. Parahnya adalah jika obrolan dilakukan untuk tujuan tertentu dan dalam waktu yang terbatas, misalnya Anda berbincang dengan calon klien. Tentu nggak bijak ya, kalo Anda ujug-ujug minta permisi ke toilet dan ninggalin doi sendirian. Kalo dia ampe kenapa-kenapa gimanaaa? *salah fokus*
.
Caranya adalah tetap jalankan percakapan. Namun kali ini, persilahkan lawan bicara Anda ngomong lebih banyak. Salah satunya adalah dengan melemparkan pertanyaan yang bikin doi menjelaskan panjang lebar. Misalnya “Ini promo nya kayak apa yah mas, berapa lama berlakunya, terus jenis menunya apa aja?” kalau lagi ngobrol sama pengelola resto. Atau kalo sama bos yang lagi misuh-misuh soal jalanan, bisa pilih pertanyaan macamnya “emang tadi lewat mana aja pak? Macetnya dimana aja?”. Gimana kalo lagi dengerin temen yang lagi diselingkuhi pacarnya? Ajukan pertanyaan seperti “coba jelasin ciri-ciri selingkuhannya!”. Dijamin selain dia bakal nyerocos, akan ada api-api emosi membara di tatapan matanya *tsah.

Mengapa harus tetap ngobrol? Jadi begini penjelasan ilmiahnya ya adik-adik. Menurut saya, banyak ngomong dan berfikir bisa bikin perut makin mulas. Serius deh. Gak asik kan, Anda harus jaga intonasi supaya perut gak makin memaksa. Dengan diam dan mendengarkan, Anda bisa diam-diam sibuk mengatur nafas, sambil tetep eye contact dan manggut-manggut tanda menyimak. Padahal mah lagi nahan. Akhirnya, rasa mulas bisa berangsur mereda.

  1. Sok-sok tidur
Efek dari mulas bisa diprediksi. Perut sakit, konsentrasi terganggu dan uhm, agak berkeringat. Tapi gimana kalo perasaan itu hadir waktu Anda nggak bisa menjangkau toilet? Seringnya hal ini dirasakan saat lagi di perjalanan. Let’s say ada di tengah-tengah kemacetan, dalam taksi, atau lagi naik metro mini.

Jalan salah satunya adalah merem. Iya, merem. Soalnya, kondisinya kan Anda lagi puyeng nahan mules nih. Eh, mata dipaksa untuk ngeliat obyek-obyek bergerak di depan. Ujung-ujungnya, hal ini bikin rasa mulas makin menjadi.  Coba inget-inget, sama kayak kalo kita mual, liat benda bergerak konstan di depan bikin kita makin pengen jackpot. Coba merem atau sok-sok tidur. Oh ya, konon mengepalkan tangan atau menggenggam batu bisa bikin mulas hilang. Tapi cara yang ini nggak pernah saya praktekkan. Soalnya bukan apa-apa, ketahuan banget kayaknya lagi 'berjuang'. Hahaha.

Tips ini tentu bisa diaplikasikan Anda yang berperan sebagai penumpang. Ya masa siiih yang nyetir juga mau merem? Yang nyetir sebaiknya mengepalkan tangan aja yah. Oh ya, kalo naik mobilnya nebeng, lakukan langkah di poin 1. Abisnya, gak tau diri bener udah nebeng, gratis eh merem. Ngeri diturunin di polsek terdekat ya kan ceu.

  1. Kabur ke toilet
Iyalah, ini tindakan paling pas menyikapi mulas berlebihan! Ya teruuuus, kalo udah mules banget masih mau tanggung ‘resiko besar’? Ayo segera cari toilet terdekat, jangan ragu dan kebanyakan mikir. Luber di tengah-tengah aktivitas justru malah jadi aib seumur hidup. Toh biasanya aktivitas di toilet nggak bakal lama kalo mulas.

Contohnya nih, temen saya dari SD, inisialnya FH. Meski peristiwa ‘bocor di celana’ terjadi belasan tahun lalu, tapi image itu masih melekat sama dia. Contohnya ketika ketemu temen SD, akan ada celetukan begini Ooooo, ini FH yang dulu pernah b***k di celana kan yaaaaaaaa..”. Tentu nggak asik kalo akan ada omongan gini. “Pak Bramantyo, kenalkan ini Marketing Director kita, pak Fathur. Pak Fathur, kenalkan ini pak Bramantyo, Brand Manager dari PT. X. itu lho pak, yang tempo hari cepirit di kawinan anaknya pak General Manager”.

  1. Pssssttttt....
Ada di kerumunan, antrian, atau tempat yang hingar bingar? Ah, lakukan saja manuver kecil untuk bikin rasa mulas mereda. Caranya dengan mengurai angin-angin yang bergejolak dalam tubuh. Seorang temen saya bahkan mengistilahkan ini sebagai bubbly fart. Lagi antri Busway? Ada kereta lewat? Lagi jalan di trotoar? Asal nggak ketahuan dan dilakukan se-natural mungkin, boleh kok. Ah, saya sih yakin banyak banget orang yang hobi mengimplementasikan poin 4 ini. NGAKU LO SEMUAAA!! Intinya liat situasi. Tapi ya mohon suara dan aromanya diatur yah kakaaaaakkk!!!

  1. Pake minyak kayu putih
Langkah ini seringkali diambil mereka yang merasa mulas, dekat dengan toilet, namun kerjaan nggak bisa ditinggal. Gaya-gayaan ya. Caranya adalah dengan mengoleskan minyak kayu putih di bagian perut dan pinggang. Niscaya rasa mulas cepet reda. Tapi cara ini seringkali bikin kesel. Ya kok gak bersyukur banget sih, toilet ada, waktu ada, tapi males. Maunya apa coba???!!!!

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Nah, semoga tips-tips tersebut bermanfaat. Gimanapun juga, meski konotasinya ‘kotor’, namun gak bisa dipungkiri hal ini deket sama keseharian kita. Yah begitulah. For Your Info, tema tulisan ini datang dari temen saya. Kita iseng-iseng tukeran ide tulisan ringan, yang dipublikasikan di blog masing-masing, dan sepertinya akan ada tema-tema lain yang bakal kita tuker. Ciao!

1 komentar:

mbah, kebetulan saya adalah orang yang senantiasa punya penyakit KATARAK (KAgak TAhan beRAK), boleh kasih tips ga sih untuk memilih batu dari jenis apa yang cocok buat digenggem saat KATARAK?

REPLY

Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates