18 September, 2013

Kalo ditanya, “suka makan suki?”, pasti gue menjawab dengan bingung. Sekali-kalinya makan suki itu di Plaza Semanggi, atas traktiran seorang senior di kantor tempat magang sekitar awal 2010. Itupun gue norak dan katro. Terasa aneh, gak sedep, dan serba kagok. Eh sekitar bulan Juli kemarin, gue iseng beli voucher makan suki di restoran bernama Suka Suki di sebuah situs, dengan harga Rp 89.000++ all you can eat untuk 2 orang (harga normal sekitar Rp 80.000/orang). Dengan asumsi, kali ini makan sukinya pasti sukses karena udah nggak katro-katro amat hihihi.  

Sore itupun gue janjian dengan seorang temen rumah yang udah akrab dari awal SMA. Kebetulan gue milih Suka Suki di Fx Sudirman, dan kita janjian langsung di sana. Ini pertama kalinya makan pake voucher, dan ini pertama kalinya makan suki pake duit sendiri. 


 Dibanding restoran suki biasanya yang tampak besar, mewah dan harganya lumayan tinggi, Suka Suki ternyata lebih homey, nyaman dan gak terlalu gede. Restonya terbuka, jadi dari luar udah kelihatan tampilan interiornya. Betul-betul ala rumahan, terlihat dari dekorasi dari kaleng susu kental manis, piring, gelas dan teko jadul, pot bunga, batu bata juga cangkir vintage. 

Suasananya sepi, hanya ada gue, si temen dan datang lagi pasangan orang tua di kursi sudut lain. Tapi tentu gue girang, jadi nggak perlu malu ama kanan kiri kalo terlalu heboh, hahahaha. Mbak-mbak pegawainya juga ramah dan informatif, cakep juga (eh). Jadi gue nggak malu-malu lagi buat nanya ala ala wartawan.

Jenis pertanyaan gaya orang awam seperti gue:

Mbak, kita bisa ambil sayuran sama baksonya di sana sepuasnya?
Mbak, ini langsung dimasukin ke panci atau gimana?
Mbak, ini katanya ada saus. Dimana ya sausnya?
Mbak, dessertnya apa ya hari ini?
Mbak, kuahnya bisa refill?
Mbak, siapa nama menteri kesehatan Kongo?
Mbak, ada di poin berapa kurs suku bunga Negara Gabon?
Untung mbaknya sabar, informatif dan tetep cakep.


Wokeh, akhirnya kita langsung cabcus ke bagian pendingin. Di sana udah ada jejeran wadah warna merah, putih dan hijau dengan aneka isian. Beragam olahan ikan, sayur dan jamur komplit tersedia. Tinggal ambil dan bawa aja ke meja. Kitapun langsung kalap, masing-masing bawa 7 wadah. Tinggal nunggu kuah (tersedia kuah kaldu dan kuah tom yum) mendidih, makanannyapun bisa langsung direbus. 

Yang luput dari perhatian adalah, kita langsung masukin semua bahannya ke dalam panci rebusan. Dari seafood, daging, sampe sayuran. Yaiyalah maliiih, sayurnya jadi terlalu mateng, begitu juga sama kwetiawnya. Dan fakta ini baru disadari 30 menit kemudian ketika temen gue nyeletuk “eh kayaknya kita Cuma ngerebus yang pengen kita makan deh. Nanti kematengan. Ya gak sih?”. Mohon dicatat: Meski doi bekerja di bidang pangan dan tiap hari di dapur, plus gue pernah jadi reporter kuliner, tapi logika cetek itu baru terbersit kemudian. HAHAHAHHAA.

Oh iya, harga all you can eat itu udah termasuk suki dan aneka isian yang bisa diambil sepuasnya, juga daging sapi, pangsit goreng, nasi dan dessert agar-agar dan eskrim (belum termasuk minum). Kalau mau tambah rasa, di bagian pojok juga disediakan tambahan kayak cabe rawit, bawang putih cincang, bawang putih goreng, kecap manis dan asin, saus kacang dan juga bumbu bawang putih. 

Gue suka banget sama kuah tom yum nya yang asem-asem seger. Begitu juga kuah kaldunya yang sedap dan gurih alami. Temen gue lebih seneng kuah kaldunya, karena menurut dia kuah tom yum itu nggak beda sama kuah sayur asem. Iya, iya, sak karepmu wes. Isian bakso dan aneka olahan ikannya juga enak. Dominasi rasanya gurih manis dan lembut. Sayurannya juga seger-seger. 


14 box isian abis, guepun ngambil 6 box isian lagi. Kali ini kita lebih bener, teratur dan bersahaja. Isian sayur dan olahan ikannya Cuma gue masukin sebentar aja. Rebusan juga udah ditambah bawang putih dan cabe rawit biar tambah seger. Kali ini kita udah bisa mengakulturisasi cara makan suki ke kehidupan kita. Ahzek.

 1,5 jam duduk, akhirnya kitapun sampai di konklusi kalo kita kenyang. Guepun ngambil eskrim di bagian depan, langsung di galon eskrimnya. Gak afdol kalo suki nya aja yang nambah. Eskrimnyapun nambah 2x. Ya gapapa kan ya cyiin, namanya juga all you can eat, sekaligus kita belom bisa move on dari jiwa-jiwa anak kostan yang oportunis. Kalo ada makanan enak dan bebas nambah, sikat!

Jadi gimana Flo, berminat balik lagi?
Oiya, minat banget! Ide bagus kalo mampir ke sini abis olahraga di GBK. Capek, lemes, laper, terus makan suki dengan harga hemat. Abaikan diet, kan isiannya banyak pilihan. Ya kan ya kan! 

--
Suka Suki - FX Sudirman FB #08 Jl. Jend. Sudirman, Pintu Satu Senayan Jakarta Pusat
Jam buka: 10.00 - 21.00, Telp: 021-255554168

Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates