19 April, 2014

Ngerasa Jakarta membosankan banget dengan hutan beton, sampah dan macet dimana-mana? Akhh, segera hapus pikiran itu dan segera mampir ke Taman Wisata Alam Muara Angke. Kawasannya hijau banget, asri, alami, dan yang paling penting, masih di Jakarta! Kalau naik mobil pribadi tinggal lewat tol arah Bandara ataupun Tol Jorr Lingkar Barat. Naik angkotnya juga gampang banget,baca aja di post sebelumnya (klik di sini).



Saya dan Esti tiba di sini sekitar jam 11.30, dan suasananya sepi banget. B a n g e t, padahal lagi long weekend. Mungkin baru ada sekitar 5 motor dan 5 mobil yang parkir di sini. Tapi tentu bagus, berarti masih sepi, nggak berisik dan asik buat dijelajahi! Ketika masuk, kita langsung beli tiket masuk @10.000. Petugasnya cukup informatif untuk menjawab segala ke-kepo-an. Begitu masuk, langsung ada masjid Al Hikmah di bagian depan sebelah kanan. Wooooh, masjidnya baguuuus!!! Full kayu, luas dan bersih. Aaah, kebiasaan langsung bahagia kalo ke tempat umum yang punya masjid/mushola rapi. Pasti lokasinya juga cihuy deh kalo tempat ibadahnya oke begini :)


Tips 1: Bawa bekal yang praktis dan enak. Di sini hanya ada 1 kantin yang jual makanan/minuman dengan pilihan terbatas. Mau bawa rujak,pisang goreng, nasi kebuli, martabak mesir, atau rujak juhi ya boleh-boleh aja. Jangan lupa bawa air minum yang banyak. Capek cing!


Dasarnya saya memang wanita (yang mudah) girang, ngeliat hijaunya pohon, bangunan-bangunan bermaterial kayu, plus jembatan-jembatan kayu dan langit biru, itu girangnya luarbiasa. Apalagi sepi banget, jadilah kita jadi berasa santai buka perbekalan sambil duduk di jembatan kayu yang tersebar dimana-mana. Area awal yang dilewati adalah penginapan-penginapan berbagai kelas di kawasan ini. Price list nya mulai dari Rp 300.000 untuk rumah tenda hingga yang termahal Rp 5.000.000 untuk villa Rhizophora yang kapasitasnya bisa untuk belasan orang. Ngeliatnya sih seneng ya, tapi kayaknya saya bakal mikir beberapa kali deh untuk nginep di sini. Nyali saya kecil, oom! Ngeri aja, apalagi kalau nggak punya 'tetangga'. Suasananya kan hening beneur yaa. Tapi tentu cocok yaah buat yang suka alam, cari suasana beda di Jakarta, ataupun kumpul rame-rame. 





























TWA Muara Angke merupakan kawasan pelestarian alam yang berpusat pada pengembangan ecotourism dengan luas sekitar 100 Ha. Lahan basah ini didominasi vegetasi utama mangrove. Kawasan ini punya pengaruh signifikan untuk Jakarta, lho. Bisa mencegah instruisi air laut ke daratan dan bisa meredam bencana banjir. Buat perbandingan, satu gram lumpur bisa menyerap tiga gram air. Gak heran kalo banyak perusahaan menggunakan dana CSR nya untuk menanam kembali tanaman mangrove, ya buat bantu Jakarta juga biar gak kena bencana!

Tips 2. Pakai lotion anti nyamuk! Di sini banyak banget nyamuknyaaaa, bahkan sempat ada nyamuk demam berdarah berbadan gemuk nempel di tangan saya. Hiyy!

Ada fasilitas apa aja di sini? Komplit! Parkir kendaraannya lumayan luas, ada wisata air naik perahu Rp. 200.000/6 orang, atau kalau mau lebih effort sambil ngecilin lengan dan romantis-romantisan ala Acha-Irwansyah, bisa sewa kano Rp 50.000/45 menit. Kalau mau ikut paket penanaman dan konservasi, biayanya Rp 150.000. Nah, karena tempatnya cihuy banget buat foto-foto, ada tarif sendiri kalo mau bawa kamera dan segala toolsnya. Biayanya Rp 1.000.000 buat foto pra wedding, foto model ataupun pribadi. Kalo emang nggak harus-harus amat, yasudahlah ya, mari kita berdayakan aneka aplikasi henpon aja. Hrateys!































.
Tips 3: pake sepatu yang nyaman dan bawa payung. Buat yang kurang mahir membaca cuaca (kayak elo bisa aja, plo!), ada baiknya membawa payung dan pakai sepatu yang nggak licin. Coba tebak, apa alasannya? Iyaks, karena antisipasi hujan dan jalannya yang kebanyakan dibuat dari material kayu itu licin sodara-sodara! Waktu saya berkunjung, tiba-tiba hujan angin yang besar dan awet. Banyak banget lohh yang ujan-ujanan sampai kuyub. Ahh, alhamdulillah saya amannn.

Di sini, areanya terbagi-bagi. Bagian depan hingga tengah ada restoran, kantin, penginapan, area api unggun, gazebo, juga playground. Ohya, di area dalam juga ada musholla yang lumayan nyaman, dan tentu dari material kayu juga. Baru deh kalau kita jalan ke arah pinggir, kita bakal ketemu banyak jalan dan jembatan dari potongan-potongan kayu. Wussss, pemandangannya cantik bangets!! Dijamin kenyang deh foto-foto. Di ujung juga ada area pembibitan, jembatan yang lumayan besar, tempat melihat burung, hingga jalan ke pantai! Iya, pantai dengan kapal-kapal pengangkut di bagian depan. Tapi jangan dibayangkan pantai ala-ala Ancol gitu ya. Saya sih cukup 5 menit duduk, minum, ambil nafas dan kemudian balik lagi hihihi.




Sekitar jam 3, baru deh mulai ramai pengunjung. Enaknya memang datang agak sore supaya nggak terik lagi, tapi datang lebih cepet bikin saya dan Esti bisa lebih menikmati tempatnya  yang ciamik banget. Oh ya, karena dekat bandara Soetta, jadi setiap beberapa menit, pasti terasa ada pesawat yang lewat di atas kepala. Di spot tertentu, salah satunya selasar masjid di bagian depan, kita bisa ngeliat pesawat silih berganti di posisi mau mendarat. Buat saya sih keren. Hahaha. Pas pulang dan keluar gate, wuih, kita kaget karena parkirannya penuhhh sampe hampir ke pintu keluar. Hmm, seru lah liburan singkat saya di TWA Muara Angke. Akh, nambah lagi dehh satu destinasi oke di Jakarta!


TWA Angke Kapuk, Kapuk Muara
Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara
Telp: 021-29033066
Website: www.jakartamangrove-resort.com
Jam buka: pagi hingga 18.00

1 komentar:

Postingan yang bagus banget, thx ya sudah memberi pencerahan mengenai tempat2 yang pernah di kunjungi oleh febry

REPLY

Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates