12 Oktober, 2014

 bersama ikan nila merah yang merasa akan diberi makan dan mendekati akyu

Apa yang akan Agan lakukan saat sedang berada di kota orang dan memasuki waktu weekend sementara hanya seorang diri di mess? Alhamdulillah, akhir pekan ini banyak sekali orang baik yang menawarkan diri untuk menghalau potensi kebosanan eneng di akhir pekan. Ada yang bersedia pinjemin motor untuk jalan-jalan, ada yang ajak makan di Muara Enim, bahkan ada juga kenalan yang sms dan menawarkan diri untuk nganter dan nemenin jalan-jalan. Alhamdulillah baik-baik banget sama eneng... :')

Ternyata takdir berkata lain. Jam 7 pagi setelah selesai jalan pagi dan sarapan, saya berpapasan dengan seorang kenalan, Ibu Yeni. Ibu Yeni yang baik langsung 'culik' saya masuk mobil untuk ikut jalan-jalan Minggu pagi, dan pergi bersama teman beliau, Bunda Titiek. Dasar anak yang mudah terhasut, eneng langsung cengar-cengir bahagia karena ternyata Minggu pagi nggak dihabiskan nonton Doraemon sambil ongkang-ongkang kaki doang.

Setelah mampir ke rumah Bunda Titiek yang kewl banget karena banyak pohonnya, off we go to one of the coolest place in town: pasar! Kenapa? Kenapa? Seriously, eneng seneng banget ke pasar loh mak! Di pasar, terutama di kota lain, pasti ada hal baru yang akan kita lihat dan kita tahu. Ihiyy! Highlight hari ini adalah... di Pasar Tanjung Enim, jagungnya besar-besar, banyak yang jualan jengkol (entah apa jenisnya, jengkolnya cenderung berbentuk seperti lingkaran, bukan gepeng-gepeng), cabai merahnya lebih kecil dan keriput tapi katanya lebih pedasss, dan juga banyak tomat mini yang enak dimakan langsung!

 Destinasi kesekian, Bu Yeni dan Bunda Titiek ajak saya ke 'kolam ikan', sambil bercerita tentang masa lalu kawasan PT Bukit Asam. Melewati kawasan Karang Tinah yang merupakan kawasan pemukiman padat semi permanen, dan dulunya adalah tempat pemukiman karyawan PTBA.

Perkiraan saya adalah kolam ikan sebagaimana umumnya, cuma satu cerukan yang nggak terlalu besar. Tapi ternyata tempatnya menarik banget, yaitu budidaya ikan! Ada ikan lele, nila, patin... Tempatnyapun asik, tenang, damai, dan seru.

Seumur-umur, baru ini ngeliat pohon alpukat. Buahnya besar-besar dan banyak!

Kolam ini adalah bagian dari Corporate Social Responsibility dari PT Bukit Asam. Hasil dari ikan-ikan ini juga pada akhirnya bisa dinikmati warga PT Bukit Asam, termasuk tamu kayak saya lewat masakan yang disajikan sehari-hari. Saat pulang, sayapun diajak berputar-putar kawasan PT Bukit Asam yang  luaaaaasss dan fasilitasnya lengkap. Akh, asyiknya jalan-jalan singkat di kota orang pagi ini!

Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates