01 Maret, 2015




Kata orang Bekasi, ‘It’s not the destination, but the journey'.

Berbekal khayal-khayal babu setiap nonton film bertemakan laut dan air. Memori akan iklan ‘RCTI OKE’ dengan visual seorang ibu-ibu di sebuah kapal yang sedang terapung mengacungkan jempol. Serta efek film-film berlatar San Fransisco di atas Golden Gate. Jadi kebetulan pas di Palembang, maka ayo mari kita menyusuri Sungai Musi!

Kami, dua gadis yang sedang masuk angin baru saja tiba di Palembang setelah berjam-jam tidur sampe miring-miring di perjalanan dari Tanjung Enim. Fitri penasaran sama Pulau Kemaro. Dan saya terngidam-ngidam naik kapal dan menyusuri Sungai Musi. Klop lah kita, ke pulau Kemaro, naik kapal getek dengan menyusuri Sungai Musi!
Perjalanan kita dimulai dari KFC di bawah Jembatan Ampera buat mengisi perut. Di sini, kami sekaligus berniat untuk Tanya-tanya ke warga lokal tentang perjalanan ke Pulau Kemaro. Yah biar ga dibodoh-bodohin atau bayar kemahalan. Lagian sis, berdasarkan pengalaman, bapak-bapak yang nawarin kapal itu serem-serem. Ada yang ngejegat, ngikutin kita jalan, dan bahkan ada satu orang yang kesel ditolak dan nyeletuk “Halah, dasar anak sekolah nggak punya duit!” YEYEYE ANAK SEKOLAH! AKU DIBILANG ANAK SEKOLAH! *bahagia*

Lalu kemudian kita bertanya pada sekelompok anak UNSRI, dan didapatlah informasi kalo biaya kapalnya Rp 80.000 aja. Cihuii. Lanjut ke area dermaga dan sok foto-foto, kemudian disamperin sama seorang calo kapal. Dia nawarin Rp 200.000. Aduh mak, pusing pala Chelsea Olivia kalo harganya segitu. “Biasanya 80 ribu ah pak”, sambil jual mahal. Dan akhirnya deal! FYI, harga segitu berlaku untuk penyewaan satu kapal, dengan kapasitas sampai 6 orang.



Begitu naik kapal getek, rasanya wow sekali. Perjalanannya memang agak lelet dibanding kapal yang lebih cepat (dan lebih mahal) pastinya. Tapi bukannya emang itu yang dicari, sista? Akhirnyaa bisa ngerasain ada di tengah-tengah sungai yang lebaaar, ngerasain debur-debur ombak yang lumayan bikin kita goyang dan sesekali kena percikan airnya. Senang sekali kakak!

40 menit perjalanan, sepanjang jalan terlihat kapal-kapal berbagai ukuran, dari yang mini sampe yang jumbo. Ada juga SPBU apung, sampe pabrik Pupuk Sriwijaya yang aromanya hmmm, aromanya… zzzzz *pingsan* Sampai akhirnya dari kejauhan kita melihat pagoda yang jadi primadona Pulau Kemaro. Kita langsung ngomong ke bapak kapal, kalo minta ditunggu sekitar 2 jam. Muka si bapak agak kaget, tapi ya sudahlah ya.





Ketika turun kapal dan mau masuk ke area pulau.

“Cui pintunya pada ditutup cui! Tutup kali cui mau Imlek?”

*KRIK KRIK KRIK*

Suasananya sepi dan senyap kayak nggak berpenghuni. Oh ternyata pintu yang dibuka ada di paling ujung. Oke.

“Cui, kok kayak nggak ada orang ya. Kita ga salah pulau kan nih ya?”

*KRIK KRIK KRIK*

Dan kemudian barulah ada keberadaan orang lain.


To be honest, sebagai pulau yang banyak diomongin orang dan potensi pariwisatanya menjanjikan banget, Pulau Kemaro betul-betul dibawah ekspektasi saya. Pulaunya gersang. Tidak rapi. Dan saya disambut ‘hangat’ oleh….. aroma kotoran ayam. Kirain mah bau dari pabrik Pusri yang kebawa angin, tapi taunya emang banyak ayam di situ. Berkunjung di Sabtu siang, kok sepiiii. Barulah saya ngerti, kenapa Bapak yang punya kapal kaget, mungkin dia mikir "lama bener neng, mau ngapain?!".











Yang paling menarik dari pulau ini tentu aja klentengnya. Berbanding jauh dari sekelilingnya, klenteng ini sangat terawatt, bersih dan bagus. Naaah, gini dong kakak! Pagoda nya juga baguuus dan historikal banget. Coba dicari di Google, banyak info soal sejarah pulau ini. Silahkan dicari di blog-blog tetangga ya… *anaknya males banget *yah biar ga dibilang mainstream copas-an gitu

Andaikan lingkungannya bisa lebih teratur ya sis. Pasti keren banget ini pulau. Ditambah kuliner yang asik macam depot kelapa hijau, siomay/batagor, rujak ulek, kios Indomie, sampe pempek dan es kacang. Dibikin acara bulanan yang menarik. Ga ada aroma baru kotoran ayam. Dibuat area piknik/rumput hijau yang enak buat duduk-duduk. Semoga yahh postingan dan masukan ini dibaca sama Dinas Pariwisata Palembang. Aamiin.

Terus, mau balik lagi gak ke Pulau Kemaro? Hmm, mungkin setahun atau dua tahun lagi ya, (berharap) akan ada renovasi dan konsep baru buat Pulau Kemaro. Tapi kalo diajak menyusuri Sungai Musi lagi, wohowww aku sungguh mau!

4 komentar

Lagi ngubek informasi tentang Palembang neh eh nyasar ke sini.
Walau bau kayak tahi ayam tapi saya klo ke Palembang nanti tetep akan mampir ke sini :D

REPLY

Pengin ke Pulau Kemaro. Kemarin pas ke Palembang nggak sempat ke sini.

REPLY

@ Alid Abdul: hehehe... semoga sekarang Pulau Kemaro nya udah lebih cihuy dan bersih yaaa...

@Dyah: Naik kapal ke Pulau kemaro nya seru mbaa :)

REPLY

Hallo, ada kontak abang-abang kapalnya nggak? Kalau ada boleh di email ke pandans(at)live.com.

Terima kasih! :)

REPLY

Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates