20 Juli, 2015



Zaman akhir SMP sekitar tahun 2002 adalah awal perkenalan saya dengan jalan-jalan di mall. Biasanya sih diisi dengan baca buku gratis di Gramedia, patungan photobox di M Photo Studio dan makan di AH. Pada masa itu, American Hamburger (AH) sering jadi pilihan karena seat nya banyak, menu nya variatif (dengan sliced cake yang enak) dan harganya masih affordable buat abege kere macam kite.

Tahun-tahun berlalu (tsahh), AH masih ada di mall yang sama. AH juga ada di Cikini,  tepatnya di area Hotel Ibis Budget, sebelah Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Konsep restorannya jelas berubah, jadi lebih pop dan modern, nggak kalah dengan restoran burger/fried chicken asal Amerika. Namanya pun kini berubah jadi AH Restocafe. FYI, AH ini asli rintisan orang Indonesia, dan merupakan resto hamburger tertua di Indonesia, sejak 1977.



Saya emang udah naksir banget pengen ke sini lagi. Apalagi lokasinya deket kantor dan dekat stasiun. Kebetulan pun mas Af lagi ada kegiatan di Cikini, dan kita bisa buka puasa bersama. Saya masih agak alergi buka puasa di mall gara-gara pengalaman ga enak bukber di Mall Atrium, jadi kayaknya AH ini cucok syekalii.

Tempatnya cukup nyaman dan nggak terlalu ramai. Kami sudah tiba jam 17.00, dan sampai 17.45 pun masih ada seat tersedia. Jadi lebih santai dan tenang. Nggak ada ngantri-ngantri, suasana yang terlalu hectic, ataupun sikut-sikutan nyari tempat duduk. We love it. Af memang tidak suka tempat makan yang terlalu hits, antri dan rebutan kursi. Dan saya tidak suka suasana berbuka puasa yang terlalu barbar. Tempat inipun asik banget. Saat order, kami ditanya menu mau dikeluarkan langsung atau untuk berbuka puasa? Pesanan kamipun disajikan jam 17.45. Pas.

Gimana makanannya? Kami memesan Spaghetti Merah Putih (Rp 29.000), Nasi Goreng Spesial + teh manis dan paket hemat beef burger + kentang goreng (total sekitar Rp 91.000). Sebenernya saya kepengen banget tuuh pesen Black Forest, Cheesecake, atau sundae nya, tapii asa mubazir karena saya juga punya pudding + roti di tas. Kalo perut masih muat, order belakangan aja kali ye.

Soal rasa…. Nah ini yang rasanya masih kurang maksimal. Spaghetti merah (bolognaise) nya terasa berlebihan rasa saus tomat nya, asin dan asam. Sementara spaghetti putih (cream) nya tercecap agak hambar. Jadi kurang balance. Tapi kami suka topping jamur nya dan irisan tomat di dalamnya. Burger nya hampa… karena tanpa sayur, hanya roti – daging – roti. Dagingnya dipanggang terlalu kering, tidak juicy. French fries nya…. Asin sekali. Untungnya nasi gorengnya enak, rasanya ‘rumahan’. Komplit pakai telur ceplok, irisan sayur dan kerupuk. Minus nya adalah acar yang (juga) terlalu asyem. Oh ya, akhirnya saya nggak jadi pesan cake karena kenyang banget kebanyakan karbo (hahaha) dan sekaligus hasil ngintip ‘tetangga’ yang pesen cheesecake tapi nggak dihabisin.


Untuk harga yang cukup ramah di kantong, rasanya saya nggak boleh protes banyak-banyak. Apalagi sudah ada faktor tempat yang nyaman dan pelayanan yang baik di sini. Pengen balik lagi? Mau aja siih, nyoba black forest dan makan fried chicken nya. Harganya juga muree, Rp 20.000 untuk nasi dan ayam goreng krispi. Kue nya di bawah Rp 20.000 per slice. Oh ya, ada lagi nilai plus AH ini, karena ada X banner bertuliskan kira-kira ‘Selama Ramadan, buka hingga jam 05.00’. Seneng aja bacanya, bisa buat sahur!


Pengalaman pertama makan di area Hotel Ibis Budget ini, saya punya impresi yang cukup baik (abaikan soal rasa makanan ya). Ada beberapa tempat makan di sini, yaitu ramen, coffee shop, restoran khas Timur Tengah, Es Teler 77, juga restoran Sunda di lantai atas. Tapi nggak ada antrian berlebihan. Di belakangnya juga ada kolam renang Cikini yang dibuka untuk umum. Plus lokasi restorannya yang nggak jauh dari pintu masuk dengan beberapa security. Berasa nyaman ya sis! Boleh nih lain kali mampir ke sini lagi sama si abaaangg! *lha, manggilnya mas, Af atau abang sih?!* 

Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates