26 September, 2015


Batu Caves jadi salah satu destinasi yang harus banget dikunjungi pelancong di Kuala Lumpur. Foto-foto bareng patung raja Murugan terbesar di dunia, dan nyoba naik 272 anak tangganya. Bisa lebih dekat melihat ritual ibadah umat Hindu, bahkan ‘main-main’ bareng monyet dan burung merpati yang banyak banget di sini!

Agaknya salah satu ‘penarik’ wisatawan ke Batu Caves adalah akses transportasinya yang mudah banget. Tinggal naik KMT satu kali dari KL Sentral, waktu tempuh sekitar 30 menit, dan tibalah di stesen Batu Caves, persis di sebelah lokasi wisata ini. Biaya KMT sekitar 2 MYR dan masuk area Batu Cave ini gratis.

Begitu keluar area stasiun, langsung terlihat patung hanoman setinggi 15 meter. Di area ini banyak monyet ekor panjang yang dengan gembiranya loncat kesana kemari. Seneng liatnya, tapi hati-hati sama barang bawaan ya sis!

























Dataran di depan patung Raja Murugan dan tangga menjulang di sebelahnya biasa jadi tempat perhentian pengunjung. Apalagi kalo bukan foto-foto landscape maupun selfie bareng patung dewa perang setinggi 100 meter ini. Hihi. Mungkin kayak saya, yang sempet mikir “naik… enggak… naik… enggak…”. Akhirnya sih enggak naik. Hahaha. Mungkin kalo ada kesempatan ke KL lagi, dengan waktu lebih longgar dan tubuh lebih fit, saya bakal ke atas!


Karena ini lokasi ibadah, jadi pengunjung juga diharapkan mengenakan pakaian yang sopan. Ada aturan tertulis untuk yang ingin naik tangga ke lokasi Batu Caves, di antaranya nggak boleh pakai celana pendek dan sandal. Pemandangan umat Hindu dengan pakaian India yang khas dan rambut yang dikepang rapi mendominasi di sini. Cantik-cantik dan semarak. Tentunya mereka tampak sehat dan segar, karena mereka ke sini (dan naik tangga bolak balik) 2 hari sekali. Tujuannya adalah beribadah di kuil yang ada di atas tangga.

Oh ya, di sebelah kanan tempat saya mengambil foto ini banyak burung merpati. Jumlahnya BANYAK, sampai-sampai kita harus waspada kejatuhan pup nya dari atas. Sebenernya lucu juga sih foto dikelilingi burung-burung. Tapi males juga yah kalo dikasih ‘bonus’. Hahaha.







Banyak hal (sebetulnya) yang bisa dieksplor di Batu Caves. Ada upacara keagamaan Thaipusam yang diselenggarakan tiap bulan Januari, ada berbagai patung di dalam Batu Caves yang belum saya lihat, sampai ngerasain hawa sejuk di ujung tangga setelah ngos-ngosan naik ratusan langkah. Semoga ada sesi jalan-jalan di Kuala Lumpur selanjutnya!


2 komentar

Hae neng. Ibu aku kelahiran 1962, ku ajak ke Batu Caves 2014 lalu. Percaya deh, Bu Lila semangat banget naik tangga ke goa yg banyak kera nya itu. Alesannya: Belum tentu taun depan bisa ke KL lagi.
Dan gue baru tau kalo itu namanya Raja Murugan. Karena gue dan Ibu nyebutnya malah Hanoman ;(

REPLY

Aduuuh jadi malu sama bu Lila. Kaki akuh emang lagi cedera, udah 2 bulan ini belum sembuh *banyak alasan *malu lu flo ama bu Lila hahahaha... Iyah, gue juga baru tau namanya setelah googling. Hehehe

REPLY

Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates