27 Oktober, 2015



Sukabumi memang jadi salah satu destinasi jalan-jalan singkat sekitar Jakarta. Kayak saya dan rombongan ibu-ibu kantor yang mengunjungi Parakan Salak, Sukabumi. Di tengah panasnya ibukota yang nggak kira-kira dan mata yang bosan lihat macet, akhirnya dapat sedikit asupan vitamin mata dan paru-paru, karena pemandangan hijau dan udara segar. Asheikk benerrr!

Awalnya saya dan Kiki (temen ‘seangkatan’) merasa agak kurang ‘pas’ berada di tengah ibu-ibu yang sudah puluhan tahun bekerja (sementara kami baru tahun lalu bergabung). Saya perkirakan, beberapa dari para senior ini bahkan usianya lebih tua dari ibu saya. Huaaaa. Dengan perbedaan era dan usia, apa bisa nyambung dan enjoy?

Jalan-jalan anti mainstream begini ternyata punya kesan berbeda, kontras jika kita pergi bareng temen seumuran. Apa tuh? Namanya juga ibu-ibu, semuanya sudah well-organized, teratur dan ‘terjamin’. Hahaha, iyalah, that’s what emak-emak are for! *dipelototin ibu-ibu*Tapi kalo dalam hal seru dan rame, ternyata sama aja dengan pergi bareng temen-temen seumur. Sama-sama rame dan berisik, sampe pegel ketawa :)

 bersama buibu, logistik pasti aman :D

Bangun sekitar jam setengah 6, saya dan Kiki langsung bersiap jalan pagi. Lebih tepatnya, jam setengah 6 kami (dengan berat dan mager) bangun, karena melihat ibu-ibu yang rata-rata udah pada seger dan siap jalan pagi. Eduun, padahal ibu-ibu pada begadang dan kita tidur duluan. Hahaha. Ya namanya juga anak-anak Sholehah yang dihadapkan dengan udara sejuk yah.

Ternyata banyak hal yang bisa saya petik (tsahh petik) dari perjalanan lintas generasi ini. Salah satunya adalah ibu-ibu senior yang semangatnya membara banget buat jalan pagi! Saya dan Kiki yang masih kinyis-kinyis aja lumayan capek jalan kaki menanjak berbatu dan kadang-kadang licin. Eh para buibu pada semangat 45. Dan ada lessons learned lain, yaitu: rasa kekeluargaan yang lebih erat. Berhubung ada beberapa ibu-ibu yang sudah sepuh, jadi rombongan saling membantu dan sigap jika ada yang kesulitan. 


Oh ya, kami menginap di rumah salah satu ibu-ibu dari bagian SDM. Tempatnya bersih, enak dan nyaman sekali. Di bagian depan ada sebuah pelataran tak bersekat, langsung menghadap ke desa dan lingkungan sekelilingnya. Di situ kita bisa apapun: ngobrol, makan, games, sholat, curhat, ngopi, sampai boci (bobo ciang) karena udaranya semilir adem. Jalan sedikit, kita sudah sampai di kawasan kebun teh, kebun pisang, sawah, hingga aliran sungai. Asik ya!

 Flora & Kiky. Ahoyy!

Satu lagi yang nyenengin dalam agenda jalan-jalan bersama buibu ini. Belajar keterampilan tangan alias D-I-Y (do-it-yourself) secara hrateys dan peralatannya sudah kumplit tinggal dieksekusi. Saya belajar bikin smartphone case dengan motif yang SAYA BANGET (Flora = bunga) *pecinta bunga-bunga garis keras*. Sekitar 2,5 jam belajar dengan mamah Dedeh, eh bu Dedeh, akhirnya berhasil bawa oleh-oleh ilmu dan casing baru :’)


Jadi… ternyata nggak ada salahnya jalan-jalan dengan orang-orang baru di luar inner-circle kita. Tetep seru dan heboh! Lain kali asyik juga jalan-jalan ke Parung Kuda, Sukabumi lagi. Jangan lupa masukin Situ Suka Rame dan kota Sukabumi dalam list destinasi!

Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates