23 Oktober, 2015



Foto: Rumahuk.com

Dari zaman masih jadi reporter kuliner beneran, saya sebenernya sudah mengantongi nama Rumah Huk sebagai salah satu lokasi liputan incaran. Tapi entahlah, karena jauh dari kantor (di Warung Buncit) dan juga tidak searah dengan arah berangkat ke kantor, jadinya nggak kesini-sini. Akhirnya jadi mampir juga, karena lokasi kantor sekarang yang nggak terlalu jauh (di kawasan Tugu Tani). Tujuannya kini buat makan siang biasa, bukan buat liputan :D


Berbekal arahan dari mbak-mbak Waze, sampailah saya dan Dita, teman kerja, di Rumah Huk. Tempatnya cukup menarik, mengingat sekelilingnya adalah kawasan Cempaka Putih yang padat hunian dan toko. Di sini ada area smoking (di luar) dan non smoking (di dalam). Tadinya kami mau duduk di luar, kayaknya lebih terang buat foto-foto, dibanding di area dalam. Tapi kok kayaknya panas, dan banyak juga yang lagi ngerokok. Akhirnya duduk di dalem sajaaa.

Konsepnya seperti di taman, kursi duduknya mirip kursi di taman dan banyak detail ornamen bunga. Cocok buat ke sini bareng teman, pasangan ataupun keluarga, karena kapasitas ruangan yang cukup banyak, parkir yang enak dan variasi menu nya banyaaak. 


 Apa aja sis, pilihan menu nya? Aneka pasta, makanan ala Chinese, sushi khas Jepang, steak, ada semua. Harganya lebih murah dari kafe/resto di mall tentunya, tapi buat kelas cafĂ© di kawasan pemukiman, sedeng sih. Kami memesan Kwetiau goreng, chicken steak crunchy, juga Japanese bagel tempura roll. Gimana rasanya?

Kwetiaw goreng (Rp 21.500) cukup enak. Gurih, manis, enak dan tekstur kwetiawnya pas. Okeh. Untuk chicken steak crunchy (Rp 19.500), memang betul renyah dan enak. Hanya agak gengges di bagian saus di atasnya, terlalu banyak dan terlalu gurih. Saya malah lebih suka setup sayurannya, gurih dan masih krenyes-krenyes.


Japanese bagel tempura roll (Rp 35.000) ini yang agak bikin sedih. Bagian luar yang digoreng bikin rasa khas dari nori tidak tercecap, begitu juga isian ikan salmon di dalamnya. Jadi serasa ngunyah gorengan, padahal ada nori dan ikan yang enak. Tepung di luarnya juga keras. Plus saus coklat (mungkin saus teriyaki/bbq, CMIIW) yang rasanya terjejak agak pahit, banyak pula. Dan satu lagi, wasabi yang tidak terasa sensasinya.

Sedikit kabar baiknya adalah, sushi ini harganya Rp 35.000 aja dan terdiri dari 9 potong. Kenapa bisa 9 potong, bukan 8? Karena lingkaran sushi nya kecil, potongannya mini.

Hiks, agak gimanaaa gitu kalo udah cari makan siang yang agak ‘niat’ tapi makanannya kurang bikin perut saya bahagia. Untungnya Rumah Huk punya tempat yang cukup enak buat ngobrol-ngobrol. Berniat balik lagi? Boleh aja, nyobain pasta dan Chinese food (nasgor/kwetiaw/mie goreng). Semoga menu yang lain lebih menyenangkan lidah :)

Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates