11 Januari, 2016



Café D’ Pakar kini jadi salah satu kafe hits di Bandung. Tidak seperti tempat makan lain di kawasan Dago Atas yang umumnya terletak berdekatan, Café D’ Pakar ini letaknya sendirian. Nggak punya tetangga. Karenanya, mungkin lokasi Café D’ Pakar sedikit membingungkan untuk yang baru sekali ke sini, ataupun belum pernah ke Tebing Keraton. Nah, mudah-mudahan informasi di postingan ini bisa membantu :)

Secara garis besar, CafeD’ Pakar berlokasi di jalan menuju Tebing Keraton. Jadi ikuti saja informasi ke Tebing Keraton, insya Allah ketemu. Lokasinya di sebelah kiri jalan. Nah, Tebing Keraton ini juga persis melewati Taman Hutan Raya jalan Ir. H. Juanda Bandung (Tahura). Sebagai ancer-ancer, kalau dari Tahura ke Tebing Keraton jaraknya sekitar 4,9 KM. Naah, dari Tahura ke Café D’ Pakar kurang lebih setengahnya, yaitu 2, 6 KM.


Panduan perjalanan dari arah McD Simpang Dago kurang lebih seperti ini:
  • Dari McD Simpang Dago lurus terus ke arah Sheraton sampai melewati Terminal Dago.
  • Tidak jauh dari Terminal Dago, ada jalan bercabang. Yang ke kiri menuju Dago Giri, yang ke kanan ke arah Bukit Dago Pakar. AMBIL YANG KANAN.
  • Dari sana beberapa ratus meter ada cabang lagi. Yang kiri ke Dago Bengkok. Yang kanan masih ke arah Bukit Dago Pakar. AMBIL YANG KANAN.
  • Beberapa ratus meter dari sana, dekat Indomaret di sisi kiri jalan, ada belokan ke kiri ke arah Tahura (Taman Hutan Raya) Ir. H. Juanda. BELOK KIRI. Kalau lurus terus nanti bablas ke daerah cafe-cafe seperti belokan ke Sierra, dan Stone Cafe.
  • Jalanan menanjak beberapa ratus meter, di sebelah kiri ada gerbang masuk dan tempat parkir luas untuk Tahura, masih lurus terus.
  • Tidak jauh dari sana ada jalan bercabang di dekat warung. Jalanan ke kanan ada tulisan Bukit Pakar Utara. BELOK KANAN.
  • Dari sini jalanan makin menanjak. Di awal, jalanannya rapi sudah di aspal/beton. Namun setelah melewati area rumah-rumah besar, jalanannya akan makin menanjak dan berbatu dengan hutan di sebelah kiri.
Informasi ini saya copas dariBlog Pergi Jauh, dengan sedikit penyesuaian.

Pengalaman saya dan teman seperjalanan, di titik tertentu kami ngerasa “eh? Ini jalanannya bener kan nih?”. Pasalnya jalan sudah semakin menanjak, berbatu dan jauh, tapi kok nggak ada tanda-tanda keramaian. Hehehe, agak kurang lazim aja kalau kita jalan sejauh itu untuk ke sebuah ‘tempat makan doang’. 2 KM tapi medan jalannya seperti itu kan agak pe-er juga ya. Hihi. Tapi memang ternyata kami yang kurang sabar, karena ternyata Café D’ Pakar jaraknya tinggal beberapa ratus meter lagi. Dan tempatnya memang indah! :)

Oh ya, sebagai informasi, Café D’Pakar ini tutup di jam 18.00 dengan last order sekitar jam 16.30. Salah satu alasannya karena kondisi jalan yang kurang memadai untuk berkendara malam hari, jalanannya berbatu, naik turun, nggak ada lampu jalan dan nggak ada pembatas di sisi jalannya. Hmm, kayaknya kalo malem-malem lewatin jalan ini hitungannya bukan mau wisata/hang out lagi, tapi uji nyali. Hehehe.

Okaiihh, selamat jalan-jalan!


-------

Ulasan tentang Bandung lainnya:
Mengunjungi Tebing Keraton Naik Motor -- klik di sini
Petualangan Deg-degan Makan Malam di Punclut -- klik di sini
Lebih Dekat dengan Hewan Buas di Kebun Binatang Bandung --  klik di sini
Makan Malam Ala Mahasiswa di Warung Misbar -- klik di sini
Lihat Pembuatan dan Pengolahan Tahu Lembang -- klik di sini
Belanja di Pasar Buah Lembang, Lengkap dan Segar! -- klik di sini
Ke Observatorium Bosscha, Jadi Inget Petualangan Sherina -- klik di sini

3 komentar

Tengkyu byk buat infonya mba febri. Waduh pdhal sy kpingin bgt loh kesana. Klo dr bukit indah ciumbeluit brp lama y klo naik taxi.

REPLY

slm knl mba..sy mau tanya, kl kesana pakai mobil matic dgn kondisi jalanan begitu kira2 bisa tdk ya mba ?

REPLY

slm knl mba..sy mau tanya, kl kesana pakai mobil matic dgn kondisi jalanan begitu kira2 bisa tdk ya mba ?

REPLY

Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates