31 Juli, 2016













Selain kisah bahagia dan senang dapat beribadah ke Tanah Suci, banyak juga kisah sedih dengan kerugian moril dan materil. Dari yang dijanjikan berangkat tapi gak berangkat-berangkat, ataupun uang yang dibawa lari. Efeknya sedih, malu, marah, dan lainnya. Karenanya, penting banget untuk memilih biro umroh yang amanah. 

Tulisan ini adalah hasil berbagi cerita dengan sesama jamaah umroh, cerita teman-teman, dan tentunya pengalaman saya dan keluarga. Kami mendapat pelajaran berharga saat menemukan banyak kejanggalan saat merancang keberangkatan umroh pertama kali (sempat saya tulis di artikel sebelumnya). Alhamdulillah tetap bisa berangkat dengan travel umroh lainnya. Jadi mudah-mudahan ini bisa bermanfaat untuk teman-teman yang berkeinginan ke tanah suci, maupun yang sedang merencanakan ibadah umroh yaaa...


1. Pastikan Biro Umroh Sudah Memiliki Nomor Izin Kementerian Agama

Sudah mengantongi beberapa nama biro umroh yang potensial? Selanjutnya adalah memastikan biro umroh tersebut sudah punya izin resmi dari Kemenag. Mengeceknya mudah, tinggal tulis nama biro umroh ataupun cek nomor izin nya di situs Kemenag (ini link nya). Pastikan jika izin nya dimiliki oleh biro umroh tersebut, bukan numpang izin atau numpang nama. Misalnya saya waktu itu menggunakan biro umroh Patuna. Saat saya ketikkan di website, langsung keluar nama PT Patuna Mekar Jaya. Pengalaman saya berurusan dengan pengelola perjalanan umroh abal-abal, mereka mengatasnamakan ‘konsorsium’ atau numpang izin dengan biro umroh lain, yang ternyata ketika saya cross-check, tidak reliable.



2. Biro Umroh Punya Kantor Resmi

Ibadah umroh juga adalah tentang amanah dan rasa percaya. Dua hal ini bisa didapat salah satunya dengan berkunjung ke kantornya, bertanya mengenai programnya, sekaligus melihat profesionalitas si biro umroh. Apakah kantornya ‘hidup’, terlihat aktivitasnya, bukti pendukungnya siap (misalnya itinerary, koper dan keperluan ibadah, brosur, foto-foto perjalanan sebelumnya, dll). Bukan kantor yang di ada-ada in. Ini penting karena promosi perjalanan umroh sudah masuk di kegiatan arisan, pengajian dan lainnya.


3. Rekomendasi Teman dan Kerabat

Ini penting juga untuk rasa aman dan gambaran perjalanan. Berhubung ini perjalanan mahal, rasanya teman, saudara atau kerabat dekat akan menyampaikan pendapat jujur tentang pengalamannya berumroh. Kalau puas tentu akan direkomendasikan, kalau sebaliknya pasti akan diceritakan juga. Jadi informasi mengenai kesan-kesannya bisa dipercaya.

Namun pastikan rekan yang memberi rekomendasi adalah yang sudah pernah betul-betul berangkat dengan biro tersebut, bukan ‘katanya’ orang lain. 


4. Pilih yang Sudah Punya Nama Besar dan Berpengalaman

Bersambung dari poin 3, kebetulan orang tua sahabat saya umroh dengan biro perjalanan yang juga saya pilih (Patuna). Pertanyaan saya hanya satu: Ada keluhan fatal, nggak? Dan dijawab tidak. Saya mendaftar umroh sekitar H-24 hari, kurang dari sebulan (posisinya sudah punya paspor dan buku kuning). Pelayanannya bagus, cepat, responsif dan real time. Biro umroh yang punya nama sudah memiliki sistem yang rapi dan pelayanannya profesional














5. Tokoh Agama adalah Nilai Plus, tapi Harus Tetap Kritis Sebagai Pembeli

Hehehe, ini adalah pengalaman pribadi ‘dikerjain’ oleh seorang tokoh agama. Meskipun ini adalah perjalanan spiritual, tapi bukan hanya pemahaman tentang ibadah yang perlu dimiliki, tapi juga profesionalisme. Termasuk di dalamnya: manajemen waktu yang baik, informasi yang bisa dipertanggungjawabkan, juga: bukti transaksi jual beli yang sah (!) 

Bayangkan, misalnya kita membeli smartphone. Tentunya kita akan berangkat ke toko penjualan yang resmi dan terpercaya. Iyalaah, smartphone kan nggak murah, jadi diharapkan barang yang dibeli sesuai dengan harapan dong. Kemudian bertanya dan mengetes tentang segala fiturnya ke sales yang paham betul tentang handphone, kemampuan memori, kamera, layar, juga bertanya aftersales nya bagaimana dan meminta garansi dan bukti pembayaran yang sah. 

Bagaimana dengan umroh yang harganya belasan, dua puluhan, bahkan lebih dari Rp 30 juta? Tentunya kita harus ekstra waspada. Sebagai customer, maka kita punya hak untuk bertanya banyak hal ke penyelenggara, terlebih untuk rancangan program yang belum kita pahami atau ada yang mengganjal. 

Naaah, berkaca dari pengalaman saya dulu, dan juga cerita jamaah lain, kami menjadi agak sungkan karena marketing atau penyelenggaranya adalah ustad yang kami kenal. Rasanya kok gak enak yaa terus menerus ganggu dan banyak nanya, kesannya jadi kayak curiga atau nggak percaya. Iyalah, wong pas saya nanya-nanya, dijawab kurang lebih begini: jamaah kami kebanyakan jamaah loyal, yang sudah tahu layanan kami bagaimana dan nanti terima beres. FYI, itu pas saya tanya tentang bukti sah pembayaran, dan posisinya kami sudah setor uang puluhan juta. Yakaaan hati jadi ser-seran kok jawabannya begituuu… Intinya sih bedakan antara posisi guru dan murid dengan penjual dan pembeli.

Eh, poin ini panjang banget ya. Hahahaha maap.


6. Biaya yang Transparan, Bukti Sah Pembayaran

Saat diberikan harga, jangan lupa tanya dan catat mengenai detailnya. Apakah airport tax, handling bandara, koper seragam ihrom, ruang tunggu dan manasik umroh sudah termasuk di dalamnya? Ini supaya kita nggak kaget ataupun lupa, kalau ternyata masih ada biaya tambahan yang harus kita keluarkan. Jangan lupa untuk selalu cermat membaca dan menyimpan bukti pembayaran. 


7. Kepastian Berangkat dan Akomodasi

Biro umroh yang profesional pasti sudah punya timeline yang rapi dan detil. Dari jadwal manasik dan pengambilan keperluan umroh, juga kapan ada kepastian penerbangan dan hotel apa yang akan digunakan. Kan sediih kalo di PHP in, dengan informasi “pesawat xxx airline/setaraf, dan hotel xxx/setaraf”. Hasil ngobrol dengan orang biro umroh, ‘setaraf’ itu bisa jadi karena belum dapat hotel atau penerbangan yang fix.

Alhamdulillah, kalau biro umroh saya dari mulai awal buka website sudah transparan programnya tanggal berapa, berapa harganya, kita akan naik maskapai apa dan hotelnya dimana. Meskipun tidak terlalu menggembirakan karena pakai transit dan turun pesawat di Jeddah plus hotelnya agak jauh tapi dari awal kami sudah tahu itulah yang kami bayarkan. 

---

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi yang sedang berikhtiar untuk dapat berangkat ibadah umroh. Daaan supaya tidak ada lagi praktek tipu menipu dan merasa dirugikan. Ada tambahan/komentar? Yukk dibagi :)


Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates