19 Oktober, 2016

Foto: businterchange.net

Susah nggak sih, naik kendaraan darat menuju Malaysia dari Singapura? Ih enggak kok! Asal rencana perjalanan sudah dipersiapkan, insya Allah gampang aja menuju negaranya Upin Ipin dan Boboiboy (yailaah taunya itu doang). Saya bersiap dari tengah Singapura sekitar jam 5 sore, dan pukul 3 dinihari sudah tiba di Terminal Bersepadu Selatan. Ini cara yang paling ekonomis, dan per orang biayanya nggak sampai Rp 150.000 ke Kuala Lumpur. Hyukk simak cerita detilnya, ceu!


Dengan kaki pegel dan bahu somplak, saya dan adik tiba di stasiun Raffles Place Interchange untuk kemudian naik MRT jalur merah (North South Line) ke Stasiun Kranji. Apaaaaa, Kranjiiiii? Kranji itu kan stasiun deket rumah akuuh di Bekasiii…. Sudah jam 5 sore, mungkin sudah jam pulang kantor. MRT cukup ramai, tapi nggak sesak. Betis yang gemetar sebetulnya pengen banget diajak duduk. Tapiii ini Singapura, bukan Manggarai…. Tidak banyak aksi hibah-menghibahkan kursi kepada yang (dianggap) lebih membutuhkan. Penumpang akan berdiri jika sudah mau turun, dan saya yang sudah berminyak dan pucat ya tetep aja berdiri. Ketika akhirnya dapat duduk, huaaaah, pengen sujud syukur. Setelah kurang lebih 1 jam, akhirnya kami tiba di Stasiun Kranji.




Ciyeeee udah sampe Kranji! tinggal 10 menit lagi sampe rumah...

Kami melangkah ke luar, dan kemudian mengikuti arahan untuk ke tempat perhentian bus. Ternyata ada 2 antrian, yang kiri disebut ‘bus merah’ dan kanan disebut ‘bus kuning’ atau Causeway Link. Antrian bus merah jauuuh lebih panjang, namun bus nya lebih sering datang. Karena sejak awal saya dapat info untuk naik Causeway Link, jadilah saya menunggu di antrian kanan. Sempat tanya ke petugas bus, seorang bapak Chinese yang sepuh, tapi saya gak paham beliau bilang apa. Hihihi. Pokoknya saya patuh ajalah sama itinerary, plus nanya dikit ke makcik-makcik yang juga antri.

Bus pertama datang, namun saat giliran kami naik, saya berhenti. Nooo, saya nggak bisa berdiri di bus dengan kaki sudah pegal sekali. Saya memutuskan untuk naik bus selanjutnya saja. Setelah total menunggu hampir 1 jam, akhirnya bus Causeway Link kedua datang dan saya langsung duduk. Biayanya untuk sampai terminal Larkin di Johor Bahru adalah 1,5 SGD. Setelah membayar di kotak mirip celengan, jangan lupa untuk langsung menengadahkan tangan untuk meminta bukti pembayaran. Bukti bayar inilah yang akan dipegang selama transit 2x naik bus supaya nggak bayar dobel.





Sekitar 20 menit kemudian, bus memasuki sebuah area yang mirip seperti terminal. Antrian bis banyak sekali, juga mobil dan motor di pintu lainnya. Semua penumpang turun, sayapun ikut turun. Ohh, mungkin ini yang namanya Woodland Checkpoint! Herannya semua orang terasa jalan sambil setengah berlari. Saya yang merasa tidak harus buru-buru jadi ikut ritmenya. Saya memang sudah baca jika di checkpoint ini diharapkan nggak lama-lama karena akan naik bus lagi, tapi kaaaan katanya kita bisa naik bus Causeway Link mana ajaaa, nggak perlu yang persis tadi dinaikiii?

Kemudian saya antri imigrasi. Suasananya ramaiiii sekali. Pusing juga melihat sedemikian banyak orang, baru jalan cepat dan kondisi tubuh terasa drop. Entah kenapa, paspor saya dan adik saya diperiksa lebih lama dibanding orang lain. Entah karena di dalamnya ada visa ke Arab Saudi, ada surat vaksin meningitis, paspor saya yang akan habis 8 bulan lagi, atau alasan lainnya. Kan nyebelin yak, bikin deg-degan. Hahaha.


Sementara bus dan kendaraan pribadi antri masuk, penumpangnya seperti laler di atas gado-gado berhamburan jalan kaki setengah berlari ke arah Woodland Checkpoint
Foto: www.tnp.sg

Okeee, imigrasi Singapura beres, lalu antri bus lagi. Ternyata tiap antrian ada nomor kode nya, dan saya yang akan kembali naik Causeway Link menunggu di barisan paling kanan. Saya sempat salah antri, tapi masih di antrian belakang. Kebayang kalo nggak langsung ngeh, bisa-bisa kita mundur jauuuh lagi antriannya. Padahal antriannya panjang sekali!

Karena dari Kranji sudah naik Causeway Link (bis kuning), maka sampai tiba di tujuan akhir akan terus naik bis ini. Tidak harus bus yang sama, yang penting Causeway Link mana saja yang tersedia. Yang penting karcisnya terus dipegang. Beberapa menit kemudian sampailah di CIQ checkpoint Johor Bahru. Di sini sudah lebih selow, imigrasi juga biasa aja, paspor saya nggak dipelototin seperti saat keluar masuk Singapura. Dari sini, jalan lagi ke area bus, dan lagi-lagi menunggu bus Causeway Link. Sekitar 20 menit kemudian sampailah di terminal Larkin.

Melihat modernnya wilayah Johor Bahru, kaget juga ternyata terminalnya ala-ala Pulogadung jaman dulu. Gelap, banyak calo dan nggak tertib. Saya ingat teman saya di KL terbiasa naik bus Transnasional, sayapun langsung ke loketnya. Ternyata bus baru ada jam 24.00, sementara sekarang baru jam 20.30. Abang-abang di depannya bilang, mau yang jam 21.30? Ada kok! Harganya sama dengan Transnasional, RM 35. Okeeee, saya beli 2 tiket. Tapi sesaat kemudian baru sadar ini adalah calo. Kami membayar di loket bus Seasons, tapi tiket yang kami pegang bertuliskan nama bus lain. Harga tiket tertulis RM 40, tapi abangnya bilang “disamakan saja, 35 ringgit ya kak”. Edaaaan. Saya yang capek berat jadi ngedumel. Hahahaha.


Bus-busnya memang oke... tapi manajemen di terminalnya haduuuh...
Foto: www.busticketonline.com

Saya jadi ingat banyak review di Trip Advisor tentang pengalaman naik bus di Larkin. Ada yang sudah beli tiket di busticketonline.com, dia beli tiket bus A, eh pas di Larkin bus A nggak ada, jadilah dia dioper. Masih mending dioper, ada juga yang harus bayar lagi. Ada lagi keluhan bawa bus nya ugal-ugalan dan berbagai pengalaman nggak enak lainnya. 

Begitu juga dengan saya, ternyata bus yang dijual oleh abang calo adalah bus dengan tujuan lain, bukan ke Terminal Bersepadu Selatan (TBS). Untungnya nggak Cuma saya, ada banyak calon penumpang yang termakan rayuan calo seperti saya, dan mereka lebih ‘bersuara’ alias marah-marah. Hahaha, tugas saya sudah lebih ringan, karena saya juga bingung kalo disuruh ngomel di sana.

Akhirnya…. Pihak bus mau tanggung jawab dengan menaikkan kami di bus dengan merk lain. Untungnya bus ini cukup nyaman, tempat duduknya 2 – 1, lega dan ada sandaran betisnya. Rasa capek yang menumpuk, lelah, kaki sakit, badan lengket belum mandi, muka jelek, plus saya melakukan hal yang haram dilakukan saat liburan: buka email dan bales whatsapp tentang kerjaan. Hahahaha. 

Bus yang cukup nyaman membuat saya tidur nyenyak selama beberapa jam, sampai akhirnya tiba di TBS jam 03.00. Ketika bangun, lhooooo kok sakit di kaki dan bahu hilaaaang! Alhamdulillah…. Setelahnya saya dijemput teman untuk singgah sebentar di rumahnya di dekat Stadion Bukit Jalil. Dari TBS juga mudah sekali ke KL Sentral, ada stasiun khusus di sebelahnya. TBS ini juga cukup terang dan bisa dimanfaatkan untuk rebahan, sikat gigi dan cuci muka. Selanjutnyaaaa, siap menjelajah Kuala Lumpur!

-----------------------

Jadiii kesimpulannya:
Dari Singapore ke Larkin: SGD 1,5
Dari Larkin ke Terminal Bersepadu Selatan: RM 35
Total: kurang lebih Rp 130.000 per orang


Rute: Terminal Kranji SG – Woodland Checkpoint – Johor Bahru Checkpoint – Terminal Larkin - Terminal Bersepadu Selatan MY 

Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates