30 November, 2016



Kuala Lumpur cukup banget dikunjungi dalam waktu sehari. Transportasinya yang mudah dan terintegrasi membuat wisatawan jadi gampang kemana-mana! Jadii, bisa kemana aja kalau cuma punya waktu sehari di Malaysia? Simak yuks!



Oktober lalu, saya dan adik baru saja ngetrip bareng ke Singapura, lanjut ke Malaysia. Totalnya 4 hari 3 malam, dengan urutan: Kamis malam naik pesawat dan bobok di Changi, Jumat keliling Singapura, lalu malamnya tidur dalam perjalanan ke Malaysia, hari Sabtu keliling Kuala Lumpur, lalu tidur di hotel, barulah minggu siang kami pulang ke Jakarta. Eh, Bekasi. Hahaha.

Kami tiba di Terminal Bersepadu Selatan jam 3 dinihari. Tidak berapa lama, teman saya yang tinggal di Kuala Lumpur, Bima, menjemput kami untuk sekedar rebahan sebentar menunggu pagi di rumahnya di kompleks apartemen depan Stadion Bukit Jalil. Rencananya, jam 6 kami sudah akan cabut ke hotel. Nyatanya, kami kebablasan dan baru bangun setengah 8 pagi! Hedeeh, beginilah kalo fakir kasur, 2 hari tidur ga bener, sekalinya tidur sempit-sempitan di kasur busa susah bangun! Padahal Bima harus jemput istrinya, Cindy, jam setengah 8 pagi di KL Sentral. Hahaha.


Naik Batu Cave

Dari KL Sentral, kami naik LRT ke Masjid Jamek. Selanjutnya, kami check in di hotel YY 48, jalan Tun Perak. Alhamdulillah, boleh early check in tanpa tambahan biaya. Uhui banget deh ah mbaknya! Di itinerary, seharusnya kita langsung cabcyus ke Batu Cave. Tapiii, karena kami ketemu kasuuur, jadilah satu jam gegoleran dulu. Akhirnya jam 10 kami berangkat ke Batu Cave dengan rute naik LRT Masjid Jamek – KL Sentral (1 stasiun), lalu naik KTM Komuter Train ke Batu Cave. Enak banget ya di Singapura dan KL, transportasinya on time dan banyak! *Kesaksian anak KRL Mania yang sering diberi ketidakpastian oleh jadwal KRL Bekasi Jakarta ouoo….

Perjalanan cukup nikmat karena (lagi-lagi), kami molor di jalan. Iyeah, kami memang molor-able. Tapi gapapa, buat saya itu nilai plus, karena ketika sampai tujuan, mata akan mencrang, energi joss tanpa lemes ngantuk. Apalagi saya punya wishlist naik ke atas Batu Cave! Maklumlah, saya punya masalah di kaki kiri, tahun lalu ke sini masih parno takut kenapa-napa kalo naik, terus ngerepotin temen-temen deh. Tapi sekarang saya yakin, karena saat itu nggak nyeri, enak aja kaki diajak jalan (padahal sebelumnya udah seharian keliling Singapura sampe gempor), plus ada adek saya yang bertanggung jawab kalo kakaknya kenapa-kenapa. Hahaha.



Saat kami datang, Batu Cave sedang dalam renovasi. Jadi kotor, berdebu, banyak tukang bangunan. Sudah bisa ditebak, perjalanan ke atas Batu Cave saya lalui dengan tersendat-sendat. Istirahat tiap 5 anak tangga, hahaha. Agak heran, banyak banget embak-embak naik dengan pakaian mini dan sepatu heels. Busetdah mbak, kekuatan betisnya perlu diacungi jempol! Dan oh, yang saya sesalkan juga, di tangga banyak sampah. Dari daun, plastik, sampai kulit pisang! Serem banget, karena itu kan di tangga. Gimana kalau kepleset? Heboh deh dunia persilatan.

Akhirnyaaaa sampe juga di atas Batu Cave… istirahat sebentar, ambil nafas, selfie, foto, dan mengamati bagian dalam Batu Cave. Kalau sudah selesai di renovasi, pasti makin keren! Kami juga sempat masuk ke area Dark Cave, tapi nggak sampai ikut tur nya. Alasannya karena bau dan gelap! –yahelah namanya juga Dark Cave chooooy- Kalau di bawah Patung Murugan banyak burung dara, di atas Batu Cave banyak banget monyet. Jadi hati-hati dengan barang bawaan, ya!


Foto-foto di Petronas (Twin Tower)

Yhaaa nggak afdol lah yaa ke KL nggak foto di Petronas. Dari Batu Cave kami naik KTM Komuter Train lagi ke KL Sentral, dilanjut makan siang dulu di KL Sentral. Selanjutnya, naik LRT ke KLCC. Poto-poto lagiii….

Makan siang di KL Sentral. Nasi cumi dan nasi ayam. Plus Chatime original ukuran besar. 
total makan siang kami sekitar RM 30

 Mandatory selfie buat kirim ke orang rumah


Beli Oleh-oleh di Pasar Seni/Central Market

Setelah foto-foto sampe bosen, selanjutnya kita cari oleh-oleh. Ini nih yang paling bikin lama, bikin galau dan bikin dompet langsung tipis! Hahaha. Saya kebiasaan banget, kalau pergi ke suatu tempat suka mikirin oleh-oleh untuk orang berbeda. Mama dikasih apa? Ponakan? Keluarga si abang? Temen kantor? Daaan lainnya… Oleh-oleh yang dibeli adalah sandal lembut motif Cina, tempat tisu, kaos, kaca lipat bordiran, dan syelaluuu, gantungan kunci. Saya malah gak beli apa-apa… Hehehe. Alhamdulillah gampang nawarnya, pake cara nawar ala Tanah Abang!

Dari Pasar Seni, kami jalan kaki balik ke hotel, sekitar 300 meter. Kaki sudah terseok-seok pegal hahaha. Lalu mandi, ganti baju, sholat, dan kemudian siap-siap akan dijemput Bima dan Cindy naik mobil untuk jalan-jalan ke Putrajaya!



Jalan-jalan Lihat Gedung di Putrajaya

Sebagai WNI yang udah lama berlabuh tinggal di Kuala Lumpur, Bima semangat banget mau ngajak kami ke Putrajaya. Waktu tempuh dari Kuala Lumpur ke Putrajaya sekitar 40 menit lewat jalan Tol. Aduh, biar katanya deket banget sama Indonesia, nggak jauh beda sama negara kita, tapi kelancaran jalan dan sistem transportasi yang tertib kayak begini yang aku dambakaaan….



Seneng banget ada di Putrajaya ini! Putrajaya adalah komplek bangunan pemerintahan Malaysia, bangunannya bagus, megah, rapi, terawat dan sepoi-sepoi… Sungainya lebaaar dan bersih. Jalanannya juga bersih banget dan lengang. Sambil menunggu waktu Maghrib, kami makan laksa dulu di sebuah warung pengkolan. Habis itu cuuus sholat di Masjid Putra. Masjidnya bagus dan pinky! Di bagian depan Masjid ada seperti alun-alun, ada penyewaan motor dan mobil mini, anak-anak naik sepatu roda, dan lainnya. Di alun-alun ini kita bisa foto dengan latar Perdana Putra, atau kantor Perdana Menteri Malaysia.

Naah, ini dia yang ditunggu, foto-foto di jembatan Putrajaya! Gak pake malu karena nggak banyak orang ngeliatin di sini. Kalopun pada minggir, pada tertib dan nggak kepo.













Restoran RSMY, The Best Cheese Naan and Briyani

Awww ini nagih banget! Nyobain cheese naan yang double cheese, lembut empuk dengan keju mozzarella yang mulur gurih. Biasanya sih dicocol dengan kuah kari, tapi kami-kami ini memadukan cheese naan dengan susu kental manis. Ih yaampun, nikmat abbeys! Satu cheese naan ekstra keju yang hangat dan fresh from the oven harganya RM 8,5, berisi 4 potong. Ini review dan alamat lengkapnya!



Sate Celup Seberang Intercontinental Kuala Lumpur

Masih kurang, sodara-sodaraaaaa? Jam 10 malam kita lanjut lagi makan sate celup. Lokasinya di seberang hotel Intercontinental, jadiii, boleh lhooo kita posting di socmed sambil bilang “Late dinner at Intercontinental Kuala Lumpur” – padahal mah di seberang saaaay- .




Setiap tusukan punya harga beda-beda, dan variannya banyak banget! Setelah memilih tusukan yang diambil, selanjutnya dicelup ke dalam rebusan air yang menggolak. Setelah dirasa sudah matang, lalu diberi saus cocolan deeh. Saya prefer ambil sayuran dan makanan yang sudah diolah dibanding yang mentah-mentah. Karena sudah isi perut, kami makan dengan porsi mayu-mayu alias sedikit. Asli lho, adek saya yang makannya Portugal (porsi tukang gali) aja Cuma ambil beberapa tusuk. Beda banget sama kokoh-kokoh depan kita, dia nggak duduk. Kegiatannya adalah mengambil, mencelup, and repeat, mengambil, mencelup. Kayaknya belum makan 3 hari nih orang. Oh iya, soal harga, aku lupaaa, karena dibayarin Bima. Hahaha. Thanks to Bima Cindy si penganten baru!

 -------


What a very tiring day! Tapi seneeeeng banget berkesempatan jalan-jalan di negara orang. Mudah-mudahan segera ada waktu dan kesempatan plesiran hemat lagiii… By the way, kalau dirupiahkan, pengeluaran kami selama di KL sekitar Rp 700.000 sampai tiba di KLIA (termasuk oleh-oleh, makan, transportasi berdua, diluar hotel dan tiket pesawat).


Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates