16 November, 2016


 Sumber foto: Twitter Kokoreaan

Sebagai tukang jajan yang hobi mampir, warung tenda Kokoreaan bikin penasaran. Berlokasi di kawasan Matraman, di warung tenda sederhana namun eye catching. Menyajikan berbagai menu khas Korea yang pastinya nggak aneh lagi buat anak muda pecinta pelem Korea ataupun follower akun-akun kuliner terkemuka. Gimana rasanya? Gimana harganya? Yuks simak reviewnya!

Akhirnya ada juga kesempatan nyicip bibimbap dan juga tteokbokki di Kokoreaan. Sore itu saya janjian sama si abang untuk pulang bareng. Plus sudah lama saya ngajak doi nyoba Kokoreaan ini tapi belum ada kesempatan. Hokeh, jadilah kita makan malam di sini.

Dari kantor saya di Menteng, saya naik Limo. Bukan Limousine, tapi limo kosong duo alias Kopaja Kampung Melayu – Tanah Abang. Turun di pertigaan Slamet Riyadi Matraman deh. Kalau nggak salah ingat, lokasinya ada di sebelah kiri kalau dari arah Salemba ke Jatinegara. Eh tapi kok sore itu nggak ada? Ternyata lokasinya ada di seberangnya, dari arah Jatinegara ke Senen, persis di bawah tangga halte Transjakarta ‘Slamet Riyadi’. Entah deh, mungkin lokasinya pindah atau memang pindah-pindah?



Menu nya cukup menarik, menu khas Korea yang sudah akrab di lidah, dan di mix lagi dengan bahan lain. Misalnya ada ramen, topokki sosis/carbonara, bibimbap, bulgogi, japchae, juga ramyun. Menu Korea andalan yang biasa saya pilih adalah tteokbokki/toppoki dan juga bibimbap. Saya menghindari ramen, kecuali di lokasi yang memang specialty nya ramen. Kenapa shay? Soalnya saya suka bete kalo mi nya nggak istimewa, mirip-mirip indomie doang, hehehhe.

Bibimbap pesanan saya diantarkan sekitar 5 menit kemudian. Tidak ada mangkok batu panas, melainkan di mangkok plastik. Terdiri dari nasi, wortel rebus, jamur, potongan sayur, labu, daging dan saus. Di tengahnya ada telur mata sapi. Kemudian seperti biasa, diaduk lalu dimakan. Rasanya enak dan cocok di lidah. Meskipun minus sensasi wangi nasi gosong saat mengaduk nasi dan topping nya di mangkok batu panas, plus tekstur creamy dari kuning telur setengah matang yang dicampur nasi panas. Tentu dimaklumi karena ini street food, meskipun harganya cukup mahal di kelas menu tenda, Rp 33.000. Saya menyebut ini sebagai ‘bibimbap versi rumahan’, karena cukup sederhana dan bisa dibuat sendiri di rumah, tapi rasanya enak! Bibimbap ini dihidangkan bareng semangkuk kecil miso soup yang hangat gurih.



Menu lain yang biasa saya pesan adalah tteokbokki/topokki (Rp 25.000). Simply because saya suka makanan yang kenyal bersaus. Ya ini dia, menu berbahan tepung beras yang kenyel-kenyel, dibalur saus pedas manis. Porsinya tidak terlalu banyak, cocoknya buat ngemil aja. Rasanya yang ini juga mudah banget dibuat di rumah. Hahahaha kita mah doyan banget benchmarking dagangan orang trus dicoba di rumah!

Direkomendasikan pergi ke sini, kalau:
       - Suka nyoba-nyoba makanan yang unik
      - Lagi di kawasan Matraman atau Jatinegara dan pengen jajan menu luar negeri
     - Suka nyobain menu internesyenel tapi dengan cita rasa lokal
      - Nyari menu Korea yang halal

Tidak direkomendasikan ke sini, kalau:    
Ekspektasi ketinggian
     - Laper, tapi lagi di rumah yang lokasinya di Leuwiliang (jauh banget kan choy)
     Gak suka makan menu luar, yang lokal-lokal aje

Sayangnya waktu saya mampir, sepertinya sedang tidak beruntung. Lokasinya di trotoar di dekat halte Busway Slamet Riyadi sedang ada perbaikan jalan. Jadi aspalnya sedang berantakan dan banyak galian. Nggak nyaman, karena jadi banyak nyamuk. Plus lokasinya agak gelap. Iya, sepertinya timing nya sedang kurang pas aja, hehe.

Oh iya, selain di area Halte Busway Slamet Riyadi Matraman, Kokoreaan juga buka lokasi di Jalan Pemuda, Rawamangun. Coba buka Twitternya @kokoreaan untuk tahu, cabang mana yang buka. Selamat makan!

Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates