31 Desember, 2016


Menghias seserahan sendiri.

Acara lamaran, dan atau Akad Nikah biasanya juga identik dengan pemberian seserahan. Gak ada salahnya bikin seserahan sendiri, apalagi untuk calon pengantin yang membatasi pos budget untuk seserahan. Membuat seserahan sendiri ternyata nggak susah, dan bahan-bahannya gampang ditemukan. Ini dia pengalaman sekaligus tips dari sayaaa…


#1: Samakan Pemahaman Tentang Seserahan

Pertama-tama, saya dan Afid mulai dengan mengidentifikasi makna seserahan yang kami yakini. Ini bisa berbeda di tiap keluarga dan calon pengantin, berikut latar belakang suku nya. ‘Kesepakatan’ inilah yang mempengaruhi besar kecil dan mahal tidaknya seserahan, dan juga apa yang dibawa. Mungkin ada keluarga yang saklek soal seserahan, ada juga yang santai aja.

Alhamdulillah keluarga saya nggak punya standar macem-macem soal seserahan. Kami menganggap kalau seserahan ini hanya sebagai pemanis, pelengkap aja. Well, some may agree and others may not. Isian seserahan dan berbagai perlengkapannya juga disepakati dulu bareng Afid, kemudian saya dan mama persiapkan sendiri, nanti tinggal kasih laporan. Hehehe. Soal bikin membikin dan hias menghias juga jadi hobi saya dan mama. Apalagi calon ibu mertua saya baru saja meninggal dunia, jadi kasihan kalau si mas engineer harus dipusingin dengan hal-hal yang cewek banget macam ini. Cari uang aja yang banyak ya bang. Hehe.




Kalau mikirin saya maunya apa, tentu sajaaaa mau saya banyak banget! Tapi yhaa masih banyak kebutuhan lain, jadi nggak mau maksain. Saya dan Afid sepakat jika seserahan yang diberikan berisi make up dan peralatan mandi (yang pasti tiap hari dipakai). Semuanya dari merk yang biasa saya beli, yang biasa saya pakai. Daaan, semuanya ada di toko deket rumah, ga usah ke emol. Hahaha. 2 kotak lagi dimasukkan baju gamis akad nikah dan tas. Sementara itu, pemberian berupa uang tidak kami masukkan dalam acara ini. Off the record aja, Hehe. Karena saya gak mau repot saat Akad Nikah, maka seserahan dibawa saat lamaran aja.


#2: Cari Referensi dan Cari yang Sesuai dengan Selera Sendiri

Pada dasarnya berbagai elemen kemasan dan hiasan seserahan itu bisa disesuaikan dengan selera. Nggak ada aturan baku tentang kotaknya kayak gimana, seserahan dibentuk apa, hiasannya bagaimana. Mau yang mainstream pakai kotak seserahan, atau pakai wadah-wadah yang unik atau menggunakan yang sudah ada di rumah. Beberapa contoh tempat seserahan misalnya tampah, bakul, ataupun keranjang. Saya juga sempat Googling, dengan keyword hantaran, membuat hantaran, hiasan hantaran. Plus buka-buka Instagram juga.

Untuk bentuk seserahan, bebas aja mau dibentuk-bentuk, cukup dihias ataupun hanya dilipat saja dalam kotak. Kalau mau dibentuk, misalnya niih mukena jadi bentuk masjid, ataupun handuk berbentuk gajah, pakaian dalam jadi bentuk bunga, banyak tutorialnya di Youtube. Banyak juga jasa hias seserahan, penjual kotak seserahan juga umumnya membuka jasa hias ini. Yang saya dapatkan via internet ataupun tanya-tanya langsung, jasa hias ini berkisar antara Rp 50.000 – Rp 200.000 per kotaknya. Baru hiasnya aja lho yaaa, belum sama kotak apalagi isinya, jangan ngarep! Hahaha.


Sebetulnya sudah ada beberapa incaran kotak di Tokopedia, yaitu sangkar burung rotan (Rp 75.000 isi 3) ataupun kotak berbahan lidi (Rp 100.000 isi 4). Tapii penjualnya di luar Jawa Barat, khawatir pengirimannya agak lama dan nggak keburu waktu untuk menghias. Karena baru mempersiapkan hantaran 2 minggu sebelumnya, saya membeli kotak hantaran yang standar banget. Saya beli Rp 90.000 isi 4 kotak di Pasar Kranji (seberang Naga Swalayan Kranji). Sebetulnya jugaaa, saya punya angan-angan jika seserahannya full diberi dekorasi bunga. Tapi lagi-lagi waktunya mepet, gak sempet belajar bikin dulu dan ketika mau beli yang sudah jadi, kok harganya gak cocok. Hehe.



Kebetulan toko nya juga menjual berbagai bahan kreasi seperti pita, manik-manik, bunga, dan lainnya. Ini juga agak kalap sebetulnya, beli nya kebanyakan dan yang dipakai cuma sedikit! Hahaha. Total pembelian hiasan seserahan Rp 41.000. Saya prefer untuk menghias aja, nggak usah dibentuk aneh-aneh. Karena menurut pendapat pribadi, bentuk rumit isian seserahan bikin ribet pas dibuka dan diberesin lagi. Hehehe.

Waktu sudah beli kotak hantaran, saya baru ngeh kalau mama saya tuh punya dua set tampah bertutup tile yang baguus dan cantik, hasil kulakan di Pasar Sukawati Bali. Tau gitu ga usah beli lagi kan yaa… 


#3: Ubek-ubek Rumah, Siapa Tahu Ketemu Banyak ‘Harta Karun’

Setelah membeli ina-inu, lagi-lagi saya baru sadar kalau sebetulnya banyak sekali printilan yang sudah tersedia. Waktu masih kerja di media, sering ada bingkisan Lebaran, Natal ataupun Tahun Baru dan semua hiasannya saya bawa pulang dan disimpan oleh mama saya. Begitu juga kain perca sisa jahitan mama, ataupun ornamen-ornamen dari mana aja dehh yang pasti nggak dibuang. Dari bros bunga, hiasan natal, bandana jilbab jaman baheula, pita-pita.

Oh iya, untuk merekatkan bisa dibantu lem tembak, ataupun lakban putih yang lebar. Dan juga jarum pentul penting banget, supaya nggak goyang-goyang untuk menyangga isian seserahan sekaligus menempelkan dekorasi. Yhaa ibaratnya jarum pentul ini adalah elemen-elemen kecil pemanis dan perekat yang bisa membantu meng-kokoh kan hubungan kita. Eeeeeaaaaa....




#4: Siapin Waktu, Pinggang dan Punggung

Total saya dan mama membuat 4 seserahan ini sekitar 2,5 jam. Wuiiih, pegel brooo! Yaa namanya juga bukan ahlinya, jadi mungkin lebih lama dibanding yang udah biasa bikin ini. Apalagi banyak banget hiasan yang bisa dipilih, jadi perlu mantes-mantesin dulu.

Step pertama adalah memberikan alas koran supaya tinggi. Kemudian diberi alas kain satin. Selanjutnya barang-barang ditata di atasnya. Yang bikin lama adalah mengikat benda-bendanya dengan pita, dan juga menata gamis putih akad. Kan eike clueless ya, jadi butuh berapa kali bongkar pasang iketan supaya mendapatkan hasil yang ‘rada mendingan’, hehe. Setiap hiasan dan barang disemat dengan jarum pentul. Soalnya bakal dibawa pulang Afid, trus nanti Afid bawa lagi ke rumah saya. Jadi bakal dibawa kesana kemari, penyangga nya harus banyak supaya nggak kacau, hehe.

Bagian tutupnya dipasang berdiri, dengan bantuan lem tembak di bagian bawah. Sayangnya bagian dalam tutup kotaknya jelek buanget, lem nya terlihat jelas dan berantakan. Akhirnya disiasati dengan menutup sekeliling dalam tutup kotak dengan pita yang diberikan double tape.

Selanjutnya ditutup dengan plastik parcel. Plastik dilebarkan menutup kotak, lalu di bagian bawah kotak diberi lakban bening supaya langsung rapi. Jadi deeeeh hantaran ala-ala kita…



8 komentar

Halo Mbak saya sedang nyusun seserahan juga nih sama calon hehe. Kebetulan rumah saya di Kranji juga :D
mau nanya mbak untuk kain-kain halus buat alas di kotak seserahan itu belinya dimana dan namanya apa yah mbak? Makasih banyak infonyaaa.

REPLY

Haloo mba Nawang, salam kenal yaa... Kain alas yang aku pakai kain satin mba, kebetulan banyak perca2 di rumah... Kalo nggak salah dijual per meter sekitar Rp 15.000. Di pasar Kranji ada kok mba kalau nggak mau repot jauh. Semoga membantu ya mba, suksess buat preparationnya :)

REPLY

Makasih banyak Mbaaak eheh. Oh gituu. Terus mau nanya dong mbak, pas nata makeup, nah itu bawahnya dialasin apa di bawah kainnya? apa langsung kain satin aja di lipet2 jd agak tinggi, terus baru makeupnya? dan supaya makeupnya ga gerak-gerak dan jatoh (krn kan bakal ditumpuk di mobil calon setelah saya hias2, itu dipakein apa ya? dilem atau gmn? hehe makasi mba infonyaaa

REPLY

di bawah kain itu bulatan2 koran mba, lalu dipadet-padetin. Terus kainnya dikasih lem tembak di sekeliling bagian dalamnya (biar rapet). Karena masing-masing item dikasih pita, aku semat jarum pentul di pita mengarah ke satin dan korannya (ke bawah) supaya nggak gerak2. Jarum pentulnya agak banyak dan keliatan banget hehehe, harusnya pake pentul warna perak yaa. Waktu itu dibawa ke rumah sama suamiku dan alhamdulillah masih baik-baik aja kok pas dibawa kerumahku lagi.

REPLY

Waah gitu yaaa baiklah makasih ya mbak infonyaaa hehehe nanti kalo mau nanya-nanya lg aku komen lg ya mbak ehehe

REPLY

hai Mbak Flora mau nanya lg nih hehehe. Mbak beli kotaknya di Pertokoan Kranji yg sebrang Naga kan yah? Deket stasiun kranji?
saya mau nanya dong mbak kalo kotak yg ada tutup mikanya disana brpan yah? soalnya saya nemu di toped 175rb isi 4 kotak.

REPLY

Hai mbak, iya aku beli di situ, kalau nggak salah harganya 90rb seperti di gambar, tapi kualitasnya biasa banget. Kalau ada tutup mika kayaknya di atas 130-170rb an mba. Kalo butuhnya buru2 kayaknya lebih baik beli langsung ya :)

REPLY

Hi kak, menarik bgt tulisannya..aku numpang promo ya..
Hi brides to be, lagi cari gedung utk acara pernikahan di Kota Bandung? Gedung HIS Balai Sartika Convention Hall bisa jadi pilihan kamu loh karena lokasinya strategis dan sekarang udh full carpet + lampu chandelier. Selain itu HIS Balai Sartika Convention Hall juga menyediakan paket pernikahan yang fleksibel. Jangan khawatir, pilihan vendornya ada banyak dan bisa pilih sesuai keinginan kamu. Ohya, sekarang lagi ada promo menarik juga loh yaitu FREE HONEYMOON DAN CASHBACK! Untuk informasi lengkapnya, klik link ini https://bit.ly/tresnahisbalaisartika FREE CONSULT!!

REPLY

Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates