28 Februari, 2017



Menghias Kotak Mas Kawin atau Mahar Sendiri

Rasanya gatel kalau soal bikin membikin, nggak sampai hati mau beli atau pakai pertolongan orang lain. Kan pingin bangeeet bisa bikin sendiri untuk hari istimewa sekali seumur hidup. Lagipula kalau beli, entah bentuknya terlalu mainstream, tidak sesuai kebutuhan (karena mas kawin saya simpel aja), tidak sesuai selera, dan kalaupun suka dan cocok yaaaaa harganya mahal untuk sekedar  pelengkap prosesi dan jadi wadah yang selanjutnya cuma disimpan. Hihihi. 

Iyes, seperti seserahanlamaran sebelumnya, saya membuat sendiri wadah dan hiasan untuk mas kawin. Mas kawin yang diberikan Afid adalah mukena dan cincin emas. Dalam Akad Nikah juga tidak ada seserahan, jadi praktis aja.


Sebagai warga lama Bekasi, mama saya mengajak jalan-jalan ke Pasar Baru Bekasi, yang di depan Terminal Bekasi. Di sana ada banyak toko pernak pernik yang sudah jadi langganan sejak anak-anaknya masih precil banget. Sekalian mau beli renda untuk baju akad nikah saya. Hehe, baju akad nya juga simpel aja, beli di Tanah Abang. Tapi Alhamdulillah banyak yang memuji dress putih ini. Ehm mungkin detil tentang Akad Nikah ini akan saya ceritakan di postingan berikutnya.

Sesuai nama saya, Flora, tema nya adalah bunga. Lagipula, hiasan bunga gampang dan murah didapat. Yang saya beli di Pasar Bekasi ini adalah bunga-bunga yang satuannya Rp 1.500, bunga mawar merah yang satu bundle nya Rp 5.000. Total belanja hiasan ini sekitar Rp 25.000. Sisanya ubek-ubek wadah di rumah dan menggunakan berbagai hiasan sisa seserahan waktu itu. Pokoknya mix and match bahan yang sudah ada. Sebetulnya saya pengen banget beli dedaunan dan bunga plastik, tapi kok harganya belum nemu yang cocok. Hehehe.

Bikin wadah mas kawin nggak rumit sama sekali. Dengan ubek-ubek isi rumah dan gudang, mungkin banyak ketemu harta karun. Atau bisa juga menggunakan barang-barang yang nggak kepikir untuk jadi wadah, tapi ternyata cocok banget dipake. Beberapa yang bisa dimanfaatkan:

1. Kain satin atau brukat perca. Atau pakai jilbab bahan licin juga bisa
2. Wadah cincin bisa pakai kotak kayu, talenan, asbak yang dihias, keranjang, bahkan anyaman rotan yang biasanya untuk buah
3. Aksen kain tile yang bisa dibeli meteran. Kain tile ini bikin wadah jadi tampak mewah
4. Wadah seserahan/mukena bisa pakai keranjang buah ataupun kotak biasa yang diberi alas kain tile


Mukena tentunyaaaaa dibeli di Tanah Abang. Saya nggak mau dibentuk macam-macam (misalnya dibikin Masjid). Hiasan bunga kertas saya dapat dari Marcel, teman kantor yang lagi senang belajar bikin bunga kertas. Kotaknya didapat dari kotak hadiah bingkisan Natal dari hotel waktu saya masih kerja di kantor lama.


Keranjang ini diisi dengan mas kawin berupa cincin emas. Diberi alas koran dan ditempel kotak cincin. Kemudian dikelilingi bunga merah berdaun hijau. Bikinnya cepet dan sesuai banget sama selera saya yang colorful dan penuh bunga.


Yang ini diisi dengan cincin kawin. Saya buat sekitar H-4 hari, karena ibu saya bilang menemukan kotak kayu yang udah lamaaaa banget ada dirumah. Kayaknya sih jaman saya SD juga sudah ada. Akhirnya dadakan saya bikin wadah cincin ini dengan kain satin, bunga kain dan bunga kertas dari Marcel. Kemudian dikelilingi pita silver gliter dan hiasan bola-bola silver. Lihat deh, kotaknya sudah tampak lapuk, tapi gapapaaa, saya emang naksir banget sama kotak cincin di Instagram yang harganya Rp 300.000-an gitu. Ini versi bikin sendiri nya deh….



Ini dibuat dari wadah keranjang buah ukuran kecil yang sudah lama sekali ada di rumah. Wadah keramik untuk cincinnya pakai oleh-oleh dari almarhumah ibu mertua waktu Umroh. Cuma karena saya kurang sip dengan warnanya (hijau pekat dan pink ketemu merah), jadi nggak dipake. Lagipula total saya bikin 4 jenis wadah cincin kawin, hehehe. Ada 1 lagi yang dibuat pakai alas talenan dan brukat, tapiii lupa difoto dan nggak terlalu suka karena warnanya terlalu earthy, coklat. Warna yang bukan akuh bangett :D 



Ini dia beberapa referensi yang menginspirasi. Hehehe. Kuncinya yaaa banyak-banyak buka Instagram dan inget-inget di rumah (dan di pasar) ada apa aja. Hehehe. 


ARTIKEL TERKAIT:
Review Perias: Sanggar Komalahadi
Review Vendor Catering: Hendra Pelangi Catering
Tips Memesan Kebutuhan Pernikahan di Instagram
Memesan Souvenir dan Undangan di Instagram (Review Lellalells dan Omah Pernik Jogja)
Menghias Kotak Mahar / Mas Kawin Sendiri
Ide Souvenir Murah dan Beda: luggage Tag
Menghias Seserahan Sendiri, Murah dan Hemat

Persiapan Pernikahan: Gedung Dulu atau Catering Dulu?





Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates