03 Februari, 2017



Saoto Bathok Candi Sambisari, Soto Bathok Mbah Katro

Wow! Akhirnya saya dan Esti sampai di tempat sarapan tujuan, Soto Batok belakang Candi Sambisari. Rasanya seru sekali mengarungi Jogja dengan motor tanpa tahu arah dan kebanyakan nebak. Dan akhirnya kami sampai di sini, makan soto bening yang enak, sambil lihat sawah hijau, dan bayar lima ribu aja!


Kalau jalan, pasang mata baik-baik. Begitu pula setelah melewati Bandara di sebelah kanan jalan, mata harus awas dengan belokan ke Candi Sambisari di sebelah kiri. Jangan seperti kami yang telat belok, kemudian kewalahan cari putaran dan berputar jauuuuuh. Apalagi saya agak grogi karena motor-motor di jalan raya sini ngebut-ngebut. Jadilah nggak sampe-sampe. Hahaha. Sebelum jalan-jalan ke Candi Prambanan, kami sempatkan sarapan dulu di sini. 


Setelah belok di jalan yang benar, kemudian kami melihat atmosfir jalan yang lebih nyaman. Kawasan pemukiman yang tenang, banyak pohon dan asri. Lurus terus, sampai mentok dan kita melihat Candi Sambisari yang letaknya lebih rendah dari jalan, dikelilingi rumput hijau yang bersih asri. Kemudian belok kiri, dan mengikuti jalan saja. Tepat di belakang Candi Sambisari, akhirnya ketemu juga soto batok yang dicari.

Masih jam 07.00 pagi itu, jalanan masih basah bekas hujan, hawa nya masih adem dan matahari belum tinggi. Warung soto juga masih sepi, baru ada beberapa orang termasuk kami. Di sini nggak ada buku menu, karena menu nya ya soto aja, nggak ada pilihan makanan berat lain (kecuali mau makan tempe 25 biji ya).


Ini bon pembayaran sekaligus daftar menunya. Iya, segini aja. Sarapan berdua hanya Rp 14.500 sudah termasuk teh manis dan tempe. Pelayanannya cepat, karena di dapur yang terletak di bagian depan, sudah berjejer ratusan mangkok batok kelapa yang berisi nasi, tauge, dan irisan daging, sudah siap disiram kuah soto panas dalam kuali. Tempenya garing dan gurih, nyesel deh cuma pesen satu. Hehe. 

Semangkuk soto berisi nasi, irisan daging, tauge dan kuah soto yang kuning bening. Nasi nya pulen dan agak menggumpal, tapi nggak apa-apa karena dicampur. Kuahnya gurih enak, dan saya tambahkan garam lagi supaya lebih yoih. Mangkoknya mungil sekali, per orang mungkin butuh dua atau tiga porsi supaya kenyang beneran. Oh iya, untuk harga lima ribu, potongan daging nya terbilang lumayan banyak lho. Enak banget pagi-pagi menghangatkan perut dengan soto nikmat!


Biarpun menunya murah dan menunya hanya soto, tapi Saoto Bathok Mbah Katro ini punya lokasi yang nyaman, luas, dan bikin betah duduk lama. Bersama kami banyak mahasiswa yang lagi sarapan sambil ngobrol santai. Tempat duduknya bisa pilih yang berkursi atau lesehan. Ada juga fasilitas ayunan dan kamar kecil yang bersih. Sayang, lantainya masih tanah, jadi kalau pakai sepatu harus hati-hati. Sambil duduk, kami bisa melihat area sawah yang sedang hijau-hijaunya, berbaur dengan matahari yang sinarnya mulai muncul. Cantiks!

Kunjungan kami di warung soto Mbah katro ditutup dengan senyum manis mas-mas penjaga parkir, yang sigap membantu mengambilkan motor, melepaskan kaitan helm di spion, dan kemudian memberi kembalian Rp 1.000 saat saya berikan Rp 2.000. Penjaga parkir yang sungguh bertanggung jawab.

Soto mbah Katro cocok untuk sarapan maupun makan siang. Buka dari jam 06.00 – 16.00. Patokannya persis di belakang Candi Sambisari, atau ketik saja di Google Map untuk arahan langsung ke soto bathok Mbah Katro. Selamat sarapan!


Saoto Bathok Mbah Katro
Utara Candi Sambisari, Kalasan
Cabang: Candi Mendut Muntilan
Telepon: 081392144526 / 082136013072





Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates