29 Maret, 2017

Review Vendor Pernikahan: Sanggar Rias Komalahadi


Karena mengambil paket pernikahan dari Hendra Pelangi Catering (HPC), otomatis periasnya juga ditentukan oleh HPC. Dari beberapa list yang diberikan, saya akhirnya pilih sanggar Komalahadi. Ternyataa saya nggak salah pilih, puas dan seneng banget dengan hasilnya!


Lagi-lagi, pernikahan teman saya Adev dan Nanda jadi referensi. Setelah 'ngintilin' mereka pake vendor paket catering HPC, saya juga ikutan pake riasan dari Sanggar Komalahadi. Pertamanya sih kepo dulu di Instagram dan Google, screening pertama menghasilkan kesan yang okeh bangets. Karena pemilik dan periasnya berkerudung panjang, saya yaqinnn kalo keinginan saya pakai hijab menutup dada bisa direalisasikan tanpa terlihat maksain dan kurang oke. Hehehe. Meskipun saya juga nggak punya ide mau jilbab yang gimana, tapi pastinya kalo periasnya biasa pakai kerudung, pasti instingnya lebih tepat *hehehe perasaan eike aja siih.


Perasaan itu dihasilkan dari ngobrol dengan perias rekanan HPC yang lain, dan contoh hijab style nya terlalu maksa, tetap mengekspos tubuh dan yang bikin ilfeel, dia bilang begini "kalau yang ini maunya hijab syar'i mba... sayang banget ya bajunya jadi ketutup, padahal bagus banget", sambil nunjukkin salah satu foto hasil riasan. Hahaha... Saat tahu saya akad nikah pakai gamis putih dan kerudung menutup dada, Uni Yayang (owner Komalahadi) justru komentar "naah, akad nikah harusnya emang gini aja...".

Saat beberapa kali datang ke sanggarnya, saya merasa kalau pihak Sanggar Komalahadi (saya singkat jadi SK aja yaaa) kurang 'hangat' terhadap customer. Habisnya, yang saya lihat malah suka ngobrol kencang atau tiba-tiba mbaknya ngilang dan membuat saya merasa kurang nyaman, hahaha. But most of all, berbekal percaya kalau SK amanah, saya sih tetep tenang aja.

Pertama kali pilih baju, saya berniat pakai kebaya bludru yang warnanya 'menutup' tidak ada bagian nerawang/kain tile. Gaun ini lurus sampai bawah tanpa ada potongan pinggang. Awalnya sudah yakin pakai baju ini, dan tema pernikahan akan menjadi merah gold. Ternyataaaa saya agak kurang sreg di hati, karena berat badan yang sulit banget turun. Menurut saya gaun tanpa potongan pinggang kurang cocok di saya. untungnya di H-2 bulan saya menemukan gaun yang diinginkan! Warna pink silver dengan full payet cantik. Pinggul lebar saya terasa tersamarkan, terasa lho yaaa, entah deh sebenernya masih keliatan banget apa nggak. Hehehe.


Total 'kunjungan' ke SK adalah 3 kali, di bilangan Condet, Jakarta. Datang pertama untuk lihat-lihat dan dicatat data nya, datang kedua untuk lihat-lihat lagi dan akhirnya mengganti pilihan baju, dan datang yang ketiga untuk fitting terakhir dan kasih data among tamu serta penerima tamu. Di pertemuan ketiga, cuma mas Afid yang fitting, saya enggak karena baju pilihan saya akan dipakai pengantin lain dengan ukuran tubuh yang jauuuuh lebih kecil, sehingga tangan aja nggak bisa masuk! Hehehe. Entah karena santai atau males ke Condet, saya cuma info kalau saya pakai dengan ukuran baju yang normal.

Informasi tambahan, SK hanya bisa didatangi di hari kerja dan jam kerja, kalau untuk saya memang butuh menyediakan waktu khusus (izin kantor atau pulang dari dinas luar kota) untuk ke sini. Lokasinya juga termasuk yang sulit parkir, untungnya 2x kami ke sana, garasi sedang kosong jadi mobil bisa masuk. 1x ke sana naik kereta ke Stasiun Kalibata, lalu naik GoCar sekitar Rp 15.000 ajahh ke Condet. Oh ya, untuk tambahan riasan (untuk keluarga), harganya Rp 200.000 per orang, sudah termasuk hair/hijab styling.


Di hari H, saya baru tahu kalau yang akan merias adalah Uni Yayang (owner) langsung. Uni merias saya dengan santai, luwes, tenang, dan kita ngobrol akrab. Saya merasa langsung pangling lihat muka sendiri di kaca! Untuk kerudung akad, Uni juga mengikuti saya maunya seperti apa, merasa cocoknya bagaimana, nggak memaksakan. Saya yang kurang pede dengan pipi meminta agar gaya hijabnya tetap disemat di bawah dagu sebagai 'frame'. FYI, kerudung yang saya bawa bentuknya panjang dan lebar (beli kain 1x1,5 meter tanpa digunting), agak bingung mau dibentuk apa, hehehe. Daaaan Uni membuat model hijab yang saya suka sekalii... Mengulur ke dada, namun hiasan baju tetap terlihat. Apalagi ada beberapa jenis headpiece yang dibawa, jadi tambah baguus.

Salah satu yang saya khawatirkan saat akad nikah adalah air mata yang susah ditahan karena saya anaknya gampang bangett nangis. Kan khawatir kalau bedak dan riasan mata berantakan, Hahaha.  Tapi, surprisingly, saya baru menangis saat sungkeman. Riasan tetep on dan rapiiih.



Uni Yayang juga well prepared, meskipun pengantin membawa sendiri semua perlengkapan akad (baju, aksesoris, selendang dan hijab), tapi Uni juga membawa beberapa pilihan lain kalau-kalau dibutuhkan. Termasuk headpiece dan juga dalaman jilbab warna silver. Oh iya, Uni juga menawarkan memakaikan kuteks merah. Awalnya saya menolak karena tidak punya aseton/penghapus kuteks di rumah. Uni menjanjikan jika ia masih punya, daaaan saat sudah mau pulang, benar saja, ada aseton di atas meja untuk saya pakai (padahal saya juga lupaa hehehe). What a simple touch!

Ibu saya juga memuji pelayanan SK yang cepat dan rapi. Apalagi mereka pakai baju dan kerudung senada lhoo, jadi bisa gampang mengenali tim SK. Bagus juga untuk mengantisipasi ada orang tak dikenal/mengaku-ngaku tim rias melakukan hal yang tidak diinginkan. Most of all, saya puas sekali dengan tim SK! Bajunya bagus, riasannya apalagi :)

Sanggar Komalahadi
Jalan Eretan 2 RT 01 RW 01
Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur

1 komentar:

Hai...perlu bantuan utk mempersiapkan pernihakan kamu sampai dengan selesai acara di hari sepsial mu? Atau Tim atau MC yang mengatur jalannya acara di harii spesial mu? kami siap membantu dan silahkan hubungi kami by email shofi.wulantini@gmail.com

REPLY

Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates