07 April, 2017

Cerita Honeymoon: Menginap di Green Forest Resort Lembang Bandung


Sepertinya bisa dibilang masih hangat ya kalau saya mengulas tentang honeymoon, kan masih sebulanan yang lalu. Waktu itu saya dan Afid honeymoon hemat ke Bandung dan menginap di Green Forest Lembang menjadi salah satu highlight nya. Ih beneran lho, ini hotel emang cocok banget buat pasangan muda yang lagi kasmaran, dingin, tenang, dan yang lain cuma ngekost *tsahelaaah


Meskipun judulnya tentang honeymoon, tapi gak perlulah kita terlalu deskriptif mengenai 'ngapain aja', karena toh bapak ibu rahimakumullah udah paham lha yaa, penganten baru tentu saja banyak menghabiskan waktu untuk maen benteng sama monopoli. Lebih baik kita fokeuz pada review hotelnya. Meskipun agak sedih karena seluruh foto-foto honeymoon di Bandung raib terhapus di handphone saya. SELURUH yaaa... untung dulu sempet share beberapa foto ke Afid, fiuhh... (Baca juga: Itinerary Honeymoon Hemat dan Seru di Bandung)
















Menginap di Green Forest akhirnya direncanakan mepet-mepet dengan hari pernikahan. Keinginan sih pengennya hanimun yang jauh-jauh gitulah, tapi karena faktor U, uang, hahaha, jadinya hanimun di Bandung sajah. Walaupun lokasi deket dan budget sempit kayak celana changcuters, tapi tentu saja soal lokasi juga harus dipilih yang ciamik. Pokoknya mah saya mau yang hemat, bagus, dan di Lembang! Dari banyak resort dan penginapan yang heitz di jalan Sersan Bajuri, akhirnya saya memantapkan hati untuk memesan kamar via Traveloka di Green Forest.

Pertimbangannya karena dulu sekitar tahun 2011 pernah liputan di Bandung dan nginep di sana, cukup bagus, syahdu dan punya berbagai view termasuk chapel view yang ikonik. Lagipula kan bisa jalan-jalan sekitaran Lembang kalau bosan. Cuss lah kita bagi tugas, saya pesen, Afid bayar. Muahaha adil kan. Pilihan kamarnya adalah Superior dan Deluxe (dengan balkon). Harga Superior memang sedikit lebih murah dan tanpa balkon, tapi Superior letaknya persis di depan chapel sementara Deluxe ketutup pohon dan viewnya pohon ajah. Saya sampai menulis notes pada bookingan: superior room with chapel view.


Green Forest Resort cukup mudah dijangkau, nggak perlu kena kemacetan Lembang yang panjang itu. Kalau dari arah Setiabudi, begitu di sebelah kanan ada terminal Ledeng, segeralah belok kiri dan ikutin jalan terus. Jika kita sudah melewati Kampung Gajah di sebelah kiri, maka sekitar 2 km di depannya ada Green Forest Resort di sebelah kanan jalan. Dari tempat saya menginap sebelumnya (Santika Bandung), waktu tempuhnya sekitar setengah jam dengan nyetir santai dan jalanan lancar.

Sampai di Green Forest, sepertinya lagi ada acara training tentang manajemen. Sempet kaget dan nginget-nginget, ini bukan training yang kerjasama sama kantor gua kaaan... Atuuh gak lucu kalo di tempat honeymoon malah ketemu orang kantor lagi pada kerja hahaha... untungnya bukan, fiuh. Ternyata training ini membuat kamar Superior dengan chapel view penuh semua dan proses check in kami pun menjadi dramatis alias lama, hahaha.  Pilihannya adalah Superior yang menghadap belakang, tentu saya nggak mau, karena saya sudah memberikan notes di orderan, dan pihak hotel tidak konfirmasi.


 Kemudian pihak hotel menyarankan upgrade ke Deluxe. Okeh, hayu aja saya maaah. Eeh ternyata lokasi Deluxe yang tersisa adalah di lantai bawah dan persis di depan pintunya adalah jalanan yang dilewati untuk lalu lalang. ATUH MAH HANIMUN EH KAMARNYA DI DEPAN JALANAN, GAK MATCHING BANGET *gak santai. Itu bell boy udah susah payah bawain tas kita ke depan kamar eeeh balik lagi ke front office hahaha. Saya nego lagi dengan front officer, bahwa saya nggak mau di deluxe tapi juga nggak mau di Superior hadap belakang. 

Akhirnya si embak menyarankan saya untuk pakai executive room. Supaya abang bellboy ga bolak balik, saya jalan dulu untuk liat kamarnya. TERNYATA ENAKKKK... Bangunan baru, gak cuma chapel view tapi jugaa infinity pool view, desain ruangannya juga beda dengan kamar hotel menengah lain yang pernah saya inapi. Executive room punya bangunan sendiri dan desainnya berkesan bersih, artsy, modern. Kami dapat di lantai 4 dan naik lift kaca dengan view tambahan yaitu kebun bambu dan sungai. Okeh bungkuuus! Akhirnya abang bellboy bisa bernafas lega karena akhirnya dia gak di PHP in lagi oleh teteh plora.














Laci penyimpanannya banyak, jadi semua koper, tas, baju, sepatu, piring bawaan dari rumah (hahaha iyaa bawa piring segala) dan segala printilan bisa ditata dengan rapih. Fasilitas di kamar ada deposit box, tv lcd, pemanas air, hair dryer dan basic amenities. Kamar mandi nya menggunakan pintu geser kaca, dan wastafel letaknya di luar. Shower area dan kloset tempatnya berdekatan tanpa sekat, jadi buat yang senang dengan area kering dan basah terpisah di kamar mandi hotel mungkin agak merasa kurang pas. Tapi kita mah santai ajeee hehehe. 

Oh iya, saya lupa mention tentang harga. Kami menggunakan rate di Traveloka sekitar Rp 390.000 per malam (all in, include tax, breakfast & free cancellation) plus promo hotelnya, dengan harga akhir Rp 710.000 untuk dua malam. Tahukah kisanak berapa published rate aslinya? Rp 1.125.000++/malam untuk Superior dan Rp 1.250.000++/malam  untuk Deluxe dan Executive. YA ALLAH DUA SETENGAH JUTA DUA HARI DAN KITA BAYAR GAK SAMPE 30% NYA *terharu sambil gigit basreng.

*btw, rate itu saya dapatkan dari brosur (brosurnya sih hilang, tapi kurang lebih harganya segituan...). Untuk book langsung dari website resminya, harganya juga sekitar 1 jutaan.

Foto duluuu di lift kaca dengan pemandangan keren!

Tiba di kamar, sementara saya beberes bawaan, Afid justru terhanyut dengan banyaknya, dan jernihnya channel tv di kamar. Sebetulnya dalam analisa SWOT, ini adalah ancaman bagi saya karena ada banyak channel film dan olahraga yang berpotensi mengambil perhatian Afid yang movie & football freak. Tidaaaak! Menjelang sore, setelah saya ambil alih remot tipi, kita jalan-jalan dan foto-foto di sekitaran Green Forest. Masih maluu foto depan kolam karena ruangan deket situ masih dipake training, sungkan juga foto depan chapel karena ada yang lagi foto prewed, akhirnya yaa kita foto di ayunan dan di taman ajah dengan bantuan rekan-rekan tripod yunteng dan bluetooth timer.


Malamnya kami berencana dinner ala-ala naq gawl di Maja House. Lokasinya dekeet, hanya sekitar 2 km dari sana, dekat dengan Kampung Gajah. Agak-agak berasa cool gitulah bisa makan dan duduk cantik di restoran kekinian ini. Kami pilih duduk di luar dengan kasur dan duduk selonjoran. Untuuung ajah pergi kesini sama suami, kan kagok kalo musti setengah bobok dan nempel-nempel kayak dedek-dedek di kiri kanan sayah tapi bukan sama suami. 

Tapi sepertinya Bandung sedang dingin sekalii, dan kabut semakin lama makin pekat. Udah mah gak ada pemandangan apa-apa, gelap, dinginnya itu choi! Teteh plora udah pake gamis, legging, kaos kaki, pasmina masih menggigil, eeeh abege di depan sayaah udah mah duduknya di tempat ngablak, celananya juga ngablak pisan. Dan mukanya biasa sajah, tak ada raut kedinginan.  Aduuh, ketauan deh yang kampung siapa yah. Karena kabut makin tebal dan tambah dingin, akhirnya saya dan Afid balik lagi ke Green Forest.

Paginya, kami cuss berangkat sarapan di restoran Kampung Awi. Menu nya standar sajahh, ada bubur ayam, roti bakar, omelet, buah potong, buffet nasi dan menu lain yaitu nasi kuning. Cukuplah untuk isi perut rada banyakan karena hari kedua ini rencananya mau ke The Lodge Maribaya. Rencananya kami mau berangkat di jam setengah 11 siang, dan sekitar jam 10 pintu diketuk. Ternyata dari housekeeping yang mau beresin kamar. Kami bilang nanti aja jam 11 diberesin, karena males kan yaa ada orangnya eh kamar diberesin, mana banyak barang geletakan. Rasanya ga enak aja kalo belum beres-beres sendiri dulu, takut ada barang yang nyelip.





Perjalanan santai ke The Lodge ditempuh sekitar 1 jam dari Green Forest. Menurut saya siiih ini cukup jauh ya, apalagi kalau berangkat dari Jakarta atau Bekasi. Jalanannya juga agak sempit, minim petunjuk jalan, untunglah sinyal hp bagus dan bisa dipandu Google Map. Beruntung juga siang itu cuaca cerah banget, dan kami naik mobil ber cc besar, jadi merasa lebih setrong di perjalanan. Sekitar jam 2 siang, langit mulai gelap dan sepertinya akan hujan deras. Berhubung lokasinya banyak menanjak dan menikung, dan minus mata Afid yang tinggi, saya agak khawatir hujan besar akan menjadi kendala untuk balik ke hotel. Jadi kami langsung pulang deeeh...

Karena belum makan siang, kami balik hotel sambil lihat tempat makan di kiri kanan. Pengennya siiih yang sederhana aja tapi nyaman. Sayangnya nggak ketemu dan sepanjang jalan hujan deras sekali. Sampai akhirnya kami menemukan penjual ayam goreng komplit di pinggir jalan sekitar 2 km menuju hotel. Saya pesan nasi, ayam, tahu tempe dan usus goreng, lengkap dengan lalapan dan sambal dengan harga Rp 34.000. 

Di hotel, saya bawa piring dan sendok. Bahagianya nginep di gedung executive room, satu lantai dibawah kita ada deretan sofa dan kursi yang menghadap kolam. Palingan hanya satu dua orang yang pernah kami lihat duduk di sana, mungkin karena tidak banyak tamu pribadi yang menginap di hari kerja seperti kami. Yeayyy, kamipun makan di kursi paling pojok, ditemani suara aliran sungai, pemandangan pohon bambu, kolam renang dan chapel!


Sore itu saya mencoba berenang di infinity pool milik Green Forest. Kalau tidak menginap, biaya berenang di sini Rp 50.000 per orang, sudah termasuk nasi goreng dan teh manis. Mantaps! Karena habis hujan deras, berenang di sini dingiiiiin sekali. Saya cuma bisa bertahan sekitar 30 menit aja. Selain itu, kami juga bawa handuk sendiri dari kamar karena tidak ada petugas atau pegawai yang bisa diminta tolong untuk membawakan handuk.

Paginya, kita berenang lagii! Sudah sarapan, jalan-jalan sebentar ke jembatan gantung, lalu siap-siap ganti baju. Cuacanya sudah lebih hangat karena matahari bersinar terang. Uhuuui, dugong beraksi kembali! Kalau kolamnya sepi, saya pede dan mau berenang, maklumlah, Cuma kecipak kecipuk doang siis. Dari kamar kami sudah telepon pihak room service untuk diberikan handuk plus sandal kamar (karena sudah kotor dipakai 2 hari). Tapi tetap saja lamaaa, dan saya keburu turun ke kolam baru kemudian menghubungi room service lagi supaya handuknya diantar langsung ke kolam aja.


Well, 3 hari 2 malam menginap di sini, saya dan Afid merasa puas sekali! Menginap di resort cantik, bagus dan keren dengan harga yang ramah di kantong (thanks Traveloka!). Soal kecepatan pelayanan memang harus ditingkatkan lagi, tapi overall tempatnya recommended untuk yang mau sekedar weekend getaway, staycation ataupun honeymoon irit seperti kita!


Green Forest Resort
Jl. Dr. Djunjunan No. 143-149
Bandung 40173
www.thegreenforest.co.id

Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates