03 April, 2017

Kuliner Jatinegara: Rumah Makan Ayam Goreng Ibu Haji

Sejak Afid bekerja di kawasan Matraman, saya jadi suka googling tentang tempat makan enak di daerah Matraman, Jatinegara dan Manggarai. Siapa tahu bisa dimampirin kaaan. Dari sedikit rekomendasi yang saya dapatkan, salah satunya adalah Rumah Makan Ayam Goreng Ibu Haji di depan Stasiun Jatinegara. Waduhh, ternyata emang gawat enaknya. Ayamnya super gurih dan empuk!


Seorang food blogger ternama, Rian Farisa (Gastronomy Aficionado) pernah memposting tentang ayam goreng ini di Instagram. Baca captionnya, duhh kayaknya emang beneran harus dicoba. Jumat sore itu saya iseng jemput Afid di kantornya, naik ojek online dari Menteng ke Matraman. Kemudian saat sudah jam pulang Afid tanya, mau ke stasiun naik apa, bajaj, angkot atau jalan kaki ke stasiun terdekat? Saya bilang: jalan kaki aja yuuuk ke Stasiun Jatinegara! Jadilah sore itu kami jalan kaki menyusuri jejeran tukang helm, pedagang obat, penjual hewan, dan berhenti ketika melihat penjual alas kaki. 

Saat memasuki area stasiun, eeeh saya ingat kalau ada rumah makan ini. Kapan lagi dicoba, kayaknya kalau khusus ke sini untuk mampir makan sih sulit tercapai. Sayapun nego dengan Afid yang sempat bertanya “emang harus banget? Emang beneran enak?”. Hahaha, gitu deeh ketika cowok yang tinggal di asrama + kost bertahun-tahun bernegosiasi dengan mantan food reporter dengan hasrat jajan super tinggi… (Baca juga: Nyicip Menu Korea Versi Warung Tenda di Kokoreaan Matraman).



Seperti tampak luarnya, Ayam Goreng Ibu Haji juga punya atmosfer yang sederhana. Biasa saja, tanpa dekorasi macam-macam, displaynya juga kurang menarik. Meja kursinya tipe jadul. Tidak ada daftar menu, apalagi keterangan harga. Dijelaskan bapak yang melayani kami, nasi dan ayam goreng harganya Rp 25.000. Saya memesan dua nasi, dua ayam goreng dada, dua tempe goreng dan dua teh hangat tawar.




Sepiring nasi putih porsi sedang bertekstur agak pera. Ayam gorengnya digoreng dengan minyak banyak dan warna kuning kunyitnya tampak menggoda. Disajikan dengan paduan sambal terasi dan kacang plus kecap dalam satu wadah. Tak ada lalapan, tidak ada juga pilihan nasi uduk berbawang goreng. Okeh, mari dicoba yang ada di depan mata!



Ayam gorengnya gurih sekali. Rasa asin enaknya betul-betul meresap sampai ke tulangnya. Karena menggunakan ayam kampung, dagingnya tipis dan membuat saya terpacu untuk menghabiskan ayam plus menggigit tulangnya sampai bersih. Enak banget dipadu dengan nasi putihnya yang kering. Benar kata Rian Farisa, satu potong nggak cukup! Nasinya juga sepertinya harus nambah, tapi gak boleh aaah, makan jangan berlebihan, hehehe. *bilang ajaa duitnya ngepas wkwkwk.



Sama seperti ayamnya, tempe goreng juga bercita rasa gurih dan renyah. Enak dicocol ke sambal kacang dan kecap yang tanpa sengaja bercampur. Sambalnya ini khas dan enak, tapi kenapa tidak ada jejak rasa pedas, ya? Rasanya agak nanggung, padahal rasa lauknya sudah juara!

Untuk makan di sini, total untuk saya dan Afid adalah Rp 56.000 dengan rincian: ayam goreng @Rp 18.000, tempe @Rp 3.000, nasi putih @Rp 7.000, dan teh tawar hangat gratis. Harga nasi nya mirip di mall ya, hihihi. Terlepas dari itu, ayam goreng olahan di sini patut banget dicoba. Ohya, kalau mau mampir ke sini, lokasinya pas seberang pintu masuk Stasiun Jatinegara. Dekat dengan Alfamart dan pengkolan yang biasa orang menunggu mikrolet 44 ke arah Kampung Melayu.

Ayam Goreng Ibu Haji Jatinegara
Jalan Bekasi Timur No. 20
Jatinegara, Jakarta Timur
Telepon: 021-85903488


Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates