20 Desember, 2017


Honeymoon Hemat ke Surabaya dan Malang



Ciye honeymoon ciye. Di tengah hustle-bustle hidup kami, mulai soal rumah, soal pekerjaan, dan aneka hal-hal melelahkan yang kami lalui, ciye, we deserve a holiday dong! Ya sebenernya sih emang pengen pergi aja siiiih. Akhirnya dengan bekal budget yang super mepet, kami jalan-jalan ke Surabaya dan Malang deh!


Ehem, perkara rumah memang cukup menyita pikiran. Gimana enggak, kami nekat, I mean seriously nekat, mengambil rumah di tahun pertama pernikahan kami. Cicilannya bukan 15 tahun, bukan 20 tahun, tapi 10 tahun shay. Yang mana artinya: uang yang kami terima saat gajian itu tinggal sari-sarinya aja. Hahaha. Meskipun kantong tipis, tapi kami punya waktu dan kesempatan buat pergi-pergi. Sambil menunggu rezeki kehadiran momongan, boleh banget dong kami quality time berdua! Dimana ada niat pasti ada jalan dong, nah Akhirnya kami bisa juga jalan-jalan. Apa aja sis yang bisa dihemat?

(Jalan-jalan Surabaya: Menemani Suami Nostalgia di Kampus ITS Keputih)


Langkah pertama adalah mencari promo kartu. Saya dan Afid punya 2 kartu debit 2 bank berbeda, saya cari tahu apakah ada promo untuk tiket pesawat? Oke ternyata enggak. Lalu saya inget punya silver card nya Garuda Miles. Iseng-iseng saya log-in, eh ternyata poin saya cukup untuk ditukar tiket! Untungnya poin atau miles nya bisa digunakan di maskapai Citilink, jadi nyampe deeeh Jakarta Surabaya, meskipun duduknya gak dapet sebelahan ama suwamik!

Off here we go!

Lalu selanjutnyaaah, transportasi dan hotel tempat menginap. Dari H-1 bulan, saya sudah kasak kusuk cari penyewaan mobil di Surabaya yang bisa lepas kunci. Sekalinya ada yang cukup murah, eh ribet banget mesti KTP Surabaya. Giliran ada yang bebas disewa, eeeh harganya mahal bener. Pada akhirnya, kami terbantu dengan naik Damri dan pesan Go-car di Sidoarjo dan Surabaya. Ini juga memanfaatkan voucher diskon di aplikasi Go-jek Afid, dan kami cukup bayar setengahnya aja :”) *terharu *nangis di pundak Rio Dewanto.

(Kuliner Surabaya: Nyicip Nasi Bebek Sinjay yang Pedes Mantep!)

Komen pak Afid: Waaah sekarang kampusnya udah bagusan dikit! :))

Di hari kedua, kami akhirnya sewa motor. Ini bener-bener last option, karena Afid belum lama bisa nyetir motor. Hahahaha. Kami sewa motor matic yang ukurannya mirip dengan yang biasa kami naiki di rumah, jadi harapannya nggak akan jauh beda deh meskipun ini di kota lain. Sewa motor sangat menolong dari segi kantong, karena total kami keluar uang Rp 110.000 termasuk biaya sewa motor (Honda Beat 2017), biaya antar ke tempat yang disepakati, serta bensin Pertalite seharian. Ga enaknya cencu sajaaaa… keujanan. Beberapa kali Surabaya diguyur ujan yang gede banget. Oh iya, kami sewa motor di DJTrans Rental (087838427661).

Terus bobo dimana shay? Kami sewa Airyrooms dong! Memanfaatkan promo diskon 50%, kami menyewa kamar kost eksklusif di daerah Semampir. Dari harga Rp 430.000 untuk 2 malam, kami cukup bayar Rp 230.000 sajah. Kantongku senang dan bahagia!

(Review: Menginap di Airyrooms Oemah Koss Semampir)



Dari Surabaya ke Malang, rencananya kami akan naik kereta dari Stasiun Gubeng. Eeeeh setibanya di Stasiun Gubeng, ternyata kereta kami dibatalkan karena ada banjir di Porong. Jadilah kami naik bus dari terminal Bungurasih. Kalau dihitung cost nya sama sih, karena (untuk berdua) refund kereta Rp 110.000, dan bus Rp 50.000 serta Go-Car ke terminal Rp 40.000. Cuma memang waktu tiba di Malang jadi sedikit mundur dari itinerary.

Setiba di terminal Arjosari Malang, kami dijemput oleh rental mobil (Al Amin Rent Car, 082234522006). Untungnya biaya rental mobil sudah saya DP di H-1 bulan, jadi ngga berat keluar uang lagi. Mobil Suzuki Ertiga manual, lepas kunci, 24 jam penuh dan sudah termasuk biaya antar jemput, total Rp 275.000. Dari sini langsung cuuuus ke Batu dengan tujuan Museum Angkut dan Pos Ketan Legenda.

(Simak juga: Pacaran Sambil Makan Ketan Susu Legenda 1967 Batu)

Foto bersama opletnya bang Mandra

Di Malang nginep dimana? Ahuhu, kami nginep di Hotel Santika Premiere Malang, GRATIS! Lagi-lagi memanfaatkan poin kartu SIP (Santika Important Person), yang saya kumpulkan tiap kali dinas luar kota dan menginap di jaringan hotel Santika. Senang syekaliiii bisa nginep gratis sampai beberapa kali di hotel sebagus ini, berdua suami pula, bukan urusan kerjaan hehehehehe.

Sooo comfortable!

Tips lain liburan hemat yang belum pernah saya praktekkan adalah: ikutan kuis!

Sebetulnya: mau kemana dan naik apa bukanlah hal mutlak. Kan yang penting sama siapanyaaa… Uhuk. Dan hal yang saya jaga sih spirit untuk quality time berdua dan memberi reward untuk kami sendiri. Iya gak siiih, merencanakan perjalanan seringkali bikin saya lebih semangat kerja lho!



Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates