05 Desember, 2017



Kuliner Surabaya: Nyicip Bebek Sinjay yang Pedes Mantep!



Nasi bebek! Itu yang muncul pertama di kepala saat mikirin mau makan apa di Surabaya. Meski khas dari Madura, tapi nasi bebek banyak banget ditemuin di Surabaya. Sebagai penyuka nasbek garis keras, saya harus lupain dulu diet bebas nasi dan melahap nasi bareng bumbu bebek yang gurih dan sambel yang pedas di Bebek Sinjay! Grrr…!




Nasi Bebek Sinjay ini jadi salah satu wishlist kuliner yang harus saya datangi saat jalan-jalan ke Surabaya akhir November lalu. Yang lain adalah tahu tek dan juga soto. Ih gitu banget ya, makan aja ampe ada daftarnya. Suami saya, Af malah males banget makan bebek. Katanya kebanyakan lemak dan kulit, dagingnya sedikit. HEMMM GAK SALAH SIIIH, saya makan nasi bebek emang lebih karena kesengsem sama bumbunya yang setrooong! Setrong kayak hati aku saat ngeliat suami makan indomi tapi aku ga dibagi! 


Ih katanya ga doyan, tapi nyolek-nyolek!

 

Yess, meskipun ga suka bebek, tapi suami harus dan wajib anter (dan bayarin!) Bebek Sinjay dong! Kami sengaja sampai di cabangnya di jalan Ahmad Yani Surabaya sebelum jam makan siang, supaya nggak rame-rame amat githu karena itu hari Minggu. Menunya yaitu: bebek goreng, ayam goreng, juga ati ampela. Semuanya sudah matang, jadi tinggal dituang ke piring saat dipesan.


Saya memesan nasi bebek dan air mineral (Rp 28.000). Terdiri dari nasi porsi abang galian, bukan porsi wanita mungil dan manjah. Kemudian bebek bagian dada, serundeng dan sambal pencit. Sambal inilah yang bikin saya terhenyak ((((terhenyak shay)))). Pikiran saya, nasi bebek ya seperti yang sering saya temui di Bekasi dan Jakarta, bumbunya hitam rempah ala nasi bebek Mak Isa. Ternyata nasi bebek Sinjay ini pakai sambel mangga atau sambel pencit. Sebagai mantan reporter kuliner, rasanya aku merasa gagal dan tak berguna. KEMANA AJA MBA PLOO?







Nggak salah siiih nasinya banyak, karena bebeknya cukup besar dan sambelnya pedes banget! Apalagi pakai serundeng yang gurih enak, cocok banget sama nasi. Seru lah pokoknya. Sayangnya saya merasa sambel pencit ini kok nggak se-nendang bumbu rempah hitam yang tasty dan pedaaaas. Sambel pencit yaa pedes asem aja gitu. Tambahan kecap nggak banyak membantu, malah keseringan nyusahin (lah?) ya maksudnya kurang cocok. But most of all, bebeknya enaaakk!





Konon katanya Bebek Sinjay di Madura penuh banget sampe antri-antri ya? Antara Madura jauh dan suami saya bukan orang yang suka antri makanan, kami mampir ke cabang Bebek Sinjay di Jalan Ahmad Yani, Siwalankerto, Jemur Wonosari.

Ini dia daftar lengkap lokasi Bebek Sinjay Madura:

  • Jalan Raya Ketengan No. 45 Bangkalan Madura (Pusat)
  • Jalan Ahmad Yani Surabaya (Telepon: 085334093333)
  •  Jalan Tidar No. 1 Surabaya (Telepon 085331244445)
  • Karanglo Malang (Telepon: 082228300100)
  • Jalan Palagan Pandaan (Telepon: 087775575775)
  • Jalan Ponti No. 3 Magersari Sidoarjo (Telepon: 081231415444)
  • Jalan HR Mohammad No. 71Surabaya (Telepon: 0823301788881)
  • Jalan Dharmahusada No. 160B, depan Superindo   
  • Kapas Krampung Plaza (KAZA), BKF Lantai 3 Surabaya (Telepon 082140878880)
  • 200 Meter dari pintu tol Pondok Gede, Jatiwaringin. Waah gak jauh dari rumah nih!

Gimana sodara sodari, mau mampir?

Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates