18 Januari, 2018



Hal yang Sebaiknya Tidak Dikatakan ke Pasangan yang Belum Dikaruniai Anak



Weits, sensitif nih, hahaha. Insya Allah saya dan Afid akan anniversary bulan depan. Pertanyaan “sudah hamil, belum?” sudah jadi pertanyaan biasaaaaa yang akan kami jawab dengan: “belum, doain yaa”. Tapi ada loh, ada banget, kalimat bernada judgement yang keluar dari orang lain. Saya coba mengerti, mungkin itu bagian dari basa basi. Meskipun kadang saya jadi kepengen bawa cobek, biar bisa ngulekin bibir-bibir julid! Wakaka.


First of all, mari kita sepakati jika:

  • Mayoritas orang yang sudah menikah sangat mendambakan punya anak
  • Setiap orang punya upayanya sendiri dalam usahanya segera hamil
  • Anak adalah titipan Allah, kapan dikasihnya adalah hak Allah


Jadiii, apa aja tuuuh perkataan yang kurang sip tentang belum hamil?


“Nunda ya? Hoo kirain ditahan dulu…”

Ini kalimat pendek, sederhana, tapi nancep. Kesannya kita belum ingin, belum mau, nanti-nanti ajah *okay, itu asumsi aja sih. How come, bu Jubaedah bilang githuuu? Yang ngomong begitu bahkan belum tentu setahun sekali ngobrol sama saya. Oke, kalimat itu meluncur saat nggak sengaja berpapasan, sih. Jadi sifatnya selewat dan yang muncul di kepala aja yang diomongin. But please, buat buibu dan temen-temen, “nunda yah?” bukan kalimat yang baik untuk berbasa-basi. Nunda? Anunda Lontoh? Anunda Mikola?


“Mbak nya kecapean ya, kerja terus pulang malem…”

Ih padahal saya mah kerja kantoran yang cenderung nggak grasak grusuk. Saya bukan selebriti maha terkenal dan super sibuk, yang kemudian gila kerja, gila harta, gila jabatan dan bergelimang harta *DIH APAAN SIH JIJIK NULISNYA WKWK*

Kecuali saya kerjanya setiap hari berlari mengejar kopaja dari belakang, mulai keluar terminal sampe masuk terminal tujuan. Atau pekerjaan saya memandikan 100 sapi liar setiap hari agar KPI dan bonus tahunan segera cair. Kagak shai, kerjaan saya ya kroco mumet yang porsi kerja – gossip – ketawa dan buka Lambe Turah nya masih seimbang kok. Yaaa meski mungkin yang dilihat orang adalah “pergi pagi pulang malem” *padahal Maghrib uda dirumah* dan yang ngomong adalah ibu rumah tangga yang full dirumah.


“Coba minum obat xxx deh, si anu abis nikah minum itu langsung hamil!”

Okeh. “Langsung hamil” adalah murni keputusan Allah untuk kasih amanah anak dalam waktu singkat. Sementara itu, ‘tidak langsung hamil’ juga terserah Allah. Vitamin, obat dan metode lainnya adalah bagian dari ikhtiar. Lagipula, selain vitamin, sumber nutrisi juga datang dari asupan makanan sehari-hari. Tapi balik lagi, tiap pasangan punya referensi dan preferensi masing-masing tentang ini. Mau dia nenggek obat ampe over dosis, atau secukupnya aja karna sayang ginjal, semua pilihan setiap insan. Insan di dunia yang hanya sementara ini. Uhuk.


“Si anu nikahnya setelah mba tapi udah hamil dia…” atau “itu si X anaknya udah 3”

ATUHLAH EMANGNYA ANAK DIBUAT DARI TEPUNG TERIGU YANG DICAMPUR KOL DAN JAGUNG? *eh itumah bakwan. Punya anak bukanlah kompetisi. Lagipula, setiap waktu pasti tepat. Bukan yang lebih cepat berarti dia lebih bahagia dibanding yang lebih lama. Bisa jadi yang langsung  hamil setelah nikah kepingin juga sebenernya pacaran halal dulu, travelling dulu, main-main dulu. Bisa aja yang punya anak banyak sebetulnya merindukan banyaknya me-time saat belum punya anak dulu. 

Yaa pokoknya kondisi setiap orang beda-beda, dan gak sama juga menyikapinya. Jadi nikmati sajaaaa masa-masa ke-berduaan bareng suami. Toh selain anak, rumah tangga yang seru, harmonis dan bahagia juga rezeki!

------------------------------------

Setahun juga kayak nggak berasa, meski belum hamil dan punya anak. Disyukuri aja, karena dikasih Allah waktu buat kesana kemari bareng-bareng, quality time (dan nyalon time!) yang banyaaak, juga buat cari ilmu yang banyak tentang parenting sebelum benar-benar dipraktekkan. Uhui.

Kalo obrolan saya sama Putri, mantan jurnalis DetikTravel yang kini anaknya dua: Kadang-kadang omongan orang malah bikin kita kesel, padahal sebelumnya adem-adem aja. Dan kalo bete, siapa lagi tempat menumpahkan curahan hati selain suami? Belum lagi malah jadi bete juga sama suami. Hahaha maapin saya ya pak! Kasian deh suaminya jadi korban terus, hahaha.

Jumlah anak nggak bisa langsung dianggap seperti ‘prestasi’. Ini seperti pertanyaan ‘kapan nikah’ yang disampaikan ke orang yang sebetulnya ingin sekali menikah, tapi karena berbagai alasan belum terlaksana. Kita nggak pernah tahu upaya apa saja yang dia lakukan untuk segera menikah, dan untuk lekas punya anak. Yakaaan! Cobalah rem perkataan, bisa aja kita rasa kalimat kita biasa aja. Tapi kita nggak paham, kalimat 'biasa aja' itu dilontarkan oleh banyak orang lain diluar sana, bikin pegel juga!

Jika pertanyaan dan pernyataan itu dilontarkan oleh orang-orang tua seangkatan orang tua kita, mungkin masih biasa aja. Yah namanya juga orang tua. Tapi kadang-kadang miris juga ketika yang bicara seperti itu masih tergolong muda, bahkan umurnya nggak jauh dari kita. Di era teknologi, keterbukaan informasi dan sosial media kayak gini, mbaknyaaahh... 

Saya gak se-baper itu kok. Ini cuma sebagai pengingat diri sendiri untuk berhati-hati saat berbasa-basi dengan orang lain. Kita nggak tahu, kalimat yang kita kira biasa, simpel dan sederhana dimaknai seperti apa oleh orang lain. Apalagi hal-hal 'mainstream' seperti ini.

Alangkah baiknya kalau kita biasakan berbasa-basi dengan kalimat-kalimat baik dan positif. Pertanyaan “udah nikah belum?” atau “udah isi belum?” tidak perlu dilanjut dengan diagnosa. Paling gampang kasih doa: semoga disegerakan dan dimudahkan yaa!

                                                                           

1 komentar:

PENGAKUAN SAYA BERSAMA KELUARGAKU INI BUKAN CERITA ATAU PUN REKAYASA BENER-BENER TERBUKTI SAMA SAYA.

Terima kasih sebesar-besarnya yang kami ucapkan kepada KYAI ANOM SUROTHO yang telah memberikan keberhasilan dan keberuntungan bagi keluarga saya.berkat bantuan beliau saya sekarang sudah hidup tenang karena suamiku sudah punya usaha tambak yang luasnya sekitar 3 hektar kurang lebih. begitupun juga saya dirumah buka warung sembakau dan sekarang pun saya sekeluarga tidak di kejar-kejar hutang lagi. mulanya keluarga Kami di berikan angka gaib hasil ritual dari KYAI ANOM SUROTHO yang sangat Jitu 100% dijamin tembus.sehingga keluarga saya sekarang merasa tenang lagi.sekali lagi terima kasih KYAI jasamu dikeluarga saya tidak akan terlupakan.Jika anda butuh angka gaib hasil ritual silahkan hubungi KYAI ANOM SUROTHO dinomer hp beliau di:((_085_298_569_393_)) Terima kasih banyak KYAI wassalam.

http://kyaianomsurotho.blogspot.co.id/ 
Atau Chat/Tlpn di WhatsApp (WA) 
No WA Kyai : 085-298-569-393

REPLY

Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates