26 Februari, 2018





Sudah setahun! Ihwaw ternyata usia pernikahan saya dan Mapit sudah menginjak tahun pertama. Momen anniversary ini juga kami ‘rayakan’ dengan silaturahmi dengan dokter kandungan. Ciee silaturahmi :)) Lalu bagaimana dan gimana hasilnya? Hyuk Sahabat Dahsyat, mari baca ceritanya sampe bawah!


Kenapa menunggu setahun? Err, itu sebelumnya lebih kepada psychological reason aja sih. Ada pengaruh antara omongan orang lain mengenai tahun pertama yang belum dikaruniai momongan. Ada yang bilang “nunda ya? Terlalu capek ya? Belum mau punya anak ya? Terlalu sibuk kerja ya?” ada juga pendapat sotoy tentang “Halaaah setahun juga belom, santai aja sih, buru-buru amat”. Keliatan santai, dibilang nunda. Tampak berupaya, disangka ga sabaran. Gitu aja terus sampe Thor liburan ke Jatiluhur terus ngeborong jilbab di Sport Station!



Kami pikir 1 tahun untuk periksa ke Obgyn adalah waktu yang pas, nggak kelamaan tapi juga nggak kecepetan. Sebetulnya motivasi terbesar kami ke dokter bukanlah “kepingin cepet-cepet punya anak”. Kami sama-sama punya pandangan kalau punya anak adalah salah satu tujuan dan konsekuensi pernikahan, dan kami berikhtiar untuk itu. Sisanya Allah yang tentukan. Toh rezeki pernikahan kan tidak melulu seputar keturunan, tapi kondisi rumah tangga  yang sehat, menyenangkan dan saling setia juga rezeki tak ternilai, kan?


Tentang ingin segera dipercayakan Allah untuk hamil dan punya anak, iya banget. Tapi alasan utama ke dokter adalah mau lihat apakah ada masalah atau kendala yang perlu dibenahi. Jadi kami punya waktu untuk ‘memperbaiki’ dan cari jalan keluar. Ya kan shaaaaayyy. Bersyukur dikasih waktu pacaran ekstra 1 tahun. Kami diberi waktu untuk LEBIH siap jadi orang tua.


Untuk menentukan ke dokter yang mana, saya tanya-tanya teman dan banyak Googling. Alasannya, saya kepingin ketemu dokter kandungan yang nggak nyebelin sekaligus nggak antri lama. Dari berbagai rekomendasi dan pertimbangan, saya dan suami memutuskan untuk mengunjungi dokter Teuku M. Iskandarsyah, Sp.OG. di Rumah Sakit Ananda Bekasi. Kenapa dokter laki laki? Hmm, sebetulnya Mapit prefer dokter perempuan. Tapi ada pertimbangan lain yaitu: deket rumah, jadwal pak dokter banyak, dan waktu antri nggak panjang-panjang amat jadi nggak perlu siapin waktu khusus untuk perjalanan dan konsultasi. Ngobrol sama temannya Mapit yang jadi dokter jaga di RS Ananda dan teman saya di Farmasi RS Ananda, Dokter Teuku orangnya enak. Mari dicobaa. Jiaah dicoba, nasi padang kali ah.



Sabtu siang akhirnya saya daftar konsultasi melalui telepon RS Ananda di nomor telepon 021-8854338. Entah kenapa telepon bagian pendaftaran ini lamaaa banget diangkat. Ngabisin pulsa banget, karena pake sistem hotline. Jadwal praktek Dr. Teuku hari Sabtu jam 08.00 – 14.00, saya telepon jam 12.00 dan tanya apakah masih bisa daftar, ternyata masih bisa. Sekitar jam 13.15 kami sampai di RS Ananda,lalu  daftar ulang dan dicek tensi plus berat badan.


Cerita yang saya baca-baca di blog orang, nunggu dokter Obgyn itu kudu siap-siap istigfar dan sabar karena akan lamaaaaa nunggunya. Kami sudah siap amunisi masing-masing, saya bawa earphone, video download-an di Youtube dan Mapit tentunya dengan game di hp nya. Eh Alhamdulillah, gak sampe 30 menit udah dipanggil.


Terus saya deg-degan. Bakal diapain nih kira-kira? 'Perkenalan' pertama saya dengan dokter obgyn cukup awkward karena nggak biasanya saya jadi irit ngomong di depan dokter. Gue bingung sendiri, ihh segininya amat sih nervous, sampe bingung mau nanya dan konsultasi apaan! Wkwkwk. Macamnya dateng ke Obgyn gara-gara hamil diluar nikah deh ah hahaha. Tapi mungkin si dokter udah biasalah ya menghadapi pasien kayak saya gini.


Pertanyaan beliau sih standar, tentang gaya hidup kami, siklus berhubungan suami istri. Ehem, ya kalo telfonan sih hampir tiap hari, tergantung sinyal. Pertanyaan ke saya: bagaimana siklus menstruasinya, sering keputihan nggak, dan terkait tanggal terakhir menstruasi. Pertanyaan ke Mapit: Merokok nggak? Sering begadang nggak? Setelah itu saya diminta tiduran dan diperiksa.


Ceritanya udah GR aja nih bakal disuruh transvaginal. "Wadaw uwe disuru ngablak nih aduduh".  Ya kebayang bakal mirip saat papsmear tahun lalu, tapi lebih 'ihiy' dan tindakannya oleh dokter pria pula. Eh ternyata cuma USG biasa aja, hehehe. Rok diturunin sedikit sama susternya, lalu ditutup tisu. Kemudian perut diberikan pelumas yang dingin, untuk kemudian alat USG nya diletakkan di perut. Nggak sakit sama sekali, dingin aja hehe. Yah mirip-mirip kalo saya lagi di US saat fisioterapi kaki.


Long story short, alhamdulillah adalah rahim saya bagus. Saran dokter hanya seputar makanan dan vitamin, serta siklus berhubungan 2 hari sekali di masa subur. Untuk saya, dianjurkan banyak makan alpukat, madu, dan mengurangi penyedap rasa. Suami disarankan banyak makan tauge dan madu. Dokternya gimana? Belum bisa terlalu menilai, tapi first impression cukup oke karena dokter nggak mengeluarkan saran judgemental.


Dokter juga memberi obat yang penggunaannya beda-beda. Apa aja thu, mpok? Yang pertama Folavit untuk diminum setiap pagi, kemudian obat Profertil untuk diminum mulai haid hari kedua, dan Astria mulai haid hari ke 9. Untuk suami, diberi resep Glisodin untuk dikonsumsi saat istri haid di hari 9. Total biaya obat adalah Rp 445.000, dan biaya dokter Rp 150.000. Total Rp 595.000 untuk kunjungan kami yang pertama ke Obgyn.


Setelah pemeriksaan awal ini, saya makin yakin kalau memang sebaiknya kalau punya keinginan untuk periksa kondisi rahim, periksa aja tanpa nunggu pernikahan 'sudah ada umur nya'. Bersyukur saya tidak punya masalah serius mengenai rahim. Gimana untuk pasangan lain yang ternyata ada kista atau miom yang mengganggu dan berisiko? Atau bahkan baru tahu ada saat sudah hamil. Dengan begitu, jadi lebih paham dan siap kan menghadapi kehamilan. Mudah-mudahan ikhtiar kami untuk bisa siap, bisa amanah dan bisa mampu untuk hamil - melahirkan dan membesarkan anak dengan baik akan dipermudah Allah. Aamiin...



Sumber foto: https://www.flickr.com/photos/geishaboy500/3106170267/

Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates