11 Mei, 2018





Tulisan ini berawal dari kegundahan seorang istri yang suaminya mau berangkat ke site proyek nun jauh di sana dalam waktu yang cukup lama. Sebagai istri siaga, saya agak clueless mengenai apa aja yang harus masuk koper. Sementara suami sangat santai “yaa bawa baju 2, daleman 2, celana 2”. Oh tentu saja naluri cindy cenora berkata tidak mungkin, karena pasti banyak yang perlu dibawa!



Pergi ke site proyek konon memang ada dokter, ada perlengkapan mandi, dan makan disediakan 3 kali sehari. Tapi apa benar-benar terjamin? Misalnya obat ga tersedia, alat mandi habis, atau makanan yang nggak cocok gimana? Apalagi untuk tinggal di remote area, ketika ada sesuatu ketinggalan atau kekurangan, ya rasain ajeee pasti generasi Indomaret Alfamart kayak kita gini pasti bingung.


Bagaikan bakso tanpa saos, rasanya bukan saya banget kalo nggak double check kebutuhan bawaan suami yang mau berangkat. Mungkin ini juga yang dirasakan istri-istri lain ataupun teman-teman lain yang belum punya rancangan apa aja yang perlu dibawa. Here’s my list, mungkin aja bermanfaat sebagai bahan masukan untuk teman-teman yang mau packing ke proyek:


PAKAIAN

2 kaos dalaman
1 kaos lengan panjang
1 kemeja
1 celana training
2 celana pendek dalaman
4 celana dalam
1 sarung
1 baju koko (bukan putih)
1 handuk kecil
2 kaos kaki
2 buff
2 sapu tangan
Sandal karet
1 cardigan (dipake saat berangkat)
Topi (dipake berangkat)
Sepatu olahraga (dipake berangkat)
Celana panjang yang nyaman (dipake berangkat)

Catatan: Item-item di atas sudah saya tulis nama suami supaya kalau di laundry nggak ketuker



OBAT MINUM



Obat sebetulnya Cuma untuk jaga-jaga aja untuk penyakit ringan. Antisipasi kalau dibutuhkan cepat, suami gak perlu cari dokter. Katanya sih di sana ada beberapa dokter jaga. Vitamin juga untuk dikonsumsi sekali-sekali.

Vitamin (Enervon C 2 strip, Imboost 1 strip, Renovit 2 strip)
Obat diare (lopamid 2 strip)
Antimo (supaya tidur pules selama perjalanan jauh dini hari)
Obat flu (rhinos 1 strip)
Obat batuk tablet (Bisolvon)
Asam mefenamat (1 strip) 
Sanmol (1 strip)

Kok ga bawa obat malaria? Suami info kalau di site tempatnya bekerja  (Tangguh Expansion Project,  Sorong) rutin setiap beberapa hari sekali ada penyemprotan. Jadi insya Allah aman.


OBAT LUAR




Selain obat minum, saya membekali suami dengan ransum tentara berbagai obat luar. Again, hanya untuk jaga-jaga aja sih. Kan ga ada istri adi apa-apa harus sendiri hehehe.

Lotion anti nyamuk (lavenda yang dapet banyak wkwkwk)
Hansaplast
Rexona (2 pcs)
Salep pegel dan nyeri otot
Minyak ijo (untuk kalo luka/pijet/digigit serangga)
Aromatherapy Spray Cold & Flu dari Botanina (biar enak tidur dan cegah flu)
Aromatherapy Spray Jaga Sukma (buat pegel-pegel dan memar)

Selain itu, saya juga nyelipin dua item yang sebetulnya debate-able dibawa apa enggak tapi istrinya kekeuh harus dibawa hahaha:

Nature Republic Aloe Vera yang dimasukin ke wadah kecil biar kulitnya lembab terus
Sunblock Vaseline


ALAT MANDI




Sampo sachet 2 renceng (alasan beli rencengan supaya ga diitung botol cairan pas naik pesawat hehehe. Kalo dikeluarin kan gawaat suami ane kagak sampoan hahaha)
Sabun cair konsentrat biar awet lama abisnya
Pembersih muka
Pasta gigi 2
Sikat gigi plus ekstra lebihannya
Shower puff

Concern soal jumlah cairan yang dibawa di pesawat, dan informasi kalau di daerah mess nggak ada toko bikin agak was-was sih. Satu sisi mau bawa kebutuhan sehari-hari dalam jumlah yang cukup gak kekurangan, tapi satu sisi khawatir kebanyakan cairan yang dihitung sebelum naik pesawat dan ga bisa dibawa. Euwh, kalo aja brand sabun konvensional ngeluarin sabun versi lembaran yaaa... dan kebutuhan-kebutuhan lain yang dibuat bukan dalam bentuk cairan. 

Notes: sabun batangan ga masuk itungan hehehe...


BAWAAN TAMBAHAN

Tisu kecil 2 pcs
Gantungan baju 2 buah
Plastik dan goodie bag lipat (masing-masing 2) buat bungkus/nenteng/bawa sesuatu
Karet gelang dan penjepit kertas besar
Botol minum
Spidol permanen


Naaah urusan makanan, awalnya saya hanya membawakan permen, Energen dan wafer aja. Namun ternyata suami kurang cocok dengan makanan di sana. Kebetulan ada temannya yang mau berangkat ke site (dan mau menerima titipan, hahaha), jadi saya kirim ke kantornya dan titip ke si mas nya. Apa aja buu?

Bawang goreng pedas
Boncabe
Sambal ulek sachet
Abon teri
Tempat makan/tupperware

Tambahan lain yang direkomendasikan untuk dibawa: minuman yang mudah larut dengan air dan mi gelas.

Oh ya, ternyata butuh juga payung karena sering banget hujan deras. Yaa tapi ga bawa, jadi menyesuaikan aja deh.

Meskipun keliatannya banyak, kopernya ga gede kok! Bahkan nggak padat dan sesak. Malah pake bawa tumpukan kertas kerjaan loh! Suami pake koper biasa ukuran 18 inch, supaya bisa langsung masuk kabin aja gak usah pake bagasi. Ini memudahkan suami yang berganti-ganti pesawat dan armada, yang kemudian bernyanyi: mau dibawa kemana... hubungan kita...



Selain biar ga ribet dan rempong, bawa koper kabin juga membebaskan nasib si koper dibanting-banting sepenuh hati saat tiba di conveyor belt oleh petugas bandara setempat. hahaha.

Untuk fungsi pekerjaan, digital dan entertainment, suami juga bawa ransel tipis andalannya berisi: laptop, headset, powerbank, juga harddisk eksternal.

Eh, lalu kemana baju lapangan, safety shoes dan helm nya? Semua dikasih sesampainya di lokasi proyek, jadi ga perlu bawa begitu-begituan berat-berat deh!

 Naah mudah-mudahan sista-sista yang mau melepas kepergian belahan jiwanya ke lokasi nun jauh di sana jadi punya bayangan yahh apa aja yang perlu dibawa. Adios amigos makan mentos!


Sumber Foto atas: http://www.wander-mag.com/

Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates