03 November, 2018




Setelah konsultasi dengan Obgyn (baca di sini: Promil dengan Dokter Ni Made Desi di RSHermina Bekasi), saya dan suami langsung ke bagian Radiologi dan Laboratorium. Ke Radiologi untuk pemeriksaan HSG saya, dan Lab untuk periksa sperma suami.

Syarat HSG adalah dilakukan di hari 9 sampai 11 menstruasi, tidak melakukan hubungan badan dulu, juga surat rujukan dokter. Untungnya saya datang pada hari kedua menstruasi, jadi lebih mudah menentukan tanggal ke 9 hingga 11. Saat mendaftar, petugas langsung mencocokkan dengan jadwal dokter perempuan yang melakukan tindakan HSG. Saya mendaftar pada hari ke 9 pagi hari di hari Kamis, supaya bisa bareng dengan suami yang tes nya antara jam 7pagi - 12 siang. Petugas juga memberi catatan agar saat HSG, sudah mencukur kemaluan dan membawa pembalut.


Ternyata di hari Kamis itu, ada pekerjaan mendadak. Akhirnya saya coba hubungi RS Hermina untuk reschedule, daaann proses ini cukup menguras pulsa dan kesabaran karena telepon RS Hermina Bekasi 021-8842121 selalu sibuk. Akhirnya diangkat juga, dan saya reschedule ke Jumat jam 3 sore. Sementara itu, tes untuk suami akhirnya ditunda, karena kan bisa kapan ajaaa hahaha.

Hari Jumat jam 3 sore, saya dan suami daftar kembali di bagian Radiologi, dan langsung diresepkan obat untuk ditebus. Obatnya terdiri dari obat Pereda nyeri yang harus dimasukkan dari anus (Rp 17.000) dan Asam Mefenamat (Rp 2.500). Setelah mendapat obat, balik lagi deeeh ke Radiologi. Hmm, kenapa obatnya ga langsung diinfo saat daftar awal yah, jadi pas dateng sudah bawa obat dan bisa langsung tindakan. Antri farmasi aja udah 30 menit sendiri, kakaaa…

Okeh, saatnya eksekusi! Saya sudah Googling sih mengenai HSG tuh diapain aja. Yang bikin agak ngilu adalah efek mulas saat tindakan dan efek samping sesudahnya. Ada yang bilang seperti nyeri haid, ada yang bilang mules biasa, ada juga yang sampai harus bedrest. Saya cukup pede karena sudah ‘biasa’ dengan rasa sakit menstruasi tiap bulan.

Masuk ke ruang Radiologi, saya di briefing dulu oleh perawat tentang prosedur HSG, apa yang akan dirasakan, dan apa tujuannya. Kemudian saya diminta ganti baju di kamar mandi dengan seragam khas rontgen yang bukaan depan. Seharusnya memang dari rumah pake baju 2 pieces aja, jadi hanya bawahan dan celana dalam yang dibuka. Eeeh saya malah hari itu pake gamis! Hahaha. Di kamar mandi juga saya memasukkan obat Pereda nyeri yang dimasukkan dari anus. “bentuknya seperti peluru, dimasukkan saja dan agak ditekan ke dalam agar tidak keluar lagi,” gitu ceunah. Well, ternyata mudah! Wkwkwk.

Saya menunggu sekitar 15 menit karena dokter Radiologi masih menangani pasien. Ternyata dokternya cantik dan modis dengan hijab syar’I biru muda. Saya diminta duduk di bagian tengah meja rontgen, dengan posisi kaki terbuka, alias ngablak maksimal. Pertama dokter memberikan betadine di area V, lalu memasukkan selang kateter. “Tarik nafas yaa…”. Oke, sampe sini gak masalah. Santai lah beb, USG TransV lebih gedee dari ini hahaha.

Perasaan “oh gini doang…” tiba-tiba berubah menjadi “astagfirullah, APAAN NIHH!!” saat dokter melakukan gerakan seperti membuka keran dari selang. Rasanya tiba-tiba mules banget, seperti saat menahan pup yang ingin segera langsung brojol gitu beb hahahaha. Perut rasanya nggak karuan.




Di tengah-tengah rasa sakit kemudian saya disuruh mundur, mencapai posisi terlentang untuk di rontgen. Sulit sekali ku melakukannya karena YA SAKIT KAKAKKKK LEMES BENERRRR…. Tapi perlahan rasa sakitnya berkurang dan saya mulai buka mata. Iya, saya merem yang kenceng untuk menahan sakit.

Setelah difoto, masih dengan muka teler abis kesakitan, dokter langsung bilang ke saya “Alhamdulillah bu, tuba yang kiri dan kanan sama-sama bagus, tidak ada pelengketan, cairan kontras masuk dengan sempurna”. Kemudian selang kateter ditarik dan tindakan selesai. Yaah 15 menit deh kayaknya, meskipun saat di sana berasa lamaaa banget. Katanya siih, rasa mulas ini kurang lebih mirip ketika mulas ingin melahirkan. Semacam rehearsal yah ini, biar nggak kaget lagi hehehehe.

Kemudian saya ganti baju, pakai pembalut, dan pelan-pelan jalan keluar ruang Radiologi. Sebelumnya saya dan suami berencana mau mampir dulu ke mall, tapi setelah tindakan rasanya Cuma mau pulang dan tiduran!

Biaya HSG di RS Hermina Bekasi Rp 1.441.000, yang hasilnya bisa diambil 2-3 jam ke depan. Nanti-nanti ajalah ambilnya, kuhanya ingin pulang! Kalau saya cari info sih di lab-lab seperti Pramita dan Prodia sedikit lebih murah, tapi saya mau pelayanan satu atap ajalah, biar satu tempat aja.

Seperti yang saya ceritakan di awal, efek HSG pada setiap orang bervariasi. Ternyata beberapa jam kemudian saya merasa sakit perut banget! Nyeri hampir setiap saya bergerak, perut terasa bengkak dan sulit beraktivitas. Setelah tindakan Jumat sore, rasa nyeri ini dirasakan hingga Sabtu siang dan kemudian level sakitnya perlahan berkurang. Untungnya menjelang Weekend jadi saya nggak perlu kepikiran kantor.

Mudah-mudahan cerita saya di atas bisa memberi gambaran seperti apa HSG dengan lebih real, hahaha. Ohya, ada yang bilang HSG meningkatkan kesuburan dan keberhasilan punya anak, lho. Ya siapatau kan yaaaa….



Foto: Roadaffair.com

3 komentar

Halo mbak Flora, salam kenal yah. Izin menyimak cerita promilnya ya mbak. Saya lagi cari info tentang HSG dan teman2nya, terutama prosedur dan biayanya. Dah wow mahal juga yaaa :D mesti serius jg nabung dana buat promilnya nih hehe. Anyway gimana hasil HSG nya mbak? Semoga baik yaa, dan lancar promil selanjutnya :)

REPLY

Halo mba Dessy, salam kenal jugaa. Iya mba emang harus nabung banget, karna asuransi kantor ku dan suami juga gak tanggung HSG. Alhamdulillah hasilnya baik :)

REPLY

Halo mba Flora.. Aku udah bacar dr awal sampe akhir, yang aku mau tanyain, kalo biaya analisa sperma di terminal berapa ya mba

REPLY

Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates