01 April, 2019




Mengunjungi Pura Luhur Uluwatu Bali tak cukup jika hanya sebentar. Ada banyak titik menarik yang bisa dinikmati, termasuk menjadikan Tari Kecak Uluwatu Bali sebagai penutup agenda petang. Nah, saya mau berbagi tips membeli tiketnya tanpa antri dan lebih murah daripada beli di tempat. Lumayan lah, bebas berdesakan bersama para tour guide yang membeli tiket borongan!


Menyaksikan matahari terbenam sambil melihat pertunjukan Tari Kecak menjadi salah satu pengalaman paling ciamik di Bali. Terletak 22 kilometer dari Pantai Kuta atau sekitar 20 km dari Bandara Ngurah Rai, siap-siap menyaksikan pemandangan super cantik dari berbagai sudut di sini!


Beli Pre-Sale Tiket di www.uluwatukecakdance.com

Jika harga tiket on-the-spot adalah Rp 100.000, nah kita bisa beli tiket pre-sale nya dengan harga Rp 85.000. Selisihnya sedikit siiih, tapi lumayan kan buat jajan Pocari Sweat! Hehehe. Keuntungan lainnya beli tiket presale, di lokasi kita tinggal menukarkan print out e-ticket dengan tiket aslinya. Tak perlu antri panjang bersama para tour-guide yang bisa beli belasan bahkan puluhan tiket sekali transaksi.

Untuk pembelian presale tiket ini, kita tinggal Whatsapp atau telepon ke nomor 0821-4644-2745. Sampaikan berapa tiket yang ingin kita beli dan tanggal berapa. Nantinya sang petugas akan memberikan nomor rekening dan nominal yang harus ditransfer. Jika sudah mentransfer, jangan lupa konfirmasikan kembali pembayaran hingga petugasnya memberikan e-ticket untuk kita print.



TIPS MENONTON TARI KECAK ULUWATU

Untuk kenyamanan dan pengalaman seru yang maksimal, ada beberapa tips yang bisa teman-teman lakukan selama mengunjungi Uluwatu:


1. Datanglah lebih awal

Untuk masuk ke area Tari Kecak Uluwatu, pengunjung diharuskan masuk dulu ke kawasan Pura Luhur Uluwatu. Harga tiket untuk wisatawan domestik adalah Rp 20.000/orang. Area Pura Luhur Uluwatu memiliki pemandangan yang sangat cantik, melihat laut dari atas tebing tinggi dengan ombaknya yang menenangkan. Baik pura, tangga jalan, maupun pemandangannya menjadi paduan indah untuk dinikmati.

Datang lebih awal juga memberikan kita waktu untuk ngadem, ke toilet, beli minum, juga istirahat meluruskan kaki sebelum pindah ke area Tari Kecak. Panasnya luar biasaaa di sini!




2. Siapkan topi, kacamata hitam dan kipas tangan

Menjelang sore, cuacanya akan semakin panas. Dijamin, topi, kacamata dan kipas tangan akan sangat membantu. Karena lupa bawa kipas, saya dan banyak pengunjung lain menjadikan kertas selebaran bertuliskan alur cerita Tari Kecak sebagai kipas tangan. Gerah banget, bok!


3. Jangan lupa bawa air minum

Setelah berkeliling Pura Luhur Uluwatu, badan terasa lepek berkeringat karena cuaca dan udara yang terik. Dan…. Kami hanya punya 1 botol air minum yang isinya tinggal setengah! Saya sampai berhalusinasi andaikan ada tukang minuman dingin di area Tari Kecak, yah gak apa-apalah kalau harganya sampai 3 kali lipat, yang penting bisa mengobati haus. Hmm ternyata beneran nggak ada yang jual air, kalaupun mau beli air harus kembali ke area parkiran. Jadi sedia air is a must!


4. Tiba di area Tari Kecak sekitar jam 5 sore

Sebetulnya atraksi tari kecak dimulai jam 18.00 hingga 19.00 WITA. Namun untuk kenyamanan dan bisa pilih spot duduk, sebaiknya datang tidak mepet-mepet. Saat kunjungan hari Senin, saya pikir akan lebih sepi, eh gak taunya rame banget! Sampai 18.30 masih banyak sekali yang baru datang dan duduk seadanya, baik lesehan, nyempil, maupun di pinggiran dengan kursi plastik.





5. Memilih tempat duduk

Saya memilih tempat duduk di row agak tengah agar bisa balance antara melihat sunset, laut dan tari kecak. Bonusnya, saya bisa duduk sambil bersandar tembok! Lumayan banget pegalnya kalau nggak bisa nyender, hehehe. Saya nggak nyesel pilih bagian tengah, karena komposisinya jadi balance antara matahari terbenam, lautan luas dan juga tari kecak di depan.

Jika bawa anak-anak, usahakan jangan pilih duduk di paling bawah karena Tari Kecak beberapa kali menggunakan api sungguhan. Duduk di bawah juga biasanya akan digeser-geser seiring dengan makin penuhnya area penonton.



Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates