05 Juli, 2019


Foto: Barefoot Movement

Selama hamil, saya berusaha menumbuhkan empati lebih pada suami mengenai kehamilan. Bikinnya bareng, masa ngerasain suka duka nya sendirian aja, buaji? Termasuk saat coba mempraktekkan yoga, kami melakukannya bersama. Tentu sajaaa ada alasan lain dibalik praktik prenatal yoga bareng-bareng ini!


Sejak belum hamil, saya sudah mulai membekali diri dengan pengetahuan seputar kehamilan. Hingga akhirnya beneran hamil, saya pun mengajak suami untuk belajar bareng. Untuk perempuan mungkin lebih mudah cari tahu dan harus mencari tahu dimana. Naah untuk para suami mungkin sazaaaa butuh bantuan sang istri untuk banyak dapetin edukasi. Dua hal basic yang saya lakukan adalah dengan membajak Instagramnya dan memfollow akun-akun seputar Gentle Birth, bidan-bidan kekinian, sharing tentang ASI, juga dengerin Youtube bareng seputar kehamilan dari dokter kandungan ataupun Ustad.

Kali pertama percobaan yoga saya lakukan pada usia kehamilan sekitar 19 minggu. Saya melakukannya sendiri, sambil mengikuti Youtube Channel milik Andien dan Ippe.  Yoga yang mereka lakukan diklaim aman dilakukan bahkan pada trimester 1. Gerakannya cukup mudah dan enak diikuti, apalagi saya menonton di TV, memanfaatkan fitur wireless display di hp yang terkoneksi dengan TV. Tapi… kok rasanya kriuk banget, garing gitu. Sementara suami merasa bosan mendampingi dan mengalihkan pandangan ke handphone. Tentu saja ku takkan membiarkan hal tersebut, Marimar!

Jadilah saya ajak suami untuk yoga bareng! Lagi-lagi, Channel nya Andien dan Ippe yang jadi panutan karena gerakannya tidak terburu-buru, suara instruktur jelas, dan mudah diikuti pemula seperti kami. Tools yang dibutuhkan juga hanya 1 yoga mat untuk berdua. Tapi melihat gerakannya, sepertinya pakai karpet depan TV juga nggak apa-apa, asal dipastikan karpet nggak mudah bergeser dan anti slip.

Karena nggak pernah ikutan yoga, tentunya suami saya agak kaku gerakannya. Kadang bukannya saya yang nyender, tapi malah doi yang ngedorong punggung saya hahaha. Tapi tentu sajaaa sangat tolerable dan lagi-lagi gerakan yang ditampilkan Andien dan Ippe sangat mudah diikuti.

Ada beberapa alasan kenapa saya kekeuh banget maunya yoga bareng suami. Apa ajaaa Maemunah?


Olahraga bareng

Selama ini jarang banget kami melakukan olahraga yang disengaja. Gerak kami Cuma seputar naik turun tangga stasiun, tangga halte Transjakarta, dan juga jalan kaki cari makan siang. Hahaha. Minimal ada gerakan tambahan laaah gitu supaya keringetan tipis-tipis. Apalagi belakangan di trimester kedua ada aja keluhan saya: ya punggung sakit, bokong sakit, moga-moga prenatal yoga ini bisa meringankan rasa sakit tersebut.


Bonding dan quality time

Meskipun kami termasuk pasangan yang kemanapun dan ngomongin apapun seringnya bareng-bareng, tapi ga di semua momen kita bener-bener bonding. Nah di prenatal yoga ini, lumayan deh tuh kita bisa nempeeel tanpa banyak ngemeng, ngakak dan komen. Serasa hati yang berbicara (Aduh bisa aja ceu Mae). Dan tentunyaaaa, ini adalah momen bebas pegang-pegang hape!


Mempersiapkan kami untuk hari kelahiran

Gerakan yoga sangat baik untuk menunjang kesiapan kita pada hari H persalinan. Selain saya yang belajar untuk diri sendiri, suami juga sangat penting untuk paham gerakan-gerakan ini, sebagai support system saat melahirkan nanti. Supaya paham dan bisa mengarahkan saya di saat-saat pembukaan supaya sayanya lebih terkontrol hehehe.


Otentu sajaaaa menghemat waktu dan biaya!

Kalau dilihat-lihat, biaya prenatal couple yoga tuh lumayan pricey yaa! Mencapai ratusan ribu bahkan jutaan untuk sekali sesi dengan praktisi prenatal yoga terkenal. Lagipula kami belum tahu apakah kira-kira akan grogi dan kikuk nggak melakukan yoga di tempat asing beramai-ramai. Apalagi saat yoga ini, akan ada laki-laki lain para suami orang yang tentu sajaaa non mahram. Gerakan yoga kan banyak nungging, peluk-peluk, dan lainnya. Malu akutuuu... hehehe.

Mungkin suatu hari bisa jadi saya akan mendaftar, karena tentunya beda suasana yoga sendiri dan didampingi instruktur. Ehem, kalo lihat di akun Instagram orang-orang yang pernah ikutan kelas yoga couple, akan ada sesi mengharukan antara suami istri dan dedek bayi yang berkomunikasi. Hmm, saya khawatir antara bakal nangis sesenggukan sekaligus ngakak! Hehehe.

Oh ya, karena kami berangkat kerja pagi-pagi dan baru sampai di rumah di jam Maghrib, jadi yoga ini rencananya akan jadi agenda rutin kami di malam hari. Ehem, semoga rencana ini bukan hanya janji belakaaa!




Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates