20 Agustus, 2019


Alhamdulillah, akhirnya kami masuk ke trimester ketiga kehamilan. Di usia kehamilan kira-kira 28 minggu ini, saya dan suami berniat untuk konsultasi dengan dokter spesialis fetomaternal di Gulardi Centre, Cikini, Jakarta. Kami ingin lebih detil mendapat penjelasan dan gambaran dari dokter mengenai kondisi Mbak G di dalam perut. Iiiihhh gak sabaaarrr!




Alhamdulillah lagi, sejauh ini Mbak G selalu dalam keadaan baik. Dari hasil USG setiap bulan, perkembangannya baik dan sesuai milestone nya. Pernah satu kali saat saya dadakan ke Obgyn saat alergi kulit, dokter menyatakan jika berat si bayi masih dibawah rata-rata. Alhamdulillah pada USG selanjutnya dokter menyatakan kalau berat badannya normal. Itu ajasih, selebihnya, insya Allah mbak G tumbuh sehat sempurna. Aamiin.



Nah lalu kalau tak ada kondisi khusus, buat apa ke dokter subspesialis Fetomaternal? Banyak pendapat sih soal ini. Ada rekan saya yang menyarankan untuk minimal 1x konsultasi ke dokter Feto. Alasannya supaya biar bener-bener yakiiiin kalau kondisi bayinya sehat. Namun ada juga yang menganggap ‘buat apa ke Feto?’ kalau dokter kandungan yang biasa kita kunjungi tidak merujuk kesana dan tidak menyampaikan hal-hal yang mengkhawatirkan.



Naahhh kami masuk ke tim yang pertama. Berhubung ini adalah anak dan kehamilan pertama, kami para calon emak dan calon bapak ini agak clueless butuh insight lebih dari pakarnya. Insya Allah ga ada yang mubazir, berlebihan, dan semoga bermanfaat sebagai persiapan kita orang tua baru.




Terus, kenapa memilih Gulardi Center?

Alasannya karena denger-denger dokter-dokter di sini termasuk ‘suhu’ nya Fetomaternal, jam terbang tinggi, teliti dan pinter banget, serta harganya nggak terlalu tinggi. Katanyaaaa yaaaa. Hihi.

Lokasinya juga dekat dengan kantor saya di Menteng, jam praktik pagi, jadi bisa langsung cuss ke kantor. Antriannya juga gak lebay kayak di RSIA. Alasan kedua ini juga sih yang lebih mendorong konsul kesini hihi.



Pertama-tama, saya daftar dulu via telepon ke nomor 021-31924404. Niatan awal ingin konsul ke Dokter Sri Pujiastuti yang praktik setiap hari Selasa pagi, namun karena baru telepon H-1, kuota pasien Dr. Sri sudah penuh. Akhirnya saya daftar ke Dr. Yuditia Purwosunu yang praktik di jam yang sama. Setelah daftar, saya baru tanya suami, boleh gak konsul ke dokter laki-laki? Karena selama ini kami selalu pergi ke dokter perempuan. Alhamdulillah langsung ACC. Sebetulnya Dr. Yudit juga praktik di Hermina Bekasi, tapi antrinya harus sabar banget!



Asli deh kami niat banget untuk konsul ke sini. Gak biasanya jam 05.30 kami sudah rapi, bahkan sempat sarapan! Langka banget inii hahaha. Yang biasanya ngantor pake KRL, hari itu kami memutuskan untuk naik Go-Car dari Bekasi ke Cikini.



Lokasinya mudah banget ditemui. Kalau dari arah Metropole-Megaria, sebelah kiri kita akan menemukan sungai. Persis sebelum sungai ada belokan ke kiri, nah belok ke situ deh. Sekitar 200 meter sudah ada kliniknya di sebelah kiri. Gulardi Centre ini posisinya berseberangan terpisah sungai dengan RSCM Kirana, dan juga hanya 200 meter dari Klinik Mata RSCM Kirana. Kalau naik KRL, bisa turun stasiun Cikini dan naik kopaja/Ojek/Taksi sebentar.



Kami sampai di jam 07.00, gerbang utamanya masih ditutup. Sekitar jam 07.40, mulai terlihat ada beberapa orang masuk lewat pintu samping. Kami juga baru tahu kalau kita juga bisa langsung masuk lewat situ dan daftar. Pokoknya jika pintu depan atau samping sudah dibuka/ada orang, langsung masuk aja! Dari antrian pendaftaran, saya dapat nomor 2 untuk ketemu Dr. Yuditia gara-gara nggak sigap daftar hehe. Mbak-mbak susternya ramah banget, dan meminta kita untuk sarapan dan buang air kecil sambil menunggu dokternya.



Jam 08.00, dokter Yudit tiba di klinik. Saya langsung familiar sama mukanya, karena sudah cari profilnya di Google hehehe. Jam 08.15 nama saya sudah dipanggil masuk. Karena sudah baca-baca, saya langsung tahu kalau begitu masuk akan diminta langsung rebahan dan bersiap untuk USG atas/perut. Tanpa banyak cingcong, Dr. Yudit langsung menjelaskan kondisi Mbak G di perut. 




Penjelasannya mengenai kondisi jantung, paru-paru, letak jari, kepala, pantat, kaki, perut, dan lainnya. Alhamdulillah, Dr. Yudit berulang kali menyebut kata “ini bagus, bu. Wah, bayi nya besar bu”. Begitu alat USG mendeteksi wajah, Dr. Yudit komentar “ini mirip siapa ya mukanya? Hidungnya mancung”. Hehehe, Alhamdulillah hidungnya ikut bapaknyaaa *emak sungguh lega wkwk*



Selesai di USG, suster membantu saya untuk bangun dari tempat tidur. Saya bingung kok nggak dipersilahkan duduk atau apa ya, akhirnya saya duduk aja. Dokter Yuditpun duduk juga di kursinya di hadapan saya. Agak bingung sih, kok dokter nggak nanya mana buku kontrol hamil saya, ataupun komentar apaaaa gitu kan saya nungguin dooookkk hahaha.



Suster satu lagi yang memegang map pasien lalu bilang “ada yang mau ditanyakan?” dengan nada terburu-buru. Seperti biasa, momen seperti ini bikin saya suka lupa mau nanya apa padahal dari rumah selalu disiapkan contekan pertanyaan hahaha. Beberapa yang sempat saya tanyakan adalah tentang keluhan sakit punggung sejak bulan ke 4 dan sakit kepala sejak awal kehamilan. Jari-jari saya juga sering kaku, terlebih saat bangun tidur. Tangan ketekuk dan susah digerakkan.



Dokter langsung menyarankan saya untuk cek lab kadar vitamin D. Sambil tulis-tulis surat rujukan lab, beliau nanya lagi, sebelumnya sudah pernah cek Ferritin nya? Langsung saya keluarkan hasil lab Biomed dua bulan lalu. Eeh dokternya batal kasih surat rujukan lab, lalu kasih saya resep aja. “ini kurang kalsium dan vitamin D,” katanya.



Suami saya juga sempat menanyakan, amankah kebiasaan saya naik KRL dan naik turun tangga? Dokter bilang nggak apa-apa. Sayapun tanya tentang beberapa mitos kehamilan trimester 3 yang katanya perut perlu dipijat supaya cepet ‘muter’ ke jalan lahir, katanya juga nggak perlu, biarkan semua alami aja. Hehehe.



Setelah itu…. Suster pemegang map langsung mengucapkan closing statement yang membuat saya dan suami bengong. “oke, kalau sudah tidak ada yang ditanyakan lagi, silahkan resepnya bisa ditebus di depan ya bu. Terima kasiiiihh”. Obhaiiiikk, singkat kali pertemuan kita Dok! Hhahahaa.



Ehem, saya sudah paham sih kalau Dr. Yudit punya suara yang pelan dan kalem, gak banyak ngomong, pembawaannya tenang.  Saya juga sudah tanya-tanya ke Ajeng, pasien Dr. Yudit di Hermina Bekasi. Tapi asliii saya nggak sangka kalau konsultasi pagi itu akan sangat sebentar! Hahaha.



Tapi saya lihat lagi sosok Dr. Yudit, beliau gelar akademisnya banyak bangeeet, dengan pengetahuan yang segitunya, saya yakin dia pasti udah ‘biasa’ nanganin segala keluhan pasien tanpa harus banyak nanya, dan saya percaya dia. Ciye, hehe.



Lagipula saya senang, seakan dapat solusi tentang keluhan saya sakit kepala dan punggung. Di dokter sebelumnya, dokter menenangkan saya dengan kalimat “itu biasa bu… namanya juga perubahan hormon”. Baru tahu kalau ternyata masalahnya ada pada kalsium dan vitamin D. Padahal yaaaa kayaknya saya ngerasa sudah cukup minum susu dan sering kena vitamin D, tapi rupaya di saya itu belum cukup.



Dokter Yudit meresepkan saya:

Easycal 2x2 pagi dan siang

Vitamin D 5000iu 1x siang

Ascardia 1x pagi



Agak kaget juga dengan dosis Easycal yang diresepkan, dari yang biasa saya konsumsi 1 tablet sehari eeeh sekarang dikali 4! Vitamin D nya juga tinggi sekaliii.


Total pembayaran di Klinik Fetomaternal Gulardi Centre:

Biaya habis pakai: Rp 100.000

Jasa medis: Rp 350.000

Pemeriksaaan USG: Rp 350.000

Administrasi: 50.000

Vitamin D 5000 iu: Rp 180.000

TOTAL: Rp 1.030.000

 Obat saya dalam satu hari. 
Disimpan di satu wadah supaya nggak lupa



Dua obat lainnya yaitu Easycal dan Ascardia saya tebus di Apotek umum dengan total harga Rp 688.000. Wow banyak yaaaaa…. Hihi. Tapi insya Allah demi kehamilan yang lebih sehat dan bugar! Sayapun pulang dengan membawa map Obstetrics Report berisi hasil pemeriksaan dan 6 lembar foto USG.



Tambahan:
 Malam sebelumnya saya cari ATM karena informasi yang didapat dari blog-blog, Gulardi Centre hanya terima pembayaran dengan cash. Tapi saat kesana, di meja pendaftaran ada kok mesin swap untuk BCA dan Mandiri. Aman deeeh gak perlu bawa cash banyak-banyak.


Kalau datang kepagian juga bisa sarapan dulu, ada tukang bubur ayam, nasi uduk serta di seberangnya persis ada Mie Ayam Kebidanan RSCM. Kalau nggak inget udah sarapan di rumah sih pasti udah mampir hehehe.


Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates