Review Hendra Pelangi Catering

By Flora - Maret 29, 2017

Review Vendor Pernikahan: Hendra Pelangi Catering


Setelah sebulan setengah jadi istri orang, rasanya masih kebayang gimana pegelnya mengurus hari pernikahan. Pegel badan, pegel hati dan pegel dompet! Huahaha... Naah, salah satu hal yang perlu perhatian dan ikhtiar kheseus dalam pernikahan adalah menentukan vendor catering. Kriterianya tentu saja: amanah, makanan enak dan harganya sesuai budget! Naah, pilihan saya jatuh pada Hendra Pelangi Catering. Ini dia testimoninya!

Supaya nggak repot, saya nggak cuma ambil catering, tapi juga paket pernikahan langsung. Awalnya agak bingung dalam mencari vendor catering yang sip. Ya itu, bagus dari segi makanannya, pelayanannya dan harganya dong ya. Mau yang 'punya nama', tapi nggak masuk di budget, mahal sekali. Lagipula agak sayang kalau bikin acara resepsi yang ber budget tinggi bwanget, kalo sebetulnya bisa banyak yang diminimalisir. 

(Artikel Terkait: Persiapan Nikah, Gedung Dulu atau Catering Dulu?)

Yang ada di pikiran saya sih: jangan fokus di acara pernikahannya saja, fokus juga di hidup setelah sudah sah! Jadilah setelah kontak, email dan browsing sana sini, saya mengerucutkan pilihan pada 3 vendor: Nendia Primarasa, Chikal Primarasa dan Hendra Pelangi Catering (HPC). Ketiganya punya harga paket yang sepertinya masuk di budget.




3 vendor ini sudah saya hubungi sebelumnya dan minta pricelist. Urutan harga yang termurah adalah Chikal, HPC dan Nendia. Ketiganya juga saya temui di satu hari yang sama. Waktu itu janjian test food dengan pihak Chikal di Gedung Bea Cukai Jakarta Timur. 

Sayang sekali, meski harga yang ditawarkan menarik, kesan saya kurang baik pada sesi 'perkenalan' ini. Pembicaraan dengan Marketing tidak nyaman, satu arah, seadanya, dan sang Marketing serba tidak memberi kepastian saat saya coba nego dan diskusi, serta dioper dengan "coba aja mba telfon/WA ibu Sri" (owner catering).

Kemudian saya datang ke Gebyar Pernikahan Indonesia Balai Kartini, janjian dengan HPC dan juga Nendia. Pelayanan Nendia bagus banget, makanannya dianterin terus ke kita, mbak marketingnya memberi perhatian penuh ke customer. Harga yang ditawarkan juga sudah termasuk cincin kawin. Kalau lihat video pernikahannya di Instagram, Nendia juga oke banget, profesional sekali. Sayangnya, harga Nendia masih sedikit lebih tinggi dibanding HPC, meski sudah dikurangi diskon pameran. Hehehe...
Di pameran yang sama, saya juga temui HPC, ketemu dengan mba Dina, marketing HPC. sebelumnya saya sudah pernah ketemu saat test food dan telfonan. Di pameran itu, hati saya makin mantap pake HPC. Selain karena HPC ikut di ajang pameran pernikahan bergengsi, alasan utamanya juga karena HPC dan mba Dina juga membantu pernikahan teman akrab saya, Adev. Saya tidak minta banyak dan muluk-muluk, yang penting amanah, makanan nggak kurang, dekorasi ‘pantes’, dan responsif. 

Sebelumnya Adev sudah meyakinkan saya kalau mba Dina dan HPC memberikan itu semua, meski dia wanti-wanti: ada harga ada rupa cuy, jangan berharap ketinggian, nanti kecewa. Hehehe. Di pernikahan adat Minang Adev, tamunya membludak banyak sekali, tapi makanan tidak kurang. Dekorasi juga cukup bagus dan waktu itu (April 2015), harga paket pernikahan Adev (500 undangan) tidak sampai genap 100 juta.


Dengan keyakinan itu, akhirnya saya memberikan tanda jadi Rp 1.000.000 di acara ke mbak Dina (sekitar 4 bulan sebelum acara). Pencariannya memang segitu aja, nggak mau membuang energi, waktu dan bensin terlalu banyak karena selain makin pusing, testimoni dari teman sudah lebih dari cukup, dan soal total biaya sudah masuk budget.

Saya pikir yaaaa, kalau ambil paket pernikahan, pihak catering akan proaktif. Tapi yang saya rasakan ternyata berbeda, mba Dina cool ajah. Komunikasi via whatsapp memang selalu dibalas, tapi selalu saya yang memulai dan dibalas singkat. Saya paham siiih, merancang pernikahan orang adalah kerjaan sehari-hari Catering, tapi kan namanya calon pengantin yaaa, ini nikah pertama (dan terakhir), maunya well prepared dan komunikasi berjalan dengan smooth antara vendor dan kliennya. Kan berharap diingetin sesuatu, diberi saran-saran, atau apalahh gitu ada komunikasi intens. 

Akhirnya yaa saya lebih banyak cari referensi, saran atau inspirasi via internet ajahh. Sampai untuk Technical Meeting (TM) saja saya yang bolak balik minta kepastian kapan. Dan whatsapp yang dikirim duluan oleh mba Dina adalah saat ngabarin kalau sudah sampai di gedung pernikahan untuk TM. Hahaha, sampe inget.

Oh ya, selama test food atau datang ke acara pernikahan HPC, rasanya adaaa aja catatan. Selain sounding dan disampaikan saat ngobrol, sayapun menuliskan berbagai permintaan dan notes di print-out panduan acara pernikahan yang saya berikan ke mba Dina. 

(Artikel terkait: Menghias Seserahan Sendiri, Hemat dan Mudah)

Beberapa yang masih saya ingat: bunga jangan sampai layu (karena saya pernah lihat dekorasi yang bunganya layu saat test food), gunakan bunga dengan warna cerah menyala dan hidup, saus pasta jangan pucat, nasi goreng jangan terlalu pera, wedding singer yang berkerudung/tidak pakai baju ketat, juga tidak pakai manglengser (diganti hand bouquet saja, dan yang menghantarkan kirab pengantin adalah penari Merak). Untuk penari merak, ada additional cost sebesar Rp 2.500.000. 

Kurang suka dengan insial F dan A begitu. Beberapa kali saat Test Food, inisialnya dibikin lebih manis... Tapi ini luput dari catatan saya


Dalam print out itu juga saya berikan foto dekorasi pelaminan serta warna taplak meja (saya screenshot dari Instagram mba Dina), dan juga contoh warna nuansa bunga dekorasi. Yaaa biarpun pernikahan paket, nggak nambah, tapi kan maunya optimal. Soalnya saya pernah datang ke nikahan yang bunga nya layu dan warna bunga nya kurang senada (kuning, putih, pink, kan pucat yaa).

Oh iya, lesson learned jika mengambil paket pernikahan dari wedding services, sementara kita tipe yang strict soal budget: jangan terlalu banyak request diluar paket, dan percayalah kalau yang termasuk dalam paket itu sudah cukup layak dan bagus. Misalnya kepingin ada rose petal (bunga jalan), pohon maple, nah itu 2 item aja udah berapa juta HAHAHA... 

Yang bisa dilakukan adalah memaksimalkan isi paketnya, misalkan dibanding menambah dekorasi, lebih baik memaksimalkan bunga hiasannya dengan warna yang lebih hidup. Kalau saya ditambah dengan baju panitia blouse merah ngejreng. Begitu juga dengan gubukan, dibanding nambah karena takut kurang, saya pilih menu gubukan yang MENGENYANGKAN DAN MENGANDUNG KARBOHIDRAT, hehehe.


(Baca juga: Tips Memesan Undangan dan Souvenir Online Via Instagram)

Alhamdulillah segala keraguan saya ke HPC hilang lenyap saat saya dan keluarga Technical Meeting di Gedung Asrama Haji bersama mba Dina dan pihak HPC. Mereka tampak profesional, meyakinkan dan sangat menguasai flow acara. Legaaa banget rasanya. Ternyata segala request dan isi obrolan saya tentang ini itu acara juga diingat mba Dina. Banyak juga saran serta strategi untuk acara. 

Misalnya saya pernah cerita datang ke nikahan di gedung yang sama (Asrama Haji Kota Bekasi), dan gubukan letaknya terlalu berdekatan. Jadi area gubukan penuhhhh sekali, nggak nyaman deh. Akhirnya ada solusi karena Gedung ini punya taman dan pelataran belakang (outdoor) yang bisa dimanfaatkan untuk menaruh gubukan. Jadi 4 gubukan di dalam dan 4 di luar. Good idea. Lagipula di luar banyak kursi panjang, jadi bisa memecah crowd supaya nggak terlalu sumpek.
Pihak HPC juga meyakinkan jika mereka sangat strict soal keluar masuk makanan dan penyimpanan makanan di dapur. Jadi antisipasi ada yang 'nyelonong' mau bawa pulang makanan yaa. Proses re-load makanan juga (akan) dilakukan dengan rapi. Surprisingly tetangga saya menikah selisih 2 minggu, pakai HPC juga, dan orang tua saya (diam-diam, tentunya) mengawasi cara kerja mereka. Orang tua saya mengakui jika sistemnya cukup 'rapi' dan tidak ada catatan serius mengenai acara tetangga saya. Alhamdulillah.

Akhirnyaaa... tiba hari H. Saya sama sekali tidak melihat mba Dina, tapi yang saya tahu acara saya berjalan cukup memuaskan bagi kami si empunya hajat. Gedung Asrama Haji Bekasi yang pucat, bercat coklat pias, tampak berwarna. Dekorasi diselesaikan tepat waktu, jam 18.30 malam semuanya sudah siap. Meski memang 'paket pernikahan tanpa tambahan biaya dekorasi' dari HPC belum mampu menutupi kesan 'kusam' gedung Asrama Haji Bekasi. Banyak sekali tamu yang memuji makanannya, terutama menu buffet (apalagi dendeng balado basah nya yaa). Makanan cukup banget, tidak kurang sama sekali.


Sambutan singkat dan ucapan terima kasih dari kami

 Untuk MC dibantu oleh Mas Illen, dan Mas Illen cukup baik dan menguasai acara. Wedding singernya suaranya bagus, berhijab dan sopan, meskipun sepertinya cuma satu-dua lagu dari playlist saya yang dibawakan, sisanya yaaaa terserah embaknya. Hahaha. Tapi saya nggak masalah, karena beberapa catatan penting dari saya: penyanyi berpakaian sopan, tidak ada lagu sedih/selingkuh/dangdut, dan tidak ada tamu yang menyumbang lagu sudah terlaksana semua. Hehehe. 

Naah untuk foto/dokumentasinya agak mengecewakan. Beberapa kali saat Test Food, dokumentasi dilakukan oleh Republik Gambar (RG) yang tampak profesional. Tapi di pernikahan saya bukan RG. Mayoritas gambar yang dihasilkan sudah 'cukup', tapi nggak sedikit yang blur, kurang tepat, tidak semua momen tertangkap kamera. 


Juga waktu pengantaran foto dan soft file yang lamaaa sekali lebih dari 1 bulan, itupun setelah saya ingatkan terus. Yang agak mengecewakan adalah nama mempelai dan tanggal pernikahannya ngaco! Ini sudah saya informasikan ke Mbak Dina, sudah direspon, dijanjikan akan diganti, tapi belum ada tindak lanjut sampai 5 bulan setelahnya. Yaa tapi yasudahlah.... Selain riasan yang bagus, man behind the camera juga punya peran besar dalam menghasilkan foto bagus. Okeh, ada harga ada rupa yaaa :'') 

 (Baca juga: Menghias Kotak Mas Kawin Sendiri)

Well, dengan biaya paket pernikahan di bawah Rp 100 juta (seluruh kebutuhan acara, kecuali baju dan tempat akad, undangan dan souvenir), saya merasa cukup puas dengan pelayanan mba Dina dan tim HPC. Kami memang banyak catatan, tapi juga nggak ngoyo mau tambahan ini itu, dan hari pernikahan kami terasa 'pantes', bagus, tamu senang, acara lancar. 

Kalau ada teman-teman yang sedang mempertimbangkan HPC, saya juga cukup merekomendasikan, hari H saya berjalan mulus. Pesannya: jangan 'pasrah' yaa, jangan sungkan untuk memberikan berbagai catatan perbaikan supaya acara pernikahan kalian bisa maksimal :)

Hendra Pelangi Catering
PIC: Mbak Dina (+62 878-8834-9507)

  • Share:

You Might Also Like

6 comments

Postingan Populer