07 Februari, 2020

Review Pompa Asi Manual Unimom Mezzo dan Mooimom Silicone Breastpump


Tiap orang punya model sendiri-sendiri dalam mempompa asi. Ada yang elektrik, manual, bahkan dengan tangan kosong, masing-masing ada plus minus. Nah selama hamper 3 bulan punya bayi, dua pegangan utama saya adalah manual breastpump merk Unimom tipe Mezzo dan juga silicone breastpump nya Mooimom. Gimana reviewnya?



Perjalanan menemukan pompa asi andalan bagi saya gak pake drama. Berbekal lihat rekomendasi di Youtube, saya langsung menemukan rekomendasi pompa asi merk Unimom tipe mezzo. Unimom ini merk dari Korea Selatan. Katanya siih enak di payudara (pd) dan lebih cepat mengosongkan pd. Di hari ke 5 setelah melahirkan, saya langsung pesan di Shopee (akun penjual: Gerai Laktasi) seharga Rp 250.000. Sebagai orang yang baru belajar menyusui, saya nggak langsung pakai yang elektrik karena mau coba-coba dulu.

 


Naah, saya langsung cocok pakai pompa asi ini. Rasanya nggak terlalu pedih di pd, handle nya gampang digerakin, ada penutupnya jadi lebih higienis, dan juga ada dudukannya jadi bisa diletakkan dengan posisi berdiri dengan aman. Karena manual, jadi interval pompa nya bisa saya sesuaikan dengan tingkat kesabaran. HAHAHA. Ya kalo lagi tenang, pompanya santai, kalo lagi buru-buru jadi lebih cepet. Pokoknya nempel di pd nya enak karena ada bantalannya juga.


Di pemakaian hampir 3 bulan, handle Unimom saya retak dan bikin bunyi saat dipakai. Bunyinya sih gak apa-apa yaa, tapi jadi khawatir banget tau-tau patah! Untungnya produk Unimom juga dijual spare parts nya, jadi saya langsung beli handle nya di toko tempat beli breastpump nya (Gerai Laktasi di Shopee) dengan harga Rp 45.000.


Sebetulnya di saat bersamaan dengan beli breastpump Unimom ini, saya juga sewa pompa asi elektrik merk Spectra yang 9+ di akun Instagram @babykimbreastpump, Rp 185.000/bulan. Namanya baru belajar pompa dan belajar meng-asi-hi yaaa, asi saya masih seret dan rasanya malah hasilnya lebih banyak kalo pompa pakai si Unimom manual. 



Soal kepraktisan, menurut saya lebih praktis yang manual. Gak banyak printilan! Banyak anggapan kalau pompa manual bikin capek dan ribet, tapi ternyata nggak tuh. Pakai manual ataupun elektrik, tangan kita tetap akan dipakai untuk pegang corongnya, perlu pijit-pijit manual juga biar Let Down Reflex (LDR) asi nya oke. Nah jadi kedua tangan sama-sama nggak nganggur, kan? Beda lagi siih kalau mau hands-free, si pompa asi elektrik tentu menang karena bisa diakali supaya nggak perlu dipegang tapi diselipkan di bra khusus gitu.


Suara juga ngaruh banget sih buat saya, terutama kalau pumping tengah malam. Asli deeeeh bunyi breastpump elektrik itu ganggu bangeeeett… Khawatir bayi jadi kebangun. Sementara kalau pakai manual, suaranya cenderung rendah. Tentang harga ya jelaaaas, jauh shay. Pompa elektrik rekomendasi temen-temen saya harganya mencapai Rp 1.800.000, sementara yang setiap hari saya pakai harganya Rp 250.000. 



Saya sempat juga compare dengan pompa asi manual Medela Harmony yang disewa dengan harga Rp 80.000 perbulan di akun Instagram Ecomama. Niatnya mau tambah alat pompa manual di rumah. Secara printilan, Medela lebih sedikit ini itu nya dan lebih cepat dicuci. Tapi ternyataaaaaa lagi-lagi Unimom lebih nyaman. Handle nya Medela suka bergerak-gerak sendiri, lebih licin, nggak ada lapisan lembut untuk massage, dan yang terpenting: nggak ada tutupnya. Lagi-lagi Unimom menang dan saya makin cintaaa. Hehehe.



Oh ya, Unimom ini selalu saya pakai bersamaan dengan Mooimom Silicone Breastpump yang saya beli di counter Mooimom Summarecon Mal Bekasi (Rp 140.000). Jadi kalau Unimom Mezzo saya pakai di pd kiri, maka pd kanan akan saya tempelkan si pompa silicon ini, begitu juga sebaliknya. Effortless tapi cukup membantu menampung asi. Malah kadang hasil asi yang didapat sama persis kuantitasnya dengan asi yang dipompa manual. Cara pakainya, badan breastpump dipencet lalu ditempelkan ke payudara dan dilepas. Merk Mooimom ini ketebalannya pas, nggak ‘pedes’ pas ditempel, nggak gampang copot juga.


Lalu seperti biasaaa, mau punya satu lagi dan coba beli merk lain. Saya beli merk Malish dengan harga Rp 90.000 di Shopee. Tapi ternyata merk Mooimom masih jauh lebih nyaman. Malish permukaannya lebih tebal, suka copot-copot setelah ditempel di pd daaaan tidak ada tutupnya. Jadi rentan masuk kotoran atau bakteri. Kalau disimpan juga jadi ‘ngablak’ nggak tertutup.


Pada akhirnya, paduan manual breastpump Unimom Mezzo dan Mooimom Silicone Breastpump ini jadi andalan saya banget untuk pompa asi. Untungnya sekarang sudah nggak selalu cuci-kering-pakai karena biasanya saya letakkan di kulkas kantor ataupun rumah setelah dipakai dan baru dicuci setelah sekitar 3 kali sesi pumping. Entah deeeh kalau nantinya saya tergoda untuk beli yang elektrik :D



Cerita Nengflora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates